Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

6 Tanda Kesehatan Mental Terganggu Menurut Psikologi, Waspadai Kebiasaan Ini!

Mohammad Maulana Iqbal • Senin, 20 Juli 2026 | 19:37 WIB
Ilustrasi tanda kesehatan mental sedang terganggu (Magnific)
Ilustrasi tanda kesehatan mental sedang terganggu (Magnific)

 

JawaPos.com - Psikologi kerap mengungkap bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari sebenarnya menjadi tanda kesehatan mental sedang terganggu.

Banyak orang menganggap rasa lelah dan malas sebagai hal biasa, padahal itu bisa menjadi tanda tersembunyi.

Kesehatan mental yang terganggu sering tidak disadari karena gejalanya muncul secara perlahan.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (20/7), ada enam tanda menurut psikologi yang perlu diperhatikan sebelum kondisi semakin memburuk.

Baca Juga: 8 Ucapan Orang Cerdas yang Pura-Pura Tidak Tahu demi Jaga Hubungan Menurut Psikologi

1. Selalu Merasa Lelah dan Lesu

Rasa lelah yang terus-menerus sering kali dipicu oleh kualitas tidur yang buruk. Pikiran yang terus berputar membuat tubuh sulit masuk ke fase tidur nyenyak.

Bahkan setelah tidur cukup lama, tubuh masih terasa butuh istirahat lebih banyak.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelelahan mental akibat emosi seperti sedih, marah, atau cemas.

Otak yang bekerja tanpa henti akhirnya melambat karena beban pikiran yang menumpuk.

2. Mengisolasi Diri Jadi Satu-satunya Cara Menjaga Emosi Tetap Stabil

Banyak orang memilih mengurung diri sebagai cara menjaga emosi tetap terkendali. Kebiasaan menjauh dari orang terdekat ini dikenal sebagai bentuk avoidance coping.

Pola ini kerap menjadi tanda tersembunyi dari masalah kesehatan mental yang belum diakui. Menyendiri sesekali memang wajar dan penting untuk mengisi ulang energi.

Namun menutup diri secara terus-menerus dapat menghambat proses pemulihan emosional.

Baca Juga: 10 Ucapan yang Tanpa Sadar Jadi Tanda Hubungan Mulai Retak Menurut Psikologi

3. Pikiran Terus Dipenuhi Overthinking

Pikiran yang terus berputar biasanya mengarah pada bayangan skenario terburuk. Kebiasaan ini membuat seseorang sulit melihat hal baik yang sedang terjadi.

Rumination atau pikiran berulang kerap dikaitkan dengan gangguan kecemasan dan depresi.

Rasa waspada sebenarnya wajar karena berkaitan dengan respons alami tubuh terhadap ancaman.

Namun overthinking yang berlebihan dapat memicu kesulitan fokus dan kebutuhan validasi terus-menerus.

4. Hari-Hari Terasa Hampa Tanpa Semangat

Setiap hari mulai terasa seperti rutinitas yang harus dilewati begitu saja. Rasa hampa ini bisa muncul meski tidak ada kejadian buruk yang menimpa.

Kondisi mati rasa semacam ini sering dipicu oleh stres kronis atau kesedihan mendalam. Kebiasaan bersyukur atas hal kecil dipercaya mampu mengurangi rasa hampa tersebut.

Praktik ini juga terbukti membantu menurunkan gejala depresi dan tekanan darah.

5. Merasa Asing dengan Diri Sendiri

Perubahan sikap drastis biasanya muncul setelah terjadi peristiwa besar dalam hidup. Perubahan itu tidak selalu berarti negatif meski tetap terasa berat dijalani.

Kehilangan jati diri semacam ini sering menjadi tanda kelelahan akibat burnout. Istirahat cukup dan memperhatikan diri sendiri dapat membantu memulihkan kondisi ini.

Perubahan pada diri bukan berarti buruk, melainkan proses menuju versi baru yang lebih kuat.

6. Hal yang Dulu Disukai Kini Terasa Melelahkan

Kegiatan yang dulu menyenangkan kini berubah menjadi sesuatu yang membosankan. Hobi yang biasa dinikmati mulai terasa seperti beban dan kewajiban semata.

Ponsel sering menjadi pelarian utama lewat kebiasaan scroll tanpa henti.

Hilangnya minat ini biasanya berkaitan dengan kondisi kelelahan emosional yang mendalam.

Menyusun rencana kegiatan sosial secara bertahap dapat membantu menumbuhkan kembali semangat yang hilang.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Editor : Candra Mega Sari
terganggu tanda kesehatan mental kebiasaan psikologi