Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pasar Mobil Listrik Murni Luxury Stagnan, Pabrikan Pacu Antusiasme Konsumen

M. Salsabil Adn • Senin, 16 Desember 2024 | 13:00 WIB

Hyundai Ioniq 5 N di Sirkuit Mandalika.
Hyundai Ioniq 5 N di Sirkuit Mandalika.

JawaPos.com – Pertumbuhan pasar mobil listrik murni alias full electrical vehicle (EV) masih menghadapi stagnasi. Terutama di segmen luxury yang belum punya ''insentif'' signifikan. Meski begitu, pelaku industri terus berupaya mendorong antusiasme konsumen dengan berbagai cara.

General Manager Lexus Indonesia Bansar Maduma mengatakan, pasar full EV memang cenderung stagnan. Hal itu lantaran masih ada kekhawatiran bagi konsumen soal keandalan mobil serta fasilitas pendukungnya. Terutama untuk pasar non Jakarta. ”Kalau di Jakarta, ada urgency membeli full EV karena pembebasan dari aturan ganjil genap. Namun, di luar wilayah itu, ceruk pasarnya lebih kepada konsumen yang sadar lingkungan atau pecinta teknologi,” ujarnya di sela pameran Lexus Electrified Aethereum di Surabaya pekan lalu.

Ceruk pasar tersebut, lanjut dia, justru makin sempit di segmen luxury. Pasalnya, konsumen di segmen menengah ke atas tak pernah kesulitan dengan aturan ganjil genap. Mereka biasanya punya lebih dari satu mobil yang bisa mengakali aturan tersebut. 

Di sisi lain, sentimen utama mobil listrik, yakni irit bahan bakar, juga mental di mata mereka. Sebab, mampu untuk membeli bahan bakar nonsubsidi tanpa mempedulikan rasio konsumsi BBM. Beberapa bahkan membeli mobil sport karena menginginkan sensasi berkendara kencang tanpa mempedulikan konsumsi BBM. ”Karena itu, pembeli mobil listrik kami biasanya memang lebih mengincar teknologi dan kenyamanan,” jelasnya.

Baca Juga: Isi Market Spesifik Premium, Pasar Hyundai Ioniq 5 N Berpotensi Tumbuh Kuasai High Performance EV

Permasalahan itu bukan berarti masyarakat tak akan mengadopsi teknologi mobil listrik. Namun, saat ini masih ada halangan psikologis bagi konsumen. Salah satunya, keamanan dalam mengisi daya di berbagai wilayah. Bansar menilai, SPKLU masih belum merata sehingga banyak calon konsumen yang ragu membeli mobil listrik murni.

Namun, untuk mobil listrik hybrid maupun plug-in hybrid, sudah banyak konsumen yang membelinya. ”Moto kami kan build your own luxury. Jadi, kami memenuhi semua keinginan konsumen, baik full EV maupun hybrid,” paparnya.

Dari sisi perusahaan, pihaknya berupaya untuk memberikan fasilitas tersebut. Namun, dia mengaku selektif memilih spot pengisian daya karena brand-nya di segmen luxury. Misalnya, stasiun pengisian di mal harus diletakkan di titik strategis agar konsumen merasa diistimewakan. (bil/fal)

Baca Juga: PPN 12 Persen Dikenakan untuk Barang Mewah: PPnBM Ditanggung pemerintah (DTP) untuk Pembelian Mobil Listrik (EV) dan PPN DTP untuk Sektor Properti

 

 
Editor : Hendra
#ev #mobil listrik #electric vehichle