Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Wajib Tahu! Manfaat Puasa Intermiten bagi Wanita dan Risiko yang Perlu Diwaspadai Sebelum Memulai

Cicilia Margarettha • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:00 WIB

Ilustrasi puasa intermiten (Dok. Freepik)
Ilustrasi puasa intermiten (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Puasa intermiten kini semakin populer sebagai strategi untuk meningkatkan kesehatan metabolik. Pola ini dilakukan dengan membatasi jendela waktu makan, seperti metode 16:8 yang cukup umum digunakan. Namun, kelayakan metode ini bagi wanita masih sering diperdebatkan, terutama terkait dampaknya terhadap keseimbangan hormon.

Melansir dari laman YourTango, meski terbukti efektif membantu pembakaran lemak, puasa intermiten memiliki efek yang berbeda pada setiap orang. Bagi wanita, fluktuasi hormon dan siklus menstruasi menjadi faktor penentu apakah metode ini cocok atau tidak.

Penelitian terbaru bahkan mengingatkan adanya risiko gangguan siklus jika tubuh merespon puasa secara negatif. Namun, jika dijalankan secara bijak bersama nutrisi yang tepat, puasa intermiten menawarkan beberapa keuntungan kesehatan utama, yaitu:

1. Pengaturan Berat Badan dan Sensitivitas Insulin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan lemak tubuh dengan meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu tubuh mengoptimalkan penggunaan lemak sebagai sumber energi.

2. Potensi Menurunkan Risiko Penyakit Metabolic

Mekanisme puasa, seperti periode tanpa makan lebih lama, dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan proses pemulihan seluler seperti autophagy, yang berperan penting dalam kesehatan jangka panjang.

Walaupun demikian, perlu diingat bahwa mayoritas data ini berasal dari penelitian jangka pendek atau studi populasi umum, dan belum cukup kuat untuk semua kelompok usia atau kondisi kesehatan tertentu.

Di sisi lain, puasa intermiten juga memiliki potensi efek negatif yang lebih menonjol pada sebagian wanita:

- Efek pada Hormon dan Siklus Menstruasi

Review ilmiah terbaru menyebutkan bahwa puasa intermiten bisa mempengaruhi hormon reproduksi dan ritme menstruasi jika dilakukan tanpa penyesuaian individual.

Variabilitas respons ini bergantung pada durasi puasa, status metabolik, dan kondisi hormonal awal.

- Risiko Penurunan Glukosa dan Energi

Wanita cenderung lebih sensitif terhadap perubahan pola makan ekstrem jika dilakukan dengan tidak tepat.

Laporan ahli nutrisi menunjukkan puasa yang terlalu lama atau terlalu sering dapat menyebabkan kelelahan, iritabilitas, bahkan disfungsi tidur, tergantung kebutuhan energi individu.

- Tantangan Penerapan Sosial dan Gaya Hidup

Pembatasan waktu makan bisa mempengaruhi kehidupan sosial, serta menimbulkan tekanan psikologis jika seseorang terlalu terfokus pada jam makan tertentu.

Beberapa pakar kesehatan menyarankan bahwa pendekatan puasa intermiten harus dipertimbangkan secara individual, terutama bagi wanita yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki gangguan hormonal seperti PCOS.

Konsultasi dengan profesional kesehatan selalu disarankan sebelum memulai pola ini, agar terkontrol terkait puasa intermiten dan memahami efek jangka panjangnya secara komprehensif.

Sampai saat itu, prinsip utama yang direkomendasikan adalah mendengarkan tubuh, memperhatikan sinyal fisiologis, dan tidak memaksakan pola yang berpotensi merugikan kesehatan.

Puasa intermiten bisa layak untuk beberapa wanita jika dilakukan dengan perencanaan yang matang dan pengawasan ahli, namun juga memiliki risiko yang tidak boleh diabaikan, terutama terkait hormon, siklus menstruasi, dan energi harian.

Pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu tetap menjadi kunci utama dalam menentukan apakah puasa intermiten cocok untuk seorang wanita.

Baca Juga: 6 Tips Diet Sehat agar Tubuh Tetap Segar dan Tidak Cepat Lemas

Editor : Candra Mega Sari
#wanita #puasa intermiten #Intermittent fasting #efek negatif #manfaat puasa intermiten