1. Mengasihani Diri Sendiri
Banyak masalah dan kesedihan dalam hidup yang tidak dapat dihindari, tetapi mengasihani diri sendiri adalah pilihan. Baik anda sedang berjuang untuk membayar tagihan atau sedang menghadapi masalah kesehatan yang tidak dapat dijelaskan, mengasihani diri sendiri tidak akan menyelesaikan masalah.
Jika anda cenderung mengasihani diri sendiri saat keadaan menjadi sulit, latih otak anda untuk mengganti mengasihani diri sendiri dengan rasa syukur. Orang yang kuat secara mental tidak membuang-buang waktu dan energi mereka untuk memikirkan masalah; sebaliknya, mereka fokus untuk menciptakan solusi dari setiap masalah.
2. Menyerahkan Kuasa
Sangatlah menggoda untuk menyalahkan orang lain atas masalah dan keadaan kita. Berpikir seperti, "Ibu mertuaku membuatku merasa buruk tentang diriku sendiri," memberi orang lain kekuasaan atas kita. Ambil kembali kekuasaan anda dengan menerima tanggung jawab penuh atas cara anda berpikir, merasa, dan berperilaku. Memberdayakan diri sendiri merupakan komponen penting untuk membangun kekuatan mental dan menciptakan jenis kehidupan yang anda inginkan.
3. Menghindari Perubahan
Meskipun kita merasa paling aman saat berada dalam zona nyaman, menghindari tantangan baru merupakan hambatan terbesar untuk menjalani hidup yang penuh dan kaya. Belajar mengenali masalah dan mencari solusi karena ketidaknyamanan dalam melakukan sesuatu yang baru bisa menjadi langkah pertama dalam perjalanan panjang menuju perbaikan hidup.
Semakin banyak anda berlatih menoleransi perasaan tidak nyaman yang terkait dengan perubahan, entah itu melibatkan pekerjaan baru atau meninggalkan hubungan yang tidak sehat, semakin yakin anda akan kemampuan diri sendiri untuk menciptakan peluang di masa depan.
4. Fokus pada Hal-Hal di Luar Kendali
Sering kali, kita mengkhawatirkan hal-hal yang salah. Daripada fokus pada persiapan menghadapi badai, kita membuang-buang energi dengan berharap badai tidak akan datang. Jika kita menginvestasikan energi yang sama pada hal-hal yang dapat kita kendalikan, kita akan lebih siap menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidup.
Perhatikan saat-saat ketika anda tergoda untuk mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan, seperti pilihan yang dibuat orang lain atau bagaimana pesaing Anda berperilaku, dan curahkan energi itu untuk sesuatu yang lebih produktif..
5. Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Banyak orang berkata, "Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan," tetapi sering kali itu adalah mekanisme pertahanan yang dimaksudkan untuk melindungi mereka dari rasa sakit dan nyeri yang terkait dengan penolakan.
Orang yang suka menyenangkan orang lain datang dalam berbagai bentuk. Terkadang anda dapat melihatnya dari jarak satu mil jauhnya dan di lain waktu, ketakutan mereka untuk membuat orang lain marah sudah mengakar kuat. Melakukan dan mengatakan hal-hal yang mungkin tidak disukai membutuhkan keberanian, tetapi menjalani kehidupan yang benar-benar autentik mengharuskan anda untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai anda, bahkan ketika pilihan anda tidak populer.
6. Takut Mengambil Risiko
Kita membuat lusinan, bahkan ratusan pilihan setiap hari tanpa mempertimbangkan risiko yang kita ambil. Seringkali kita mendasarkan pilihan berdasarkan pada emosi, bukan tingkat risiko yang sebenarnya. Membuat keputusan berdasarkan tingkat ketakutan bukanlah cara yang akurat untuk menghitung risiko. Emosi sering kali tidak rasional dan tidak dapat diandalkan. Anda tidak akan menjadi luar biasa tanpa mengambil risiko, dan mempelajari cara menghitung risiko secara akurat akan memastikan anda membuat pilihan terbaik.
7. Terjebak pada Masa Lalu
Meskipun merenungkan masa lalu dan belajar darinya merupakan bagian yang bermanfaat untuk membangun kekuatan mental, merenungkannya dapat berbahaya. Berdamailah dengan masa lalu, sehingga anda dapat hidup untuk masa kini dan merencanakan masa depan dapat menjadi hal yang sulit, terutama jika anda telah mengalami banyak kemalangan, tetapi itu merupakan langkah yang diperlukan untuk menjadi diri anda yang terbaik.
8. Melakukan Kesalahan yang Sama Berulang Kali
Akan menyenangkan jika kita belajar cukup banyak dari setiap kesalahan sehingga kita dijamin tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Namun, terkadang, kenyataannya, kita cenderung mengulangi kesalahan yang sama.
Belajar dari kesalahan kita membutuhkan kerendahan hati dan kemauan untuk mencari strategi baru agar menjadi lebih baik. Orang yang kuat secara mental tidak menyembunyikan kesalahan mereka atau membuat alasan untuk kesalahan tersebut. Sebaliknya, mereka mengubah kesalahan mereka menjadi peluang untuk mengembangkan diri.
8. Iri dengan Kesuksesan Orang Lain
Melihat rekan kerja menerima promosi atau mendengar teman berbicara tentang prestasinya dapat membangkitkan rasa iri. Namun, merasa iri dengan keberhasilan orang lain hanya akan menghambat kemampuan anda untuk mencapai tujuan. Jika anda yakin dengan definisi kesuksesan anda sendiri, maka anda akan berhenti merasa iri dengan orang lain yang berhasil mencapai tujuan mereka dan akan berkomitmen untuk meraih impian.
10. Cepat Menyerah
Wajar saja jika anda merasa malu, putus asa, dan benar-benar kalah saat usaha pertama anda tidak berhasil. Sejak kecil, kita sering diajarkan bahwa kegagalan itu buruk, tetapi hampir mustahil untuk berhasil jika tidak pernah gagal. Orang yang bermental kuat memandang kegagalan sebagai bukti bahwa mereka memaksakan diri hingga batas maksimal dalam upaya mereka untuk mencapai potensi penuh mereka.
11. Takut Sendirian
Di dunia yang serba cepat saat ini, mendapatkan sedikit waktu tenang sering kali membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Banyak orang menghindari keheningan dan kesunyian karena kurangnya aktivitas terasa tidak nyaman. Namun, waktu untuk diri sendiri merupakan komponen penting untuk membangun kekuatan mental. Orang yang kuat secara mental menciptakan kesempatan untuk menyendiri dengan pikiran mereka, merenungkan kemajuan mereka, dan membuat tujuan untuk masa depan.
12. Merasa Berhak Atas Sesuatu
Mudah sekali terjebak dalam perasaan berhak. Namun, menunggu dunia atau orang-orang di dalamnya memberikan apa yang menurut anda seharusnya kita terima bukanlah strategi hidup yang bermanfaat. Jika anda sibuk mencoba mengambil apa yang menurut anda pantas didapatkan, maka anda tidak akan punya waktu untuk fokus pada semua yang dapat anda berikan. Dan setiap orang memiliki anugerah yang dapat dibagikan, terlepas dari apakah mereka telah mendapatkan "kesepakatan yang adil" dalam hidupnya.
13. Mengharapkan Hasil yang Instan
Bukankah menyenangkan jika segala sesuatu dalam hidup dapat terjadi hanya dengan satu sentuhan tombol? Kita sering kali terbiasa dengan dunia "tanpa antrean, tanpa menunggu", sehingga otak kita mulai percaya bahwa segala sesuatu harus terjadi secara instan. Namun, pertumbuhan diri berkembang lebih lambat daripada kecepatan kilat. Baik anda mencoba menurunkan berat badan atau mengembangkan sikap yang lebih ramah, lambat dan mantap akan memenangkan perlombaan, dan mengharapkan hasil langsung hanya akan menghasilkan kekecewaan. Orang yang kuat secara mental tahu bahwa perubahan sejati membutuhkan waktu dan mereka bersedia bekerja keras untuk melihat hasilnya.
Editor : Candra Mega Sari