Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

7 Cara Orang Tua Melindungi Anak dari Predator di Roblox Berdasarkan Fakta dan Gugatan Hukum Terbaru

Nurul Fitriyah • Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi game Roblox. (Dok. Facebook Nk Arin)
Ilustrasi game Roblox. (Dok. Facebook Nk Arin)

JawaPos.com – Melindungi anak dari predator daring di Roblox membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan visual karena fitur komunikasi dalam gim ini rawan disalahgunakan.

Roblox adalah platform gim daring berbasis komunitas tempat pengguna bisa membuat, berbagi, dan memainkan jutaan pengalaman virtual.

Martin Schmidt, pengacara dari Schmidt National Law Group, menyatakan Roblox gagal melindungi anak dari predator daring secara sistematis.

Meningkatnya kasus eksploitasi anak di Roblox menunjukkan pentingnya kontrol proaktif dan pemahaman menyeluruh terhadap fitur dalam platform tersebut.

Berikut 7 cara orang tua melindungi anak dari predator di Roblox berdasarkan fakta dan gugatan hukum terbaru dilansir dari laman National Injury Advocates, Rabu (6/8):

1. Atur Privasi dan Obrolan Sejak Awal

Fitur komunikasi di Roblox menjadi pintu masuk predator untuk memulai interaksi pribadi. Buka Pengaturan > Kontrol Orang Tua, lalu ubah obrolan ke “Tidak Seorang Pun” untuk semua jenis interaksi.

Pastikan anak tidak bisa menerima pesan langsung dari pemain lain. Nonaktifkan juga fitur obrolan dalam gim pihak ketiga yang tidak diatur oleh Roblox. Selalu uji hasil pengaturan ini dengan membuat akun tiruan dan mencoba mengakses anak secara langsung.

2. Gunakan Akun Orang Tua Tertaut

Penautan akun orang tua memungkinkan kontrol lebih ketat terhadap aktivitas anak. Daftarkan email orang tua, verifikasi identitas, lalu aktifkan semua kontrol dari perangkat pribadi.

Setelah tertaut, tidak ada pengaturan yang bisa diubah tanpa persetujuan. Hanya akun tertaut yang bisa memblokir gim atau pengguna secara langsung tanpa perlu akses anak.

3. Pantau Riwayat Permainan Anak

Fitur riwayat permainan menampilkan 20 pengalaman terakhir yang dimainkan anak. Beberapa game seperti “Adopt Me” dan “Brookhaven” sering disalahgunakan predator karena sifatnya yang sosial dan roleplay.

Periksa daftar ini minimal seminggu sekali dan blokir gim yang mengandung elemen keluarga, sekolah, atau kencan virtual.

4. Cek dan Batasi Daftar Teman

Teman dalam gim bisa menjadi sumber risiko jika tidak dipantau. Roblox memungkinkan pemblokiran seluruh daftar teman atau hanya individu tertentu.

Jika satu teman terus muncul di berbagai gim dan melakukan kontak personal, segera blokir dan laporkan dari panel orang tua.

5. Aktifkan Batas Waktu Layar Harian

Penggunaan berlebihan meningkatkan kemungkinan terpapar predator. Aktifkan fitur Waktu Layar dan atur batas antara 30–90 menit per hari.

Gunakan sistem pengingat otomatis dan beri tahu anak sejak awal bahwa waktu habis berarti waktu istirahat, bukan hukuman.

6. Diskusikan Tanda-Tanda Grooming

Ajari anak mengenali interaksi mencurigakan seperti permintaan informasi pribadi atau hadiah digital seperti Robux. Gunakan metode FIRE (Feel, Identify, Reflect, Enact) untuk membantu anak menganalisis situasi secara logis.

Gunakan waktu santai seperti makan malam untuk membahas ini secara alami tanpa menakut-nakuti.

7. Dokumentasikan dan Ambil Tindakan Hukum

Jika ada indikasi grooming, ambil tangkapan layar, simpan log obrolan, dan laporkan ke Roblox dan kepolisian. Hubungi pengacara jika ada bukti kelalaian dari pihak Roblox dalam menangani laporan.

Gugatan di California tahun 2025 menunjukkan banyak kasus grooming tidak ditanggapi serius oleh tim moderasi Roblox.

Perlindungan anak di Roblox memerlukan kombinasi antara pengaturan teknis yang tepat dan komunikasi terbuka secara rutin. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#melindungi #orang tua #anak #predator #Roblox