Sleepwalking umumnya terjadi 1-2 jam setelah tidur dan dapat berlangsung selama 5-30 menit. Penderita mungkin terlihat duduk di tempat tidur dan melihat sekeliling tanpa kesadaran penuh. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak usia 5-12 tahun, meskipun dapat juga dialami oleh orang dewasa dan lansia.
Orang yang mengalami gangguan tidur berjalan tampak seperti tidak sadar saat berjalan dan hanya memandang lurus. Mereka mungkin tidak merespons saat disapa, meskipun beberapa bisa merespons dengan baik atau meracau. Jika dibangunkan paksa, pengidap biasanya bingung dan tidak ingat aktivitas yang sedang mereka lakukan.
Penyebab pasti gangguan tidur berjalan belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga terkait faktor genetik. Seseorang berisiko lebih tinggi mengalami tidur berjalan jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Meski begitu, ada sejumlah faktor yang sering dikaitkan dengan terjadinya sleepwalking, seperti yang dilansir dari laman alodokter.com, yaitu:
- Kurang tidur
- Kelelahan
- Jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya karena sering travelling atau bekerja shift
- stres
- Mabuk
- Penggunaan obat tertentu, seperti antipsikotik, stimulan, atau antihistamin
Selain faktor-faktor di atas, kondisi kesehatan seperti demam, GERD, gangguan irama jantung, asma, sleep apnea, atau sindrom kaki gelisah, juga sering dikaitkan dengan terjadinya gangguan tidur berjalan.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami sleepwalking, bicarakan dengan dokter jika gangguan terjadi lebih dari 1-2 kali seminggu, menyebabkan perilaku berbahaya, berlangsung dari kecil hingga remaja, atau baru terjadi pertama kali saat dewasa.
Terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala sleepwalking. Umumnya, pengidap gangguan tidur berjalan akan diberikan resep oleh dokter sebagai penanganan untuk mengurangi gejala dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Selain itu, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengobati gangguan tidur berjalan, seperti yang dilansir dari laman halodoc.com, yaitu:
- Mengurangi stres
- Melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur (misalnya, mandi air hangat atau membaca buku)
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein sebelum tidur
- Membuang air kecil terlebih dahulu
- Membuat kamar tidur senyaman mungkin
- Mengatur pola dan waktu tidur dengan disiplin karena gangguan tidur berjalan juga bisa dipicu oleh kurang tidur
Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan tidur berjalan pada waktu yang sama tiap malam, bisa diatasi dengan mengganggu siklus tidur mereka. Bangunkan setiap 15-30 menit sebelum waktu tidur berjalan yang biasa agar bisa menghentikan gangguan tidur. Jika merasakan gejala di atas, hubungi dokter.
Editor : Candra Mega Sari