Sempat Malu saat Latihan, Raisa Akhirnya Percaya Diri Perankan Srikandi

Glandy • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Penampilan Raisa sebagai Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/08/2026). Pertunjukan seni kolosal yang mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara itu menampilkan gambaran budaya Indonesia dengan mengangkat soal perlawanan kekerasan terhadap perempuan. Raisa Andriana untuk kali pertama memerankan Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Ia sempat malu saat latihan dialog. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Penampilan Raisa sebagai Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/08/2026). Pertunjukan seni kolosal yang mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara itu menampilkan gambaran budaya Indonesia dengan mengangkat soal perlawanan kekerasan terhadap perempuan. Raisa Andriana untuk kali pertama memerankan Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Ia sempat malu saat latihan dialog. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com – Penyanyi Raisa Andriana tampil berbeda dalam Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026. Untuk kali pertama, Raisa tidak hanya bernyanyi, tetapi juga berakting dan menari dengan memerankan tokoh Srikandi dalam cerita Hikayat Srikandi Nusantara.

Di atas panggung Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 21–23 Agustus lalu, Raisa menjelma menjadi Srikandi, sosok perempuan pemberani dan tangguh yang mengumpulkan pasukannya untuk melawan penindasan. Atasan berkorset merah, mahkota emas, dan busur di tangan menyulap Raisa menjadi pendekar perempuan dalam kisah Mahabharata tersebut.

Dalam salah satu adegan, Raisa bermonolog menghadap penonton. ”Para Srikandi Nusantara, aku memanggilmu. Kobarkan semangat, maju bersama,” katanya.

Raisa kemudian memimpin sepasukan penari perempuan yang berpenampilan mirip dirinya sebelum menyanyikan lagu Cahaya Hati. Nada tinggi di bagian akhir lagu turut menonjolkan kualitas vokalnya.

Proses menuju karakter Srikandi bukan hal mudah. Raisa harus beradaptasi dengan tuntutan seni pertunjukan melalui serangkaian latihan. Mulai menghafal dialog, melakukan blocking, hingga menari. Hal-hal tersebut relatif jarang dilakukan Raisa ketika membawakan lagu-lagu pop romantis.

Pelantun Bila itu mengaku sempat merasa malu ketika pertama kali berlatih mengucapkan dialog sebagai Srikandi. Apalagi, karakter Srikandi yang gagah cukup berbeda dengan persona panggung dan musik Raisa yang cenderung lembut dan melankolis.

”Setiap aku latihan, habis setiap satu kata, malu gitu. Sekarang kayak, wah, udah pede,” kata Raisa dalam konferensi pers seusai pergelaran di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8).

Bagi Raisa, memerankan Srikandi bukan sekadar mencoba kemampuan akting dan tari. Dia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan tentang keberanian perempuan melawan penindasan.

Respons penonton berupa tepuk tangan saat dialog Srikandi disampaikan menjadi salah satu hal yang membuatnya merasa pesan tersebut diterima.

”Penonton benar-benar tepuk tangannya pakai hati banget,” ungkapnya.

Raisa mengaku bangga dapat membawa pesan tentang ketangguhan perempuan melalui panggung PSM 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut bukan sekadar pengalaman tampil dalam pergelaran yang kaya akan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan penting di tengah kondisi Indonesia saat ini. (nad/len)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Raisa Andriana Srikandi Pagelaran Sabang Merauke