JawaPos.com – Pasar otomotif premium bukan pasar yang gemuk di market otomotif Indonesia. Meski begitu, Hyundai tetap optimistis meletakkan salah satu produknya, yakni Ioniq 5 N, di segmen tersebut. Melabeli produknya sebagai high performance EV, Hyundai menilai penerimaan pasar Ioniq 5 N cukup menggembirakan.
Chief Marketing Officer PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) Budi Nur Mukmin menjelaskan, Hyundai Ioniq 5 N secara tak terduga mendapat respons yang sangat baik di segmen pasar mobil sport premium di Indonesia. Mobil itu memang jadi andalan Hyundai untuk masuk ke segmen yang belum dimainkan oleh pabrikan lain, termasuk dari Tiongkok, yakni segmen high performance EV.
Permintaan segmen mobil sport premium, apalagi untuk mobil bertenaga listrik, kata dia, memang masuk ke kategori niche market. Namun, Hyundai meyakini pasarnya ada dan diproyeksikan segmen tersebut punya potensi untuk tumbuh. ”Kami melihat segmen pasar kendaraan sport premium di segmen kendaraan listrik punya peminat. Meski tak sebesar kendaraan listrik pada umumnya, namun pasarnya tetap ada,” terang dia.
Hal itu yang membuat HMID optimistis. ”Apalagi mobil ini bisa diproduksi di pabrik kami di Indonesia. Terbukti sejak diluncurkan di pameran otomotif GIIAS 2024, permintaannya sudah lebih dari 100 unit,” ujar Budi.
Dia menambahkan, HMID juga mulai mengirimkan mobil tersebut ke pembelinya secara bertahap sejak pekan lalu dan akan terus dilakukan hingga akhir tahun untuk memenuhi kuota pemesanan. Pihaknya tidak mengalami kendala apapun untuk memenuhi kuota pesanan. ”Kapasitas produksi pabrik kami di Cikarang masih sangat besar. Jadi, untuk isu pemenuhan kuota, tidak ada masalah dan bisa diatasi dengan cepat. Tapi, karena ini adalah mobil dengan performa tinggi, tentu produksinya juga dilakukan dengan saksama,” bebernya.
Terkait profil pembelinya, Budi menegaskan bahwa bukan hanya pemilik mobil listrik saja yang tertarik membeli mobil tersebut. Namun, mereka yang ingin merasakan sensasi mobil performa tinggi, khususnya kendaraan listrik, yang bisa digunakan setiap hari. ”Mayoritas permintaannya masih didominasi kota besar, terutama Jakarta,” bebernya.
Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester satu 2024 mobil listrik berhasil terjual 11.940 unit. Capaian itu mengalami kenaikan sebesar 104,13 persen dibanding periode yang sama pada 2023, yaitu sebanyak 5.849 unit. Meski target tahun ini dapat tercapai, penjualan mobil listrik baru masih jauh dari target pemerintah, yakni sebesar 50.000 unit hingga akhir 2024. (agf/fal)
Editor : Hendra