Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Cuti ASN di Sektor Layanan Esensial Dibatasi Selama Nataru, Stimulus Penurunan Harga Tiket Cuma untuk Pesawat

Eko Hendri Saiful • Selasa, 17 Desember 2024 | 13:30 WIB

 

 

Aktivitas salah satu maskapai usai landing di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng beberapa waktu lalu.
Aktivitas salah satu maskapai usai landing di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng beberapa waktu lalu.
JawaPos.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Rini Widyantini meminta para menteri, pimpinan lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota menjamin serta memastikan layanan publik esensial tetap tersedia dalam masa liburan Natal dan tahun baru (Nataru). Karena itu pula, mereka diminta selektif memberikan cuti tahunan kepada para aparatur sipil negara (ASN).

”Cuti ini tentunya tetap diprioritaskan untuk pegawai yang merayakan Natal,” ungkap Rini seperti juga tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB No 06/2024 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang dirilis (16/12).

Layanan esensial yang dimaksud misalnya yang terkait kesehatan, transportasi, dan keamanan. Dia menambahkan, pemberian cuti harus mempertimbangkan beban kerja, sifat, karakteristik tugas, serta jumlah pegawai dari instansi pemberi layanan.

Dalam rapat terbatas yang membahas persiapan Nataru di Jakarta kemarin, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk memastikan kelancaran dan keamanan Nataru. Mereka diminta mengecek dan memastikan kesiapan Nataru secara maksimal.

”Agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan hari-hari tersebut dengan penuh kebaikan, penuh sukacita, dan yang terpenting dengan penuh rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga: Holiday, We’re Coming! Cek Tips Pesan Tiket Pesawat Agar Dapat Harga Miring dan Hemat, Cocok Buat Kaum Mendang-mending

Pemetaan Sarana-Prasarana

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, persiapan sarana dan prasarana telah dipetakan. Sebab, pergerakan orang selama Nataru akan sangat besar.

”Diperkirakan 110 juta masyarakat melakukan mobilitas, baik antardaerah maupun di dalam provinsi yang sama,” ujar AHY seusai ratas.

Secara umum, AHY mengklaim kesiapan sudah berjalan baik. Dari sisi infrastruktur, semua terminal, bandara, pelabuhan, hingga jalanan dalam kondisi baik. Di ruas tol Jawa, sudah ada 90-an tempat istirahat yang disiapkan.

Untuk mengantisipasi kemacetan, sejumlah tol yang dalam penyelesaian juga akan dibuka secara fungsional. Salah satunya di rute Klaten–Prambanan.

Ada juga penambahan kapasitas jalan tol di sejumlah ruas. Misalnya, di Cikampek terjadi penambahan dari tiga menjadi empat jalur. ”Non-tol juga akan terus kita persiapkan,” katanya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengisyaratkan stimulus penurunan harga tiket hanya berlaku untuk pesawat. Sementara itu, jalur darat dan laut tidak ada. ”Tarif sementara yang berlaku sekarang ya normal,” jelasnya.

Namun, untuk membantu sebagian masyarakat, pemerintah memberlakukan program mudik gratis di beberapa titik. Termasuk di jalur laut. Untuk kuotanya, di jalur darat terdapat mudik gratis bagi 3.500 penumpang.

Di jalur laut, ada tiket gratis Nataru untuk 29.972 penumpang. ”Untuk 100 ruas yang dilayani. Untuk kereta api angkutan motor gratis juga ada,” jelasnya.

Baca Juga: Siap-Siap War Tiket Kereta Api! Promo 20% dan Flash Sale Rp99 Ribu di Tanggal Kembar 12.12, Begini Cara Membelinya Lewat Access by KAI

Titik Rawan

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, telah dipetakan titik kemacetan dan titik rawan kecelakaan di seluruh Indonesia. Hasilnya, terdapat lebih dari 700 titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

”Namun, yang menjadi concern kita untuk Nataru ini, sesuai dengan prediksi Kemenhub, sebagian besar yang ada di Pulau Jawa,” jelasnya.

Titik rawan kemacetan dan kecelakaan di jalan tol itu di antaranya ruas Batang–Semarang dan Japek Selatan. Untuk tol Solo–Ngawi ada di Km 543, kemudian Ngawi–Surabaya.

”Lalu, terdapat titik lelah yang menjadi black spot. Setidaknya ada empat titik lelah di jalan tol yang telah dideteksi. Nanti semua titik rawan ini diumumkan agar masyarakat mengantisipasi,” tegasnya.

Korlantas juga tengah melakukan evaluasi penerapan contraflow. Rencananya, contraflow tetap diberlakukan saat volume arus lalin meningkat sampai rasionya di atas 8. ”Kita akan lakukan contraflow dengan beberapa evaluasi,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Korlantas bersama Jasa Marga akan mengatur kerapatan cone atau pembatas jalan dari 10 meter menjadi 5 meter, lalu di setiap 1 kilometer terdapat water barrier. ”Kemudian ditambahkan lampu LED, ada spotlight, sehingga pada malam hari bisa dilakukan pengaturan jalan,” jelasnya.

Selanjutnya, ada rambu maksimal 40 km per jam di jalan tol. Disiapkan pula safety car setiap 30 menit. ”Dengan safety car, kita akan pandu sehingga bisa mengendalikan kecepatan kendaraan di jalan tol,” paparnya.

Baca Juga: Natal dan Tahun Baru, 110 Juta Warga Diperkirakan Mudik: Pemerintah Beri Potongan Tiket Pesawat hingga Adakan Mudik Gratis

Akses di Jatim

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa akses nasional di Jatim siap dilewati pengendara yang akan berlibur. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Gunadi Antariksa mengatakan, saat ini panjang jalan nasional (non-tol) di Jatim mencapai 2.261,68 kilometer. Yang dalam kondisi mantap 96,37 persen. Sementara itu, jembatan 35.705,1 meter dengan tingkat kemantapan 82,1 persen.

”Berkaitan dengan libur Nataru, kami juga menyiapkan posko,” kata Gunadi.

BBPJN menyiapkan 36 posko Nataru yang dilengkapi alat berat/disaster relief unit (DRU) serta material yang tersebar di Jatim dan Bali. Selain itu, BBPJN mengatur pola pengerjaan selama peningkatan arus kendaraan.

Ada penghentian pekerjaan H-7 Nataru. Beberapa pembangunan di badan jalan dihentikan agar tak mengganggu masyarakat. Kecuali pembersihan saluran dan penataan tanaman.

Selain berfokus pada jalur non-tol, pemerintah menyiapkan jalur tol. Nantinya dibuka jalur fungsional jalan tol Probolinggo–Banyuwangi segmen Gending–Kraksaan sepanjang 10,35 km. Persiapan terkait pengoperasian sudah dilakukan.

Jalur Gending–Kraksaan dioperasikan 21–27 Desember 2024. Sementara itu, rute sebaliknya pada 28 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. (far/idr/mia/hen/c19/ttg)

 
Editor : Hendra
#nataru #pesawat #tiket #asn #2024 #cuti