JawaPos.com - Arah bermusik sedikit berbeda ditempuh The Panturas lewat rilis minialbum Galura Tropikalia. Kuartet yang terdiri atas Abyan ”Acin” (gitar, vokal), Rizal Taufik (gitar), Bagus ”Gogon” (bas), dan Surya ”Kuya” Fikri (drum) itu mengangkat budaya tradisional. Mulai bahasa hingga bebunyian berkarakter Sunda dilebur dengan alunan surf rock yang menjadi identitas The Panturas.
Dengungan reverb dan tremolo memang masih mewarnai lagu demi lagu dalam Galura Tropikalia. Tapi, notasi yang menjadi genetika musik klasik Sunda berkelindan dengan karakter surf rock yang bergema dan mengayun. Kuya mengungkapkan bahwa masing-masing personel mengeksplorasi pola-pola baru dalam minialbum itu.
”Hal paling besarnya adalah ternyata kami bisa membelokkan arah musik yang kami mainkan ini ke area yang sangat familier dengan tanah kelahiran kami, yaitu Bumi Pasundan,” tutur Kuya.
Sesi paling menantang saat penggarapan minialbum itu adalah penulisan lirik. Bahasa Sunda mereka anggap lumayan rumit. Hanya Rizal yang merasa terbantu karena bahasa Sunda membawa ke ingatan masa kecil. Terutama yang berkaitan dengan jampi, pupuh, dan dongeng Sunda kuno.
Untuk mewujudkan pengayaan karakter, The Panturas menggaet Ricky Virgana dari White Shoes and The Couples Company sebagai produser. Hal itu memengaruhi lagu-lagu dalam Galura Tropikalia yang juga kental gaya pop disko era 70 hingga 80-an. The Panturas pun mengajak musisi berbahasa Sunda legendaris Doel Sumbang. Mereka berduet dalam single berjudul Jimat. (c7/kkn)
Data-Data
Judul Album:
Galura Tropikalia
Label Rekaman:
Los Panturas Ent.
THE PANTURAS
Diskografi
- • Mabuk Laut (2018)
- • Ombak Banyu Asmara (2021)
- • Galura Tropikalia (2024)