JawaPos.com – Air itu sumber kehidupan, tapi apa jadinya kalau air yang kita minum justru jadi sumber penyakit?
Sayangnya, merebus air saja kadang tidak cukup, apalagi jika infrastruktur di lingkungan kita sudah tua atau air tanahnya tercemar. Penyakit yang menular lewat air itu nyata dan berbahaya.
Nah, supaya keluarga tetap aman, kita harus memastikan sistem pemurnian air di rumah benar-benar ampuh.
Melansir dari laman Healthshots, ini dia 6 tips penting untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui air.
1. Kenali Sumber Air
Memahami kualitas air di rumah sangat penting. Apakah sumbernya dari air tanah, pasokan kota, atau lainnya?
Setiap sumber memiliki potensi kontaminan tersendiri, mulai dari bahan kimia terlarut hingga pengotor mikroba.
Sebelum berinvestasi pada pemurni air, luangkan waktu sejenak untuk menilai profil air Anda.
Dengan menyesuaikan pilihan dengan sumber air, Anda akan lebih siap untuk menikmati air minum yang bersih dan aman.
2. Uji Kualitas Air
Seberapa yakin air Anda aman? Pengujian tahunan dapat menghilangkan dugaan tentang kualitas air.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak rumah tangga gagal menguji air mereka, dengan berasumsi bahwa pasokan airnya bersih.
Pengujian rutin memungkinkan Anda untuk mendasarkan pilihan pada bukti daripada asumsi sehingga meningkatkan perlindungan terhadap penyakit yang ditularkan melalui air.
3. Pilih Teknologi Pemurnian yang Tepat
Menjelajahi berbagai pilihan alat penjernih air bisa terasa membingungkan.
Selalu pilih sistem bersertifikasi yang telah menjalani pengujian ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Sangat penting memasangkan teknologi yang tepat dengan kebutuhan air Anda untuk mencapai pemurnian yang optimal.
4. Simpan Air yang Telah Dimurnikan dengan Aman
Air yang sudah dimurnikan pun bisa menjadi berbahaya jika disimpan dengan tidak benar.
Misalnya, menggunakan wadah yang tidak bersih dapat memasukkan kontaminan baru.
Untuk memastikan air Anda tetap aman, gunakan botol yang bersih dan tertutup.
Hindari kontak langsung tangan saat menuang, bersihkan dispenser dan wadah secara teratur.
Menjaga kebersihan sama pentingnya dengan proses pemurnian itu sendiri.
5. Jaga Kebersihan Sumber Air
Pemurni air bekerja dengan baik, tetapi bagaimana dengan lingkungan sekitarnya?
Keran, dispenser, dan saluran keluar pemurni dapat mengakumulasi bakteri dan kotoran seiring waktu.
Dengan memprioritaskan kebersihan di titik-titik ini, Anda dapat mencegah air yang telah dimurnikan terkontaminasi kembali.
Membersihkan dengan cepat menggunakan disinfektan dapat sangat membantu.
6. Tetap Waspada Selama Perubahan Musim
Kualitas air berfluktuasi sesuai musim. Misalnya, selama musim hujan, risiko kontaminasi mikroba dapat meningkat secara signifikan.
Melakukan pengecekan musiman secara proaktif dapat membantu Anda mengidentifikasi variasi kualitas air sehingga memungkinkan perawatan dan penggantian filter tepat waktu.
Editor : Candra Mega Sari