Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Jangan Simpan 3 Makanan Ini Lebih dari 2 Hari di Kulkas, Bisa Jadi Racun!

Rabbany Wanadriani • Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi makanan yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam kulkas lebih dari 48 jam (Magnific)
Ilustrasi makanan yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam kulkas lebih dari 48 jam (Magnific)

JawaPos.com - Beberapa jenis makanan ternyata bisa berubah menjadi ancaman bagi kesehatan hanya dalam waktu dua hari setelah disimpan.

Meski selalu diletakkan di dalam kulkas, makanan-makanan ini tetap berisiko menimbulkan masalah kesehatan. 

Melansir dari EatingWell, berikut adalah tiga jenis makanan yang sebaiknya tidak Anda simpan di dalam kulkas lebih dari 48 jam.

Baca Juga: 4 Makanan Kaya Vitamin E yang Wajib Dikonsumsi untuk Jantung dan Kulit Sehat

1. Daging dan Makanan Laut yang Kurang Matang

Protein hewani yang belum dimasak sepenuhnya dapat menimbulkan peningkatan risiko keamanan pangan karena bakteri seperti E. coli, Listeria, atau Salmonella.

Bakteri berbahaya ini, yang mati ketika makanan dimasak hingga suhu yang aman, mungkin tidak hancur ketika makanan dimasak pada suhu yang lebih rendah.

Itulah mengapa banyak restoran menyertakan peringatan di menu mereka bahwa mengonsumsi daging atau makanan laut yang kurang matang dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Bakteri menggunakan protein ini sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh dan berkembang biak.

Sebaiknya panaskan kembali makanan ini hingga suhu yang aman (minimal 74°C) dan jangan menyimpannya terlalu lama di lemari es.

2. Salad

Sayuran mentah yang disimpan di lingkungan lembap dan berjamur bisa sama berbahayanya dengan daging.

Sayangnya, sayuran berdaun hijau termasuk makanan yang paling sering terkontaminasi oleh E. coli, Listeria, Salmonella, dan norovirus.

Setelah sayuran dipotong, jaringan tanaman yang rusak melepaskan kelembapan dan nutrisi yang lebih mudah mendukung pertumbuhan bakteri daripada daun yang utuh.

Artinya, semakin lama salad disimpan di kulkas, semakin tinggi risiko terkena penyakit.

3. Nasi dan Pasta

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus sering disebut sindrom nasi goreng.

Salah satu penyebab utama sindrom nasi goreng adalah pendinginan nasi yang tidak tepat.

Hal ini karena membiarkan nasi atau pasta pada suhu ruangan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri pembentuk spora untuk berkembang biak.

Spora dapat bertahan hidup saat dimasak. Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, spora dapat berkecambah dan menghasilkan racun pemicu muntah atau diare.

Baca Juga: Bikin Kulit Cerah, Ini 5 Makanan Pagi yang Bagus Dikonsumsi saat Perut Kosong

Editor : Candra Mega Sari
#menyimpan makanan di kulkas #masalah kesehatan #makanan