JawaPos.com — Waktu semakin dekat bagi jutaan umat Muslim untuk menyambut semarak bulan Ramadhan dengan ragam tradisi serta hidangan khas dari masing-masing budaya yang ada di berbagai negara. Mulai sup khas Maroko yang lezat sampai semur gaya Badui yang sehat, dari gorengan gurih ala Pakistan hingga camilan manis Indonesia, berikut adalah beberapa hidangan berbuka puasa terlezat di dunia dari seluruh dunia untuk dicoba di Ramadhan ini.
1. Harira (Maroko)
Masakan Maroko terkenal kaya akan variasi dan cita rasa, tetapi satu hidangan mutlak wajib ada dalam menu berbuka adalah harira, yang berasal dari bahasa Arab "harir," yang berarti sutra, merujuk pada teksturnya yang halus dan lembut.
Sup tradisional Maroko ini kaya akan cita rasa dan, yang mengejutkan, sering kali berbahan dasar tumbuhan (meskipun beberapa penafsiran mengandung daging). Harira biasanya disajikan dengan kurma, dan menawarkan kebaikan lentil, buncis, daging, bihun, serta kehangatan rempah-rempah dalam sup tomat nan kaya rasa yang biasanya mulai mendidih di dapur pada sore hari. Tidak sulit untuk melihat mengapa orang-orang Maroko menantikan semangkuk harira panas mengepul dengan roti kering untuk berbuka.
Setiap keluarga menyiapkan hidangan ini secara berbeda, ada yang memilih nasi daripada bihun yang dipecah, atau daging sapi daripada daging domba; keseimbangan bumbu serta rempah-rempah— kayu manis, kunyit, kunyit, jinten, ketumbar, peterseli, seledri, dan jahe—juga bervariasi. Setiap sendoknya memiliki rasa yang kuat, menjadikan chebakia, kue wijen berbumbu madu, sebagai pelengkap yang sempurna.
2. Ramazan pidesi (Turki)
Tahukah anda bahwa pada era Ottoman, ada toko roti untuk setiap kebutuhan: untuk militer, masyarakat, kedutaan, bahkan badan amal? Meskipun toko roti dari masa lalu tidak ada lagi, jalan-jalan kuno Istanbul masih dipenuhi dengan toko-toko roti. Selama bulan Ramadhan, orang-orang rela mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan pidesi Ramazan yang baru dipanggang.
Sajian ini terbuat dari roti beragi yang lembut dengan lekukan bertaburan wijen serta biji nigella yang khas membuatnya tampak unik. Biasanya, roti ini renyah di luar tapi lembut dan empuk di dalam, serta disajikan bersama sup lentil merah untuk berbuka puasa.
3. Knafeh (Palestina)
Knafeh (kunafa, kanafe, atau kunefe) adalah dessert keju ala Timur Tengah, sedang sangat populer saat ini. Dikenal dengan teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, hidangan penutup khas ini terbuat dari kue filo parut (kataifi) yang dibentuk seperti bihun kecil dengan lapisan krim kue Qeshta ataupun Ishtah. Knafeh lantas disiram dengan sirup sederhana dan diberi taburan berupa kacang cincang, biasanya pistachio. Knafeh sangat bervariasi bergantung pada sentuhan kuliner dan bahan-bahan lokal.
Dibuat hanya dengan sedikit bahan sederhana, hidangan penutup yang elegan dan lezat ini tidak pernah gagal untuk dinikmati. Karena ketidak-terbatasan variasinya, anda mungkin bisa mencoba menyajikan knafeh dengan parutan mozzarella, pistachio, sirup sederhana, serta sedikit perasan lemon. Hidangan penutup ini sempurna untuk dinikmati saat buka buasa, dan pastinya akan mengubah momen sehari-hari anda menjadi sesuatu yang berkesan.
4. Qatayef (Mesir)
Di seluruh Mesir, Yordania, Lebanon, Palestina, dan Suriah, hidangan penutup berbuka puasa favorit adalah qatayef, kue berbentuk bulan sabit yang diberi isian. Sajian ini bermula sebagai panekuk semolina yang dimasak hanya pada satu sisi; biasanya diisi dengan keju, seperti akkawi atau nabulsi, dan pistachio, hazelnut, almond atau kenari. Kemudian dilipat menjadi dua, disegel, digoreng dan disiram dengan sirup gula atau madu. Dalam versi lain, qatayef yang dimasak diisi dengan krim kental.
Ada dua variasi populer qatayef: yang pertama diisi dengan ashta (krim kental) manis, diberi kacang, lalu disiram madu; sedangkan yang kedua disegel, digoreng, dan direndam dalam sirup gula.
Begitu qatayef mulai bermunculan di toko-toko, anda akan tahu bahwa Ramadhan telah tiba. Manisan ini, yang secara tradisional hanya dimakan pada bulan puasa, identik dengan semangat perayaan tidak hanya bagi orang-orang Mesir tetapi juga semua orang Afrika Utara dan Timur Tengah. Biasanya, orang membeli setumpuk panekuk dari pasar dan membuat qatayef segar di rumah.
5. Shorbat adas (Yordania)
Para vegetarian bisa bergembira saat bulan puasa dengan adanya hidangan khas Yordania ini. Karena sebagian besar budaya Muslim terkenal dengan hidangan berbahan dasar daging yang lezat dan mengenyangkan, anda mungkin beranggapan bahwa tidak banyak pilihan untuk diet nabati.
Namun, anda jangan dulu kecewa. Mulailah perjalanan kuliner anda dengan shorbat adas, sup miju merah hangat dari Yordania dan Lebanon. Meskipun sederhana dan bersahaja, miju yang dibumbui dengan rempah-rempah ini memiliki cita rasa yang kuat. Peras sedikit lemon segar di atasnya untuk meningkatkan cita rasa hidangan, lalu nikmatilah ketika azan maghrib berkumandang. Merupakan kebiasaan orang-orang Yordania untuk menyajikan shorbat adas sebagai makanan pembuka di jamuan berbuka puasa, karena rasanya ringan dan menyegarkan.
6. Samosa (Asia Selatan)
Makanan favorit di seluruh Asia Selatan, samosa hidangan mirip pastel yang biasanya diberi bermacam isian, seperti kentang pedas, bawang bombai, kacang-kacangan, daging domba, atau sapi yang dicincang, kemudian dibumbui dengan jinten, ketumbar, dan garam masala.
Baca Juga: Butuh Relaksasi? Ini 4 Rekomendasi Tempat Spa Terbaik di Tangerang Selatan untuk Manjakan Diri
Sementara versi kentang dinikmati sepanjang tahun di mana-mana, dari jalanan Mumbai hingga pasar-pasar Lahore, samosa keema (daging domba cincang), yang disajikan dengan chutney daun mint-ketumbar dan chutney asam jawa yang manis dan asam, sangat populer selama bulan Ramadhan.
Dipercaya berasal dari Persia, camilan serbaguna ini dapat digoreng atau dipanggang dan cocok untuk rasa dan isian tambahan seperti feta, bayam, atau daging sapi cincang. Variasi regional daro hidangan ini termasuk somsa dari Asia Tengah dan sambousek dari Timur Tengah.
7. Khoresh Bamieh (Timur Tengah)
Dikenal juga sebagai sup okra Persia, Khoresh Bamieh atau Bamia adalah sup tradisional asal Timur Tengah, mulai dari Pakistan, Lebanon, dan Iran yang terbuat dari daging domba, tomat, dan okra.
Okra, atau ladies' finger, adalah sayuran yang kontroversial. Pengalaman buruk dengan okra yang berlendir telah mengecewakan sebagian orang, sementara yang lain tidak dapat menahan diri untuk tidak menyantap potongan okra yang berair dalam gumbo yang lezat!
Rahasia untuk membuat sayuran ini menjadi yang terbaik terletak pada metode memasak okra yang tepat, dan orang-orang Timur Tengah telah menguasainya. Bamia tradisional, sup okra dan daging yang kuat dan sehat, akan dengan tegas mengubah pikiran bahkan para pembenci okra yang paling bersemangat sekalipun. Hidangan ini lezat, diresapi dengan rasa dari rempah-rempah Timur Tengah klasik, molase delima yang tajam, dan tomat yang kaya.
Baca Juga: Kapolri Sigit Pastikan Harga Pangan Stabil Selama Ramadan, Awasi Spekulan di Pasar
8. Lahm Lhalou (Aljazair)
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam di Afrika Utara, Aljazair juga punya hidangan berbuka puasa yang menjadi andalan. Lahm lhalou atau yang berarti daging manis adalah menu populer sebagai hidangan utama saat berbuka. Terbuat dari daging domba yang dimasak dengan buah prune dan bumbu kunyit, masakan ini memiliki cita rasa manis yang dominan berbumbu pekat. Lahm lhalou bisa disajikan dengan tambahan karbohidrat seperti biji-bijian dan kacang almond.
9. Fattoush dan Tabbouleh (Mediterania)
Jika anda mencari resep berbuka puasa yang sehat, anda telah menemukannya! Adalah hidangan khas Mediterania, yaitu fattoush dan tabbouleh.
Fattoush adalah salad khas Levantine yang dibuat dengan roti pita panggang atau goreng, sayuran hijau campur, lobak, tomat, dan saus lemon yang dibumbui dengan sumac.
Seperti fattoush, tabbouleh juga merupakan salad khas Levantine. Salad ini terbuat dari peterseli cincang, gandum bulgur yang direndam, tomat, perasan air lemon segar, dan minyak zaitun. Dalam resep salad tabbouleh ini, penambahan mentimun yang membuat salad sedikit lebih renyah.
10. Kolak Biji Salak dan Kolak Pisang (Indonesia)
Banyak umat Islam Indonesia yang lebih memilih berbuka puasa dengan menyeruput minuman dan menyantap camilan manis. Salah satu jajanan manis untuk berbuka puasa di Indonesia adalah kolak.
Baca Juga: Presiden Yoon Suk Yeol Membela Deklarasi Darurat Militer dalam Sidang Terakhir Kasus Pemakzulan
Ada banyak macam kolak di Indonesia, salah dua di antaranya adalah kolak pisang dan kolak biji salak.
Kolak pisang, seperti kolak pada umumnya, berisi campuran gula aren atau gula kelapa, santan, daun pandan, dan ditambahkan irisan buah pisang di dalamnya. Disajikan hangat atau dingin, hidangan ini dapat berisi berbagai macam buah sesuai selera, dan dapat dengan cepat memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
Kolak biji salak, tak seperti kolak pada umumnya sebab kolak ini penuh dengan biji salak! Eits, tapi biji salak ini bukan biji buah salak asli yang dimasak dengan kuah santan kolak, ya, melainkan hanya perumpamaan dari olahan ubi jalar dan tepung tapioka yang dibentuk bulat-bulat kecil menyerupai biji salak. Sajian khas Ramadhan ini mudah dibuat karena hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana, seperti ubi jalar, tepung tapioka, santan, daun pandan, dan gula! (*)
Editor : Siti Nur Qasanah