Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kenapa Dilarang Puasa? Ini Makna Hari Tasyrik dalam Tradisi Islam Setelah Idul Adha

Risma Azzah Fatin • Jumat, 29 Mei 2026 | 21:06 WIB
Hari Tasyrik dikenal sebagai rangkaian hari setelah perayaan Idul Adha (Magnific)
Hari Tasyrik dikenal sebagai rangkaian hari setelah perayaan Idul Adha (Magnific)
 

JawaPos.com - Hari Tasyrik merupakan rangkaian hari setelah perayaan Idul Adha yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim. Pada momen ini, masyarakat Muslim dianjurkan untuk menikmati hidangan daging kurban sekaligus mengolahnya secara bijaksana. 

Melansir dari laman About Islam, secara historis Hari Tasyrik erat kaitannya dengan tradisi pengawetan daging sebelum adanya teknologi pendingin. Pada masa itu, masyarakat mengiris daging kurban, melumurinya dengan garam, lalu menjemurnya di bawah terik matahari agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Istilah tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan cahaya atau sinar matahari, merujuk pada proses pengawetan melalui penjemuran. Namun, praktik ini sekarang mulai jarang dilakukan, terutama di kalangan jemaah haji karena perkembangan teknologi telah menghadirkan metode penyimpanan daging yang lebih modern dan praktis.

Baca Juga: Anti Alot dan Prengus! Ini 12 Cara Memasak Daging Kurban agar Empuk Sempurna

Pada Hari Tasyrik, umat Muslim dilarang untuk berpuasa. Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk menikmati perayaan Idul Adha dengan makan dan mengolah daging kurban.

Hikmah di balik hari istimewa ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi para jemaah haji merayakan musim haji, sekaligus menganjurkan mereka memakan daging yang telah mereka persembahkan karena Allah SWT.

Di masa lalu, jemaah haji biasanya datang dari tempat yang sangat jauh, dan bagi mereka, daging merupakan santapan yang sangat mewah dan berharga. Kini, ketika daging telah tersedia dalam jumlah yang melimpah, mereka didorong untuk mengonsumsinya selama hari raya tanpa perlu merasa bersalah.

Dulu, berjalan-jalan di sekitar perkemahan Mina menyuguhkan pemandangan yang khas: asap mengepul di mana-mana dan aroma daging panggang yang semerbak menusuk hidung.

Puasa pada Hari Tasyrik hanya diperbolehkan bagi jemaah haji yang tidak mampu berkurban. Jemaah wajib berpuasa selama tiga hari selama pelaksanaan haji dan tujuh hari sisanya setelah tiba kembali di Tanah Air.

Hari Tasyrik sendiri berlangsung minimal selama dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Sementara itu, hari ke-13 Zulhijah menjadi hari sunah bagi mereka yang ingin memperpanjang masa Hari Tasyrik.

Baca Juga: 11 Adab Bertamu Lebaran yang Harus Dijaga, Jangan Sampai Bikin Tuan Rumah Risih!

Editor : Candra Mega Sari
#hari tasyrik #daging kurban #idul adha #muslim