JawaPos.com - Lidah pecah-pecah adalah kondisi yang umum dan biasanya dialami oleh orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia. Meskipun terlihat ringan, kondisi ini perlu diatasi karena bisa menimbulkan masalah di dalam mulut.
Adapun lidah pecah ditandai dengan alur dangkal atau dalam di bagian atas atau pinggir lidah, serta lekukan yang menonjol. Terdapat juga celah kecil yang membuat lidah tampak berkerut, dengan berbagai ukuran dan kedalaman. Penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi lidah pecah-pecah.
Hingga kini, penyebab lidah pecah-pecah belum diketahui pasti. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti faktor keturunan, kekurangan zat besi, folat, dan vitamin B12, infeksi jamur, konsumsi makanan pedas, merokok, sistem imun melemah, dehidrasi, dan stres.
Lidah pecah-pecah biasanya tidak memerlukan perhatian khusus tetapi dapat dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur. Setelah menyikat gigi, disarankan untuk menyikat permukaan lidah untuk menghilangkan sisa makanan. Jika tidak, bakteri dan plak bisa menumpuk, menyebabkan masalah mulut lainnya.
Selain itu, ada beberapa cara lain untuk mencegah lidah pecah-pecah yang dilansir dari laman alodokter.com, antara lain:
- Berhenti merokok
- Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Mengurangi konsumsi makanan pedas, asam, dan minuman yang panas
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya untuk mencegah dehidrasi dan mulut kering
- Memeriksakan diri secara rutin ke dokter gigi 2 kali dalam setahun untuk melakukan perawatan, pembersihan, dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
Lidah pecah biasanya lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini bisa terjadi dalam satu keluarga. Hal itu menunjukkan bahwa kondisi ini dapat diturunkan secara genetik. Selain itu, kondisi ini dapat muncul bersamaan dengan kondisi lain seperti yang dilansir dari laman halodoc.com, yakni:
1. Lidah Geografis
Kondisi ini juga dikenal sebagai glositis migrasi jinak (BMG). Kondisi jinak ini sering muncul bersamaan dengan lidah pecah-pecah. Ini mungkin tidak menimbulkan gejala selain kepekaan berlebih terhadap makanan panas dan pedas.
2. Sindrom Melkersson-Rosenthal
Ini adalah kondisi yang langka. Ini tidak hanya menyebabkan kondisi ini, tetapi juga pembengkakan bibir atau wajah dan kelumpuhan pada wajah (Bell’s palsy).
3. Down Syndrome
Lidah pecah-pecah terjadi pada sekitar 80 persen anak-anak dengan kelainan kromosom down syndrome.
Jika kondisi ini menyebabkan berbagai gejala, dokter gigi mungkin akan merekomendasikan untuk rutin membersihkan lidah. Ini dapat membantu menghilangkan kotoran yang menumpuk di celah yang dalam, yang dapat menyebabkan iritasi. Dalam hampir semua kasus, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika kamu memiliki gejala atau komplikasi dari sindrom Melkersson-Rosenthal, dokter mungkin menyarankan untuk menemui spesialis.
Editor : Candra Mega Sari