Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Diabetes Melitus pada Anak Sering Telat Diketahui, Kemenkes: Bisa Ancam Indonesia Emas 2045

Ferlynda Putri Sofyandari • Rabu, 20 November 2024 | 16:00 WIB

 

Peringatan World Diabetes Day
Peringatan World Diabetes Day

 

JawaPos.com – Diabetes melitus (DM) bukan hanya penyakit orang tua. Pada kasus anak, justru sering kali pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi terlambat.

Dokter spesialis anak dr Aman Pulungan SpA(K) menjelaskan bahwa diabetes pada anak menjadi masalah dunia. Sebab, angkanya meningkat tiap tahun.

Contohnya, pada 2021 ada 1,2 juta anak yang mengalami DM tipe 1 (DMT1). Lalu, pada 2022 jumlahnya menjadi 1,52 juta anak.

Di Indonesia, berdasar data yang dimiliki Aman, ada 1.249 anak dengan DMT1 pada kurun 2017–2019. Jumlah aslinya bisa jadi lebih tinggi karena tidak terdiagnosis hingga salah diagnosis.

’’Sebanyak 71 persen anak DMT1 pada 2017 masuk dengan KAD (ketoasidosis diabetik),” katanya dalam konferensi pers Hari Diabetes Sedunia yang digagas Kementerian Kesehatan di Jakarta (19/11).

Baca Juga: Si Manis Ubi Jalar dan Kebaikannya bagi Tubuh: Sehat untuk Jantung dan Mata, serta Cegah Kanker, hingga Anti Diabetes

KAD, lanjut Aman, tidak main-main. Biasanya pasien datang dengan kondisi tidak sadar. Itulah yang dimaksud Aman pasien datang dalam kondisi terlambat.

Aman pun mengusulkan adanya skrining diabetes pada anak. Idealnya dilakukan pada saat anak mau masuk sekolah. Sebab, kasus DMT1 pada anak banyak ditemui pada usia 5 tahun hingga 14 tahun.

’’Tantangannya sekarang dokter endokrin anak hanya ada di 17 provinsi dan kesadaran masyarakat kurang,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, jika DM tidak dianggap serius, akan mengancam tidak tercapainya Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bisa jadi momok. ’’Diperkirakan pada 2045 jumlah penderita DM mencapai 28,6 juta,” katanya. (lyn/c7/ttg)

Baca Juga: Simak Sepuluh Manfaat Konsumsi Teh Hitam bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mengurangi Resiko Serangan Jantung, Obesitas, Diabetes, juga Kanker

 
Editor : Hendra
#Kemenkes Arab Saudi #diabetes #Indonesia Emas 2045