JawaPos.com - Kortisol sering dijuluki sebagai hormon stres karena perannya yang krusial bagi tubuh, mulai dari mengatur metabolisme hingga menyeimbangkan kadar gula darah.
Diproduksi oleh kelenjar adrenal, hormon ini sebenarnya sangat kita butuhkan untuk menjaga energi dan membantu tubuh merespons situasi sulit.
Namun, kita perlu waspada jika kadar kortisol tetap tinggi dalam jangka panjang. Kondisi kronis ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas, hipertensi, insomnia, hingga masalah mental seperti depresi dan kecemasan.
Selain itu, kortisol yang berlebih berisiko melemahkan imun, tulang, dan otot. Melansir dari NDTV, tanpa disadari ada beberapa kebiasaan harian yang justru memicu lonjakan hormon ini terus-menerus.
Baca Juga: Cegah Kurang Darah! Inilah 6 Jenis Buah Sumber Zat Besi agar Tubuh Tetap Bugar
1. Melewatkan Sarapan
Melewatkan sarapan dapat menyebabkan peningkatan produksi kortisol.
Ketika Anda melewatkan sarapan, tubuh menganggapnya sebagai pemicu stres, yang menyebabkan peningkatan kadar kortisol untuk memobilisasi cadangan energi.
Kondisi yang meningkat ini dapat memiliki efek negatif sepanjang hari, termasuk peningkatan nafsu makan dan keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat.
2. Konsumsi Kafein Berlebihan
Meskipun banyak orang mengandalkan kafein untuk memulai hari atau tetap waspada, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.
Kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat menciptakan respons stres bahkan tanpa adanya stres fisik.
Dosis besar secara teratur dapat membuat Anda merasa gelisah atau cemas, yang selanjutnya memperburuk produksi kortisol.
3. Kurang Tidur
Tidur berkualitas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar kortisol.
Ketika Anda kurang tidur atau kualitas tidur buruk, tubuh akan mengalami stres, yang mengakibatkan produksi kortisol berlebihan.
Kurang tidur dapat memicu siklus di mana peningkatan kortisol membuat Anda semakin sulit tertidur, yang menyebabkan lebih banyak stres dan kelelahan.
4. Mengabaikan Aktivitas Fisik
Olahraga teratur diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres dan mendukung berat badan yang sehat.
Namun, mengabaikan aktivitas fisik atau melakukan latihan yang terlalu intens tanpa pemulihan yang memadai dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.
Tubuh Anda mungkin merespons olahraga intens sebagai pemicu stres, yang mengakibatkan lonjakan kortisol sementara.
5. Terus-menerus Memeriksa Ponsel
Di dunia yang sangat terhubung ini, mudah sekali untuk terpaku pada perangkat elektronik.
Notifikasi dan pembaruan media sosial yang terus-menerus menciptakan stres tingkat rendah yang konstan dan berkontribusi pada peningkatan kadar kortisol.
Tekanan untuk merespons dan tetap terhubung dapat menyebabkan kelelahan mental dan peningkatan kecemasan.
Baca Juga: Sering Dianggap Remeh, Ternyata Ini 5 Manfaat Rutin Mengonsumsi Mentimun
Editor : Candra Mega Sari