Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Jangan Buang ke Tempat Sampah! 7 Barang Ini Berisiko bagi Kesehatan dan Lingkungan Menurut Pakar Kebersihan

Nurul Fitriyah • Rabu, 5 Maret 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi baterai bekas, salah satu limbah yang tidak boleh dibuang sembarangan (Dok. Freepik)
Ilustrasi baterai bekas, salah satu limbah yang tidak boleh dibuang sembarangan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Beberapa jenis barang yang sering dibuang ke tempat sampah ternyata dapat membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan. Pakar kebersihan mengungkapkan bahwa limbah tertentu mengandung zat beracun atau sulit terurai, sehingga memerlukan penanganan khusus.

Limbah berbahaya adalah sisa material yang mengandung zat beracun atau berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan. Jenis limbah ini mencakup bahan kimia, baterai, serta obat-obatan yang memerlukan metode pembuangan yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Memahami risiko dari barang-barang tertentu yang tidak boleh dibuang sembarangan dapat membantu mengurangi pencemaran dan dampak buruk bagi kesehatan. Kesadaran dalam memilah serta membuang limbah berbahaya dengan benar berkontribusi pada kelestarian lingkungan.

Berikut adalah 7 jenis barang yang sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah biasa karena berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan, dilansir dari laman Thespruce, Selasa (4/3).

1. Baterai Berbahaya

Baterai mengandung zat kimia yang dapat terbakar dan melepaskan racun ke lingkungan. Jika dibuang ke tempat sampah, zat berbahaya di dalamnya bisa meresap ke dalam tanah dan mencemari air.

Beberapa jenis baterai, seperti lithium-ion, memiliki risiko meledak jika terkena panas atau tekanan tinggi. Proses daur ulang dapat membantu mengekstraksi kembali logam berharga yang terdapat dalam baterai.

Beberapa pusat daur ulang dan toko menyediakan wadah khusus untuk membuang baterai dengan aman. Mengelola limbah baterai dengan benar dapat mencegah risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.

2. Cairan Pembersih Beracun

Pembersih berbahan dasar pemutih, amonia, serta pembersih aerosol tidak boleh dibuang ke tempat sampah karena berpotensi merusak pipa dan mencemari udara. Zat kimia dalam cairan ini dapat bereaksi dengan bahan lain dan menghasilkan gas beracun.

Jika masuk ke saluran air, pembersih ini bisa membahayakan organisme hidup di perairan. Pembuangan yang tidak tepat juga dapat merusak sistem pengolahan air limbah.

Program pengumpulan limbah berbahaya menyediakan metode aman untuk mengelola produk-produk ini. Menggunakan pembersih ramah lingkungan dapat menjadi alternatif yang lebih baik bagi kesehatan dan lingkungan.

Sisa pestisida harus dibuang di fasilitas khusus agar tidak mencemari air tanah. Zat aktif dalam pestisida dapat bertahan lama di lingkungan dan berdampak pada organisme non-target.

Jika mencemari sumber air, pestisida dapat merusak keseimbangan ekosistem dan membahayakan hewan air. Hewan liar yang bersentuhan dengan pestisida juga berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Beberapa daerah memiliki program pengumpulan limbah berbahaya untuk membuang pestisida dengan aman. Menggunakan pestisida dalam jumlah yang lebih terkendali dapat membantu mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

4. Bohlam Lampu Bermerkuri

Lampu fluoresens mengandung merkuri yang dapat berbahaya jika terpapar ke udara. Pecahan bohlam dapat melepaskan uap merkuri yang beracun jika terhirup.

Jika dibuang ke tempat sampah biasa, merkuri di dalamnya bisa mencemari tanah dan air. Beberapa toko perkakas rumah menyediakan tempat khusus untuk mendaur ulang lampu ini dengan aman.

Program daur ulang membantu mengekstraksi kembali bahan berharga dan mengurangi pencemaran lingkungan. Menggunakan lampu LED sebagai alternatif dapat mengurangi limbah berbahaya.

5. Sisa Cat dan Pelarut

Cat serta pelarut mengandung bahan kimia yang dapat merusak lingkungan jika tidak dibuang dengan benar. Kandungan dalam cat dapat mencemari tanah dan perairan jika meresap ke dalam tanah.

Beberapa jenis pelarut bersifat mudah terbakar dan dapat menimbulkan risiko kebakaran. Menyimpan sisa cat dalam wadah tertutup rapat dapat memperpanjang masa pakainya.

Beberapa pusat limbah berbahaya menerima sisa cat dan pelarut untuk didaur ulang atau dibuang dengan aman. Menggunakan cat berbahan dasar air lebih ramah lingkungan dibandingkan cat berbasis pelarut.

6. Kantong Plastik Tidak Terurai

Kantong plastik sulit terurai dan sering menyumbat sistem daur ulang. Sampah plastik yang tidak terkelola dapat mencemari lautan dan membahayakan satwa liar.

Mikroplastik yang terbentuk dari plastik yang terurai dapat masuk ke dalam rantai makanan. Banyak pusat perbelanjaan menyediakan tempat pengumpulan plastik untuk didaur ulang.

Menggunakan tas belanja kain atau bahan yang dapat digunakan kembali lebih baik bagi lingkungan. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik global.

7. Limbah Elektronik Berbahaya

Perangkat elektronik seperti komputer dan microwave mengandung logam beracun yang dapat mencemari tanah. Logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perangkat elektronik dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

Beberapa komponen dalam elektronik juga mengandung bahan yang sulit terurai. Program daur ulang limbah elektronik membantu mengekstraksi kembali bahan berharga seperti tembaga dan emas.

Banyak produsen dan pusat daur ulang menawarkan layanan pembuangan elektronik yang aman. Menggunakan kembali atau menyumbangkan perangkat yang masih berfungsi dapat mengurangi limbah elektronik.

Membuang barang berbahaya secara sembarangan dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengolah dan mendaur ulang limbah tertentu agar tidak menimbulkan risiko.

Editor : Candra Mega Sari
#membahayakan kesehatan #barang beracun dan berbahaya #mencemari lingkungan #limbah berbahaya