JawaPos.com - Pasangan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy kerap terlibat dalam satu proyek. Ada film, ada sinetron. Setelah pertengahan tahun ini sama-sama berperan di Kang Mak dan My Annoying Brother, Vino dan Marsha kembali seproyek di film 2nd Miracle in Cell No.7.
Dalam jumpa pers beberapa waktu lalu di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Vino dan Marsha bercerita soal kembali seproyek dalam film hasil pengembangan cerita Miracle in Cell No.7 versi Indonesia itu. (shf/c7/len)
Gimana rasanya sering diduetkan dalam sebuah film meski nggak melulu berperan sebagai pasangan?
Vino (V): Begitu dipercaya sama produser untuk bergabung dalam sebuah film, itu benar-benar bukan karena kami suami istri, melainkan karena kami menjalaninya dengan profesional gitu.
Marsha (M): Saya selalu menikmati setiap proses bersama Vino, bukan hanya karena suami, melainkan memang saya merasa cocok. Nggak hanya dari segi chemistry, ritme kerja kami selalu baik dan kami senang dengan itu.
Apakah kalian memang sengaja selalu tampil sepasang?
V: Nggak, kami nggak pernah mengondisikan syuting harus berdua. Saat ini pun Marsha ada proyek lain, saya juga ada proyek lain. Kami membuktikan bahwa kami kerja, punya karya, dan bersungguh-sungguh. Saya rasa banyak kok di luar sana yang mau main bareng sama suami atau istrinya.
Keuntungan apa yang kalian rasakan ketika main film bareng pasangan?
V: Dobel gajinya, hahahaha. Sebenarnya lebih enak mengaturnya, lebih nyaman juga syutingnya sama pasangan sendiri. Dan senang aja karena kami bisa bekerja bareng, tapi ganti-ganti karakter.
Di film pertama, kemunculan Marsha hanya sepintas. Nah, seberapa besar porsi karakter Marsha di 2nd Miracle in Cell No.7?
M :Ya melengkapi aja. Mungkin jadi lebih ada jawabannya untuk yang bertanya bagaimana Dodo bisa bertemu dengan Juwita. Alasan Juwita akhirnya menikah dengan Dodo itu ada di sini.
V: 2nd Miracle in Cell No.7 bukan hanya sebuah pengembangan dari film pertama, melainkan juga prekuel. Jadi, memang akan ada banyak rasa, emosi, dan cinta lagi di film ini. Buat teman-teman yang udah nonton film pertama dan merasa kok plotnya begini atau begitu, di film kedua ini akan coba kami jelasin.
Apa yang kalian rasakan setelah melihat trailernya?
V: Kok sedih banget, ya? Saya lihatnya jadi bayangin, kalau saya nggak ada, anak saya seperti apa? Siapa yang jaga? Perasaannya jadi kayak gitu. Ditambah saya sama Grace (pemeran Ika, Red) juga dekat banget. Sampai sekarang, dia manggil saya masih papa.
2nd Miracle in Cell No.7 adalah cerita orisinal walau film pertamanya dibuat berdasar adaptasi. Ada beban yang kalian rasakan saat syuting?
M: Lebih ke deg-degan karena segitu sukanya saya sama film Miracle in Cell No.7. Dan bukan beban juga, tapi kayak ada keinginan besar untuk bisa jadikan karakter ini berhasil, bagus, dan melengkapi yang sudah ada.
V: Bukan lagi soal bandingin antara film asli dan remake, mungkin lebih ke pengembangan cerita baru ini bisa diterima, nggak? Bisa sesukses yang dulu nggak? Karena kan udah kami buktiin tuh di film pertama. (*)
Editor : Hendra