Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Apa Itu Victim Mentality? Ketahui Tanda Mentalitas Korban, Penyebab dan Cara Menyikapinya

Erie Dewangga • Kamis, 6 Februari 2025 | 20:00 WIB

Ilustrasi victim mentality
Ilustrasi victim mentality
JawaPos.com - Ingin tahu apa itu victim mentality atau mentalitas korban? Yuk, simak artikel ini untuk penjelasan lengkapnya.

Victim Mentality: Distorsi Kognitif ketika Seseorang Berpikir Dirinya Korban

Apakah anda terus-menerus merasa seolah-olah diri anda tidak memiliki kendali atas situasi atau bahwa orang lain berusaha menjatuhkan anda? Atau apakah anda merasa seolah-olah hal-hal buruk terus terjadi tak peduli apa pun yang anda lakukan? Jika anda mendapati diri anda menyalahkan orang lain atas kejadian atau situasi dalam hidup, bisa jadi anda sedang berjuang dengan apa yang dikenal sebagai mentalitas korban.

Mentalitas korban adalah jenis distorsi kognitif tentang cara seseorang memandang dunia serta keadaan mereka; sebuah kondisi ketika seseorang sering merasa seperti korban, meskipun bukti mengatakan sebaliknya. Tanda-tandanya termasuk sering menyalahkan orang lain dan kesulitan menerima tanggung jawab pribadi.

Orang dengan mentalitas korban merasa seolah-olah hal-hal buruk terus terjadi dan dunia menentang mereka. Namun, faktanya, kita semua memang pernah mengalami hari-hari ketika dunia seolah tidak berpihak pada kita.

Mentalitas korban dapat membuat anda merasa hidup tidak adil. Anda bahkan mungkin merasa tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan. Selain itu, anda mungkin menganggap segala sesuatu sebagai sesuatu yang pribadi meskipun hal itu tidak ditujukan kepada anda.

Dalam psikologi klinis, mentalitas korban menggambarkan ciri kepribadian orang yang percaya bahwa mereka terus-menerus menjadi korban tindakan merugikan orang lain, bahkan ketika menyadari adanya bukti yang bertentangan.

Kebanyakan orang mengalami periode normal mengasihani diri sendiri sebagai bagian dari proses berduka, misalnya. Namun, episode-episode ini bersifat sementara dan kecil dibandingkan dengan perasaan tidak berdaya, pesimisme, rasa bersalah, malu, putus asa, dan depresi yang terus-menerus yang menguasai kehidupan orang yang menderita kompleks korban.

Sayangnya, tidak jarang orang yang pernah menjadi korban hubungan yang kasar atau manipulatif menjadi mangsa mentalitas korban secara universal.

Tanda-Tanda Victim Mentality 

Mentalitas korban dapat terwujud dalam banyak cara. Mentalitas ini dapat berupa perasaan bahwa dunia ingin menjatuhkan anda atau kesulitan mengambil tanggung jawab pribadi atas apa yang terjadi dalam hidup anda. Tanda-tanda mentalitas korban dapat diamati melalui:

1. Perilaku

2. Mental

 

3. Emosi

4. Hubungan

Penyebab Victim Mentality

Apa yang menyebabkan seseorang memiliki mentalitas korban? Penyebab umumnya meliputi:

Secara umum, mentalitas korban dapat disebabkan karena adanya trauma di masa lalu (yang biasanya diakibatkan oleh pengkhianatan), gejala kebergantungan dalam hubungan, dan sikap manipulatif dari mereka yang menikmati peran sebagai 'si korban.'

Bagaimana Menyikapi Seseorang dengan Victim Mentality?

Berinteraksi dengan seseorang yang selalu melihat dirinya sebagai korban bisa jadi sulit. Mereka mungkin menolak bertanggung jawab atas kesalahan mereka dan menyalahkan orang lain saat terjadi kesalahan. Mereka mungkin selalu tampak merendahkan diri sendiri.

Namun, ingatlah bahwa banyak orang yang hidup dengan pola pikir ini pernah menghadapi kejadian sulit atau menyakitkan dalam hidup. Ini tidak berarti anda harus bertanggung jawab atas mereka atau menerima tuduhan dan kesalahan. Namun, cobalah untuk membiarkan empati memandu respons anda.

Berikut cara-cara yang bisa anda lakukan untuk menyikapi orang dengan mentalitas korban:

Memiliki mentalitas korban tidak bisa dijadikan alasan untuk berperilaku buruk. Menetapkan batasan untuk diri sendiri itu penting. Namun, pahami juga bahwa mungkin ada banyak hal lain yang terjadi selain sekadar keinginan mereka untuk diperhatikan.

Editor : Candra Mega Sari
#mentalitas korban #tanda #victim mentality