JawaPos.com – Game roleplay populer seperti The Neighborhood di Roblox berisiko menjadi tempat grooming, pelecehan, dan interaksi tidak pantas yang mengincar anak-anak.
Game roleplay di Roblox adalah jenis permainan interaktif yang memungkinkan pemain menciptakan dunia virtual, melakukan pekerjaan, dan berinteraksi sosial layaknya kehidupan nyata.
Menurut Anapol Weiss, firma hukum dari Philadelphia, Roblox telah gagal melindungi anak-anak dengan membiarkan predator beroperasi bebas dalam game roleplay yang tampak ramah dan aman.
Memahami sisi gelap dari game roleplay seperti The Neighborhood di Roblox penting untuk menjaga anak dari bahaya tersembunyi di ruang digital.
Berikut 7 bahaya nyata dari game roleplay Roblox "Neighborhood" yang perlu diwaspadai orang tua sejak dini dilansir dari laman Anapol Weiss, Rabu (6/8):
1. Interaksi Sosial Tanpa Verifikasi
Game roleplay membuka akses sosial yang sangat longgar. Pemain bebas berkomunikasi melalui obrolan tanpa batasan identitas, membuat siapa saja bisa berpura-pura menjadi anak-anak.
Hal ini mempermudah predator memulai percakapan, membangun kepercayaan, lalu melancarkan aksi grooming. Pastikan anak bermain di bawah pengawasan dan hindari interaksi dengan pengguna tak dikenal.
2. Tidak Ada Batasan Usia yang Ketat
Banyak game roleplay seperti Brookhaven RP terbuka untuk semua umur. Label "cocok untuk semua" digunakan meskipun terdapat konten dewasa, simulasi seksual, dan kekerasan.
Tanpa verifikasi usia, anak-anak berpotensi langsung masuk ke lingkungan digital berisiko tinggi. Gunakan kontrol orang tua dan batasi akses ke game dengan konten dewasa tersembunyi.
3. Avatar dan Kostum Provokatif
Fitur kustomisasi memungkinkan pemain menciptakan avatar dengan pakaian terbuka. Pengguna dapat membeli slot kostum ekstra dan menciptakan penampilan provokatif yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Desain karakter seperti ini membuka ruang untuk normalisasi perilaku seksual di usia dini. Ajarkan pentingnya kesopanan dan batasi fitur pembelian dalam game.
4. Fungsi Emote Disalahgunakan
Roblox menyediakan fitur emoji yang bisa digunakan untuk menampilkan gestur tubuh. Fitur ini sering disalahgunakan untuk mensimulasikan perilaku seksual secara eksplisit.
Hal ini terjadi bahkan dalam game yang dianggap ramah anak, seperti Welcome to Bloxburg. Nonaktifkan fitur emoji di akun anak dan periksa pengaturan privasi secara berkala.
5. Percakapan Tidak Terpantau Moderator
Roblox memang memiliki sistem moderasi, namun efektivitasnya sangat rendah. Banyak predator menggunakan simbol dan kode untuk menghindari sensor.
Moderator gagal memblokir atau menghapus konten sugestif yang beredar bebas. Dorong anak untuk melaporkan pesan mencurigakan dan segera blokir pengguna tersebut.
6. Normalisasi Peran Dewasa
Game seperti The Neighborhood mendorong pemain untuk berperan sebagai orang dewasa. Anak-anak diminta bekerja, mengatur rumah tangga, bahkan menjalin relasi romantis.
Konsep peran ini bisa disalah artikan sebagai perilaku nyata dan dianggap wajar. Berikan pemahaman bahwa dunia game tidak mewakili nilai atau norma yang sehat.
7. Lingkungan Game Menyesatkan
Tampilan game roleplay didesain cerah dan ramah, memberi kesan aman bagi anak-anak. Namun, dibalik itu tersembunyi banyak ruang interaksi gelap dan peluang eksploitasi.
Misalnya, adegan telanjang dan minuman keras di Brookhaven RP masih bisa ditemukan. Periksa ulasan game dan diskusi komunitas sebelum mengizinkan anak bermain.
Game roleplay di Roblox bukan sekadar hiburan, tapi bisa menjadi pintu masuk risiko serius jika dibiarkan tanpa pengawasan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah