Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Benarkah Sendok Kayu Berbahaya bagi Kesehatan? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Sukma Ayu • Senin, 24 Februari 2025 | 07:00 WIB
Sendok kayu. (Freepik)
Sendok kayu. (Freepik)
 
JawaPos.com - Saat memasak, alat yang digunakan tentu memengaruhi kenyamanan dan keamanan dapur. Salah satu peralatan yang sering digunakan adalah sendok kayu. Namun, belakangan ini sendok kayu menjadi bahan perdebatan, apakah aman digunakan atau justru menyimpan risiko kesehatan?
 
Bagi sebagian orang, sendok kayu adalah pilihan utama. Alat ini diklaim lebih ramah terhadap peralatan masak, tidak merusak permukaan wajan, serta memiliki daya tahan tinggi jika dirawat dengan baik. Namun, di sisi lain, ada yang beranggapan bahwa kayu yang berpori dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, menyerap bau, dan berisiko menularkan kontaminasi dari satu masakan ke masakan lainnya.
 
Jadi, bagaimana fakta sebenarnya? Apakah sendok kayu memang bisa menjadi sarang bakteri berbahaya, atau justru tetap aman selama digunakan dengan cara yang benar? Simak ulasan berikut ini!
 
Apakah Sendok Kayu Memerangkap Bakteri?
 
Seperti kebanyakan perdebatan, kedua pendapat memiliki argumen yang cukup valid. Melansir laman huffpost.com, Bryan Quoc Le, seorang ilmuwan pangan dan penulis buku 150 Food Science Questions Answered, mengatakan bahwa sendok kayu memang memiliki sifat berpori yang dapat menjebak mikroorganisme. Namun, pembersihan yang benar dapat mengurangi risiko tersebut.
 
Baca Juga: Kemenag Buka Kursus Gen-Mking: Program Intensif Ramadhan 1446 H untuk Dalami Al-Quran dan Kitab Kuning secara Gratis
 
Mencuci sendok kayu dengan air panas dan sabun segera setelah digunakan sangat penting. Jika dibiarkan terlalu lama dalam kondisi basah, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, setelah dicuci, pastikan sendok benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tinggi adalah faktor utama yang membuat bakteri bertahan lebih lama.
 
Apakah Kayu Memiliki Sifat Antimikroba?
 
Beberapa jenis kayu secara alami memiliki senyawa antimikroba. Misalnya, kayu ek, pinus, dan ceri mengandung tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, tidak semua sendok kayu dibuat dari bahan tersebut. Jika sendok kayu yang digunakan tidak berasal dari jenis kayu berkualitas tinggi, maka kemampuan antimikrobanya juga lebih rendah.
 
Ellen Shumaker, pakar keamanan pangan dari North Carolina State University, menjelaskan bahwa kayu secara alami dapat menyerap air dan bakteri ke dalam seratnya. Namun, selama sendok dikeringkan dengan benar, bakteri tersebut tidak akan bertahan lama.
 
Bagaimana dengan Sendok Kayu yang Retak?
 
Sama seperti peralatan dapur lainnya, sendok kayu juga memiliki masa pakai. Jika sudah mulai retak, berubah warna, atau menimbulkan bau tidak sedap, itu pertanda bahwa sendok harus segera diganti. Retakan pada kayu bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, yang sulit dibersihkan meskipun telah dicuci dengan sabun.
 
Baca Juga: Benarkah Gen Z Pemalas? Simak 11 Alasan Logis Mengapa Mereka Putus Asa hingga Menolak Tawaran Kerja
 
Menurut Darin Detwiler, pakar keamanan pangan, retakan kecil bisa menjadi tempat berkumpulnya partikel makanan dan kelembapan yang memicu pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, jika sendok kayu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.
 
Cara Merawat Sendok Kayu Agar Tetap Aman
 
Agar tetap higienis dan tahan lama, sendok kayu memerlukan perawatan khusus. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
 
1. Cuci segera setelah digunakan – Gunakan air sabun hangat untuk membersihkannya. Jangan biarkan sendok terendam dalam air terlalu lama.
 
2. Keringkan dengan sempurna – Letakkan sendok dalam posisi tegak atau di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar kering secara alami.
 
3. Hindari mesin pencuci piring – Panas tinggi dapat merusak kayu dan mempercepat proses retak atau pecah.
 
4. Gunakan minyak khusus – Olesi sendok kayu dengan minyak mineral food grade setiap bulan agar tetap kuat dan tidak mudah pecah.
 
Keith Warriner, profesor ilmu pangan di University of Guelph, menambahkan bahwa menggunakan pemutih atau bahan kimia keras tidak disarankan karena kayu dapat menyerap zat tersebut, yang berisiko masuk ke dalam makanan.
 
Baca Juga: Jelang Ramadhan 2025, Begini Cara Cek dan Download Jadwal Imsakiyah untuk Wilayah Tangerang Selatan
 
Jadi, Haruskah Tetap Menggunakan Sendok Kayu?
 
Kesimpulannya, sendok kayu tetap aman digunakan selama dirawat dengan benar. Meski tidak bisa dicuci di mesin pencuci piring, dengan pembersihan yang cepat, pengeringan yang tepat, dan perawatan rutin, risiko kontaminasi bakteri dapat diminimalkan. Jika sendok kayu sudah mulai retak, berubah warna, atau berbau tidak sedap, sebaiknya segera diganti.
 
Sendok kayu telah digunakan selama ratusan tahun dan masih menjadi favorit di banyak dapur hingga sekarang. Dengan pemeliharaan yang baik, peralatan ini tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas memasak yang aman dan nyaman! (*)
Editor : Siti Nur Qasanah
#berbahaya #sendok kayu #kesehatan #bakteri