Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengenal Teknologi Psikometri yang Mulai Diseriusi di Indonesia, Ternyata Ini Fungsinya

Rian Alfianto • Minggu, 13 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Ilustrasi - Mengenali perilaku seseorang melalui teknologi psikometri. (Dok. Assessment Systems)
Ilustrasi - Mengenali perilaku seseorang melalui teknologi psikometri. (Dok. Assessment Systems)
 
JawaPos.com - Berjalan beriringan dengan tren teknologi yang ada, saat ini bermunculan bidang-bidang ilmu baru yang tujuannya adalah membantu kehidupan kita. Salah satunya yang sekarang mulai dikenal adalah teknologi psikometri.
 
Lalu, apa itu teknologi psikometri? Pertama, kita harus tahu dulu apa itu psikometri.
 
Psikometri yang berasal dari kata Yunani untuk mental dan pengukuran, merujuk pada bidang psikologi yang dikhususkan untuk pengujian, pengukuran, penilaian, dan aktivitas terkait. Bidang psikometrika membahas teori dan teknik pengukuran psikologis, yang mengukur pengetahuan, kemampuan, sikap, dan ciri kepribadian, menurut American Psychological Association (APA).
 
Ilmuwan riset yang juga disebut psikometrika, menciptakan instrumen yang valid dan andal secara ilmiah (seperti kuesioner dan tes) untuk mengumpulkan data dan memberikan ukuran kuantitatif. 
 
Saat ini, banyak pemberi kerja menggunakan tes berdasarkan prinsip psikometrika untuk berfungsi sebagai alat penyaringan pra-perekrutan dan untuk menyelaraskan karyawan yang ada dengan peran pekerjaan yang paling sesuai dengan tipe kepribadian mereka. 
 
 
Dilansir dari SNHU, ada beberapa jenis tes psikometrik yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian akademis Anda, keterampilan terkait pekerjaan, sikap terhadap orang lain, dan sejauh mana Anda dapat mengatasi tuntutan pekerjaan.
 
Sementara teknologi psikometri sendiri mengacu pada penerapan teknologinya. Peran teknologi yang terus berkembang dalam pengujian psikometrik telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam cara penilaian dilakukan dan ditafsirkan. 
 
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Selection and Assessment, pengujian psikometrik yang didukung teknologi telah terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam mengevaluasi kemampuan kognitif dan ciri kepribadian kandidat. 
 
Dengan integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan algoritma pembelajaran mesin, pengujian ini kini dapat menganalisis lebih banyak data dalam waktu yang lebih singkat, sehingga menghasilkan hasil yang lebih andal dan tepat untuk berbagai keperluan yakni mengukur perilaku manusia dan memperkirakan kemungkinan keberhasilan seseorang dalam posisi tertentu dengan lebih baik.
 
Lebih jauh, sebuah laporan oleh Association of Test Publishers menyoroti bahwa penggunaan teknologi dalam pengujian psikometrik juga telah meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas bagi peserta tes. Platform daring dan aplikasi seluler telah membuat penilaian lebih mudah dan ramah pengguna, sehingga meningkatkan tingkat partisipasi dan mengurangi bias dalam proses evaluasi. 
 
Di Indonesia sendiri, teknologi psikometri mulai diseriusi Salah satunya adalah Talentlytica, perusahaan solusi assessment online berbasis data dan analytics di Indonesia yang ikut tampil di International Conference on Assessment and Learning (ICAL) 2024 di Bali baru-baru ini.
 
Novita Sari, Talent Scientist di Talentlytica mengemukakan hasil risetnya mengenai “Psychometric Properties of the Pauline Test: A Next Generation Work Aptitude Test on the Talentlytica Platform,” menyoroti proses pengembangan dan validasi yang ketat di balik Pauline Test.
 
“Dikembangkannya Pauline merupakan bukti komitmen Talentlytica dalam memanfaatkan data dan teknologi untuk menciptakan solusi asesmen inovatif yang dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi terbaik sumber daya manusianya.” ujar Novita Sari melalui keterangannya.
 
Menurutnya, riset Talentlytica menunjukkan bahwa Pauline yang merupakan inovasi dari Tes Pauli konvensional, tidak hanya reliabel dan valid, tetapi juga menawarkan keuntungan praktis yang signifikan dibandingkan alat ukur konvensional berbasis kertas, seperti proses penilaian yang lebih cepat, akurat, dan memberi pengalaman menarik bagi peserta tes.
 
 
 
Editor : Hendra
#psikometri