Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

RS Pusat Otak Nasional Kolaborasi Dokter Indonesia dan Arab Saudi, Hadapi Tantangan Penyakit Saraf di Masa Depan

Hilmi Setiawan • Rabu, 13 November 2024 | 13:00 WIB

Delegasi dokter dari Arab Saudi menyampaikan paparan di RS Pusat Otak Nasional (RSPON) di Jakarta (12/11). Hilmi/Jawa Pos
Delegasi dokter dari Arab Saudi menyampaikan paparan di RS Pusat Otak Nasional (RSPON) di Jakarta (12/11). Hilmi/Jawa Pos

JawaPos.com - Indonesia dan Arab Saudi menjajaki kerjasama di sektor penanganan penyakit neurologi atau saraf. Kerjasama itu dijalankan oleh King Salman Humanitarian Aid & Relief Center (KSRelief) dengan RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. Mahar Mardjono. Sejumlah dokter ahli saraf dari Saudi, secara khusus menyampaikan pemaparan penanganan kasus neurologi di RSPON Jakarta, (12/11/2024). 

Direktur Pelayanan Medik RS Pusat Otak Nasional (RSPON) dr Reza Arpandy SpS mengatakan kunjungan para dokter ahli neurologi dari Saudi itu untuk menjajaki peluang kerjasama. Rencananya kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, serta pelayanan kepada pasien. 

"Area kerjasama cukup besar," katanya. Untuk itu nantinya akan dibahas lebih lanjut, soal kerjasama yang lebih spesifik. Seperti pertukaran tenaga kesehatan antara RSPON dengan RS di Arab Saudi. Sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan. 

Baca Juga: Lima Pilihan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Tangerang Selatan, Cek Rincian Layanan, Fasilitas, Hingga Proses BPJS dan Asuransi

RSPON dilirik oleh pihak Saudi, karena selama ini melayani kasus saraf atau bedah saraf yang sangat banyak. Bisa jadi ada kasus-kasus penyakit saraf tertentu, yang belum pernah terjadi di Saudi. Begitupun sebaliknya, ada kasus saraf yang spesifik di Saudi sehingga menjadi ilmu baru bagi tenaga kesehatan dari RSPON. 

Lebih lanjut Reza mengatakan selama ini kasus yang banyak mereka tangani adalah penyakit stroke. Tetapi dengan perkembangan layanan kesehatan terkini, sejumlah RS di daerah-daerah juga sudah cukup baik dalam melayani kasus stroke. 

"Ke depan kasus stroke akan menurun. Yang meningkat kasus degeneratif, atau penyakit karena usia tua," jelasnya. Penyakit degeneratif itu seperti demensia atau pikun. Kemudian penyakit gangguan gerak seperti parkinson. Dia menyampaikan penyakit neurologi itu bisa terkait dengan saraf di otak maupun saraf tepi.

Baca Juga: Rekomendasi Rumah Sakit di Bintaro, Mulai Khusus Ibu dan Anak hingga Rumah Sakit Tipe A Lengkap dengan Layanan Unggulan Ada Disini!

 
Editor : Hendra
#arab saudi #rs pon