JawaPos.com – Tinggi badan memang faktor bawaan, tetapi penampilan dapat dipengaruhi oleh pilihan gaya sehari-hari. Menghindari kesalahan berpakaian tertentu membantu menciptakan ilusi tubuh lebih jenjang dan proporsional.
Kesalahan gaya berpakaian adalah cara berpakaian yang justru menutupi proporsi tubuh alami dan memberi kesan lebih pendek. Pengetahuan ini penting agar setiap potongan pakaian dapat mendukung tampilan lebih seimbang.
Memahami detail gaya berbusana membantu memaksimalkan potensi tampilan sehari-hari. Penampilan yang tepat memberi kesan lebih tinggi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berbagai kesempatan.
Berikut 7 kesalahan gaya berpakaian yang membuat tubuh terlihat lebih pendek dan cara praktis memperbaikinya dilansir dari laman Real Men Real Style, Senin (8/9):
1. Abaikan Ukuran yang Tepat
Pakaian yang kebesaran akan membuat tubuh terlihat lebih kecil. Kemeja longgar, celana terlalu lebar, dan jaket yang jatuh tanpa struktur memberi kesan tubuh tenggelam.
Garis proporsi tubuh pun hilang akibat kain berlebih. Penampilan terlihat lebih pendek dan lebar daripada sebenarnya.
Pilih potongan slim fit yang pas di badan tetapi tidak ketat. Bawa celana atau jaket ke penjahit untuk menyesuaikan panjang lengan dan ujungnya.
2. Celana Panjang Berlebihan
Celana yang menumpuk di atas sepatu menciptakan lipatan horizontal. Garis patah ini memberi kesan kaki lebih pendek dari ukuran aslinya.
Proporsi tubuh bagian bawah jadi tidak proporsional. Penampilan secara visual pun menjadi kurang rapi.
Gunakan potongan celana tanpa lipatan menumpuk, cukup menyentuh bagian atas sepatu. Pada gaya kasual, celana cropped sepanjang 90 cm–95 cm bisa memberi kesan kaki lebih panjang.
Baca Juga: 7 Alasan Tidak Memiliki Grup Teman Itu Normal dan Bisa Membawa Kehidupan Sosial Lebih Sehat
3. Kontras Warna Terlalu Tinggi
Perpaduan atasan terang dengan bawahan gelap membagi tubuh menjadi dua blok warna. Efek ini membuat tubuh terlihat lebih pendek secara keseluruhan.
Garis vertikal tubuh pun terputus. Proporsi jadi kurang selaras ketika dilihat dari kejauhan.
Kenakan pakaian bernuansa monokrom atau gradasi warna senada. Misalnya blazer biru tua, kemeja biru medium, dan celana denim biru gelap.
4. Jaket dan Mantel Terlalu Tebal
Mantel berlapis tebal memberi kesan tubuh bagian atas lebih besar. Proporsi tubuh terdistorsi dan tinggi badan tampak lebih pendek.
Potongan longgar tanpa struktur menutupi garis tubuh. Akhirnya penampilan terlihat berat dan melebar.
Gunakan mantel tipis dengan potongan tegas seperti trench coat atau pea coat. Pilihan bahan wol ringan dapat menjaga hangat tanpa menambah volume.
5. Celana Low Rise
Celana potongan rendah jatuh di bawah pinggang alami. Efek visualnya membuat kaki tampak lebih pendek.
Tubuh bagian atas terlihat panjang dan tidak proporsional. Proporsi tubuh secara keseluruhan jadi kurang seimbang.
Pilih celana mid rise atau high rise dengan panjang 100 cm–105 cm. Padukan dengan sepatu berwarna senada agar garis kaki terlihat lebih panjang.
6. Aksesori Terlalu Besar
Jam tangan berdiameter besar atau dasi lebar dapat mengalahkan proporsi tubuh. Tas oversized juga memberi kesan tubuh lebih kecil.
Skala aksesori yang salah membuat tubuh terlihat tidak seimbang. Efek ini langsung terlihat saat dipadukan dengan pakaian sederhana.
Gunakan jam tangan medium berdiameter 40 mm–42 mm. Pilih dasi slim dan tas berukuran sedang agar seimbang dengan proporsi tubuh.
7. Abaikan Garis Vertikal
Tidak memanfaatkan garis vertikal berarti melewatkan trik optis sederhana. Garis ke atas memberi kesan tubuh lebih tinggi.
Tanpa elemen ini, siluet terlihat rata dan pendek. Efek visual yang seharusnya memanjangkan tubuh pun hilang.
Gunakan kemeja bergaris vertikal atau outer terbuka untuk membentuk frame visual. Sweater leher V juga memberi ilusi panjang pada tubuh bagian atas.
Tampil lebih tinggi tidak selalu bergantung pada tinggi badan asli. Pemilihan pakaian dan detail gaya yang tepat dapat menciptakan kesan proporsional sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah