“Tahun depan, kami juga telah memiliki ratusan ribu unit stok rumah untuk mendukung program 3 juta rumah,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di sela acara akar kredit KPR massal di Serang yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait Sabtu (14/12)
KPR massal itu diikuti oleh 235 debitur. Mencakup KPR subsidi dan non subsidi. “Ada 72 orang atau lebih dari 30 persen debitur adalah wanita. Sedangkan, 81 persen dari mereka tergolong segmen milenial dengan umur termuda 21 tahun. Sampai, saat ini BTN masih memiliki potensi debitur yang sudah lolos uji sebanyak kurang lebih 44 ribu yang diharapkan dapat segera disalurkan pada awal bulan Januari 2025," beber Nixon.
Sampai November 2024, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 180 ribu unit. Jumlah tersebut terdiri dari 150 ribu rumah subsidi dan 50 ribu unit non subsidi
Tahun depan, lanjut dia, BTN menargetkan pertumbuhan kredit, khususnya KPR, sebesar 15 persen. Hal itu ditopang dengan program 3 juta rumah. Termasuk peningkatan kuota FLPP mencapai 800 ribu unit.
Selain itu, terdapat pembahasan mengenai pemberian tenor KPR yang akan diperpanjang hingga 30 tahun. Hal itu untuk mewujudkan affordable housing. Nixon menegaskan, konsep affordable housing bukan hanya soal harga rumah yang terjangkau atau suku bunga yang rendah. Melainkan lebih kepada kemampuan masyarakat untuk membayar angsuran KPR.
"Banyak yang sering keliru. Pengalaman riset BTN yang dimaksud affordable ke masyarakat adalah angsuran yang terjangkau. Oleh karena itu, kami lagi bikin financing yang bisa di bawah Rp 1,2 juta," bebernya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi upaya perbankan BUMN yang mampu menyalurkan KPR bagi kelompok pekerja informal. Seperti penjual bakso, pedagang sayur, bahkan pekerja disabilitas. "Saya apresiasi BTN yang bisa memberikan KPR, contoh pemilik warung bakso meski tidak memiliki slip gaji," kata Ara.