8 Sifat Kepribadian Orang yang Sering Lupa Membalas Pesan Menurut Psikologi

Mohammad Maulana Iqbal • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:42 WIB
Ilustrai orang yang lupa balas pesan (Magnific)
Ilustrai orang yang lupa balas pesan (Magnific)

 

JawaPos.com - Sering lupa membalas pesan ternyata bukan selalu tanda malas atau cuek. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, notifikasi pesan justru bisa memicu stres, sehingga mereka cenderung menundanya hingga akhirnya benar-benar terlupa.

Cara seseorang merespons pesan sangat dipengaruhi oleh kepribadiannya, ada yang langsung membalas seketika, ada pula yang membiarkannya begitu saja.

Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (23/9), berikut adalah delapan sifat khas yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang sering lupa membalas pesan.

Baca Juga: 7 Kelebihan dan Ciri Unik Orang yang Suka Overthinking Menurut Psikologi

1. Sangat Mudah Teralihkan Perhatiannya

Notifikasi pesan baru memang dirancang untuk menarik perhatian otak, namun tidak semua orang meresponsnya dengan cara yang sama.

Sebagian orang berniat membalas setelah menyelesaikan aktivitas yang sedang dilakukan, namun berbagai hal lain datang mengalihkan perhatian mereka.

Yang ironis, terlalu banyak waktu di depan layar justru semakin memperparah kemampuan seseorang untuk tetap fokus pada satu hal.

2. Selalu Mencari Hal Baru yang Lebih Menarik

Beberapa orang selalu mengejar stimulasi baru yang bisa menarik perhatian mereka, dan psikolog menyebut ini sebagai perilaku novelty-seeking.

Pesan teks yang masuk terasa menarik hanya beberapa detik sebelum perhatian langsung berpindah ke sesuatu yang lebih merangsang.

Membalas pesan terasa membosankan bagi mereka sehingga aktivitas ini menjadi yang terakhir ingin dilakukan sepanjang hari.

3. Memiliki Kecemasan Sosial

Pesan teks pada dasarnya adalah bentuk percakapan sosial, sehingga bagi penderita kecemasan sosial hal ini bukan sesuatu yang sepele.

Ada orang yang merasakan kecemasan spesifik terhadap aktivitas berkirim pesan dan memilih tidak membalas untuk menghindari pemicunya.

Setiap orang bereaksi berbeda terhadap interaksi sosial, baik secara langsung maupun melalui layar ponsel sekalipun.

Baca Juga: Menurut Psikologi, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bikin Mental Kamu Makin Rapuh

4. Cenderung Menghindari Emosi yang Kuat

Tidak semua pesan masuk bersifat netral karena sebagian justru mengandung muatan emosional yang berat untuk diproses.

Orang yang mengandalkan penghindaran emosional cenderung menunda membalas pesan yang memicu perasaan tidak nyaman bagi mereka.

Kebiasaan penghindaran ini sebenarnya merusak hubungan dan kesehatan mental dalam jangka panjang tanpa disadari pelakunya.

5. Perfeksionisme yang Menghambat Tindakan

Perfeksionisme tidak hanya menyentuh pekerjaan besar tetapi juga hal sekecil memilih kata-kata yang tepat untuk membalas pesan.

Seseorang dengan standar yang tidak realistis bisa berkali-kali mengetik dan menghapus balasan karena dianggap belum cukup sempurna.

Prokrastinasi adalah teman setia perfeksionisme karena tidak berbuat apa-apa terasa lebih aman daripada melakukan sesuatu yang tidak sempurna.

6. Kesulitan Berpindah dari Satu Tugas ke Tugas Lain

Penelitian bertahun-tahun membuktikan bahwa otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk berpindah antar tugas dengan mudah dan cepat.

Bagi mereka yang merasa perpindahan tugas ini sangat menyulitkan, berhenti sebentar untuk membalas pesan terasa sangat mengganggu konsentrasi.

Mereka belajar untuk menunda balasan agar fokus tidak hilang, namun akibatnya pesan itu tidak pernah dibalas sama sekali.

7. Mudah Masuk ke Kondisi Hyperfocus

Hyperfocus adalah kondisi di mana seseorang sangat terbenam dalam satu aktivitas hingga segala sesuatu di sekitarnya menghilang dari kesadaran.

Ketika seseorang berada dalam kondisi ini, notifikasi pesan baru pun tidak mampu menembus lapisan konsentrasi yang sangat dalam itu.

Bukan kurang perhatian yang membuat mereka lupa membalas, melainkan justru terlalu banyak perhatian yang dicurahkan pada satu hal.

Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Gampang Tersipu Menurut Psikologi

8. Sering Merasa Kewalahan oleh Banyaknya Hal

Stres kronis membuat tubuh seseorang terus-menerus berada dalam mode bertarung atau lari yang menguras kapasitas berpikir secara keseluruhan.

Dalam kondisi ini, membalas pesan jelas bukan prioritas karena pikiran mereka sedang berjuang keras hanya untuk bertahan.

Otak yang berada dalam mode kelangsungan hidup akan mengabaikan semua hal yang tidak dianggap mendesak atau krusial saat itu.

 

Editor : Candra Mega Sari
lupa membalas pesan kepribadian sifat psikologi