Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Banyak Aturan dan Tegas! Kenali Ciri-Ciri Pola Asuh Otoriter dan Dampak Negatifnya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Rita Salsabilla • Senin, 3 Februari 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi pola asuh otoriter pada anak. (Dok. Freepik)
Ilustrasi pola asuh otoriter pada anak. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Pola asuh memiliki peran yang besar dalam membentuk karakter dan perilaku pada anak. Salah satu yang sering dibahas adalah pola asuh otoriter, di mana orang tua cenderung mengontrol anak secara ketat tanpa memberi ruang untuk berekspresi dan berkembang.

Pola asuh ini tentunya bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental pada anak. Lalu, apa saja ciri-ciri dan dampak negatifnya? Simak penjelasan lengkap berikut mengenai pembahasan pola asuh otoriter pada anak dilansir dari laman Sampoerna Academy.

Pengertian Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter merupakan gaya pengasuhan di mana orang tua mengatur anak sesuai dengan keinginan mereka tanpa memberi pujian atau penghargaan.

Tujuannya adalah untuk mengajarkan anak disiplin dan tanggung jawab, tetapi pendekatan ini justru cenderung memberikan tekanan berlebih pada anak karena kurangnya kebebasan berekspresi.

Ciri-Ciri Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter ditandai dengan aturan yang sangat ketat, di mana orang tua menganggap bahwa anak harus dibentuk dengan disiplin yang tegas. Selain kontrol penuh terhadap anak, berikut beberapa ciri orang tua dengan pola asuh ini:

1. Menetapkan Banyak Aturan

Orang tua dengan pola asuh ini menerapkan banyak aturan yang harus diikuti anak, mencakup hampir seluruh aspek kehidupan mereka. Seringkali, anak tidak diberi penjelasan tentang alasan dibalik aturan tersebut.

2. Komunikasi Sepihak

Komunikasi lebih bersifat sepihak, di mana anak tidak diajak berdiskusi atau dilibatkan dalam keputusan. Orang tua umumnya tidak menjelaskan alasan mereka, hanya menginginkan anak untuk mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

3. Bersikap Dingin

Orang tua dalam pola asuh ini cenderung bersikap dingin dan tegas. Mereka jarang memberi pujian atau dukungan. Mereka lebih sering menegur atau memarahi anak dan tidak tertarik mendengarkan keluh kesah anak, hanya fokus pada kedisiplinan.

4. Mempermalukan Anak

Orang tua otoriter seringkali merasa bahwa mempermalukan anak akan membuat mereka lebih patuh. Mereka bisa menggunakan rasa malu sebagai cara untuk memaksa anak mengikuti aturan, bahkan bisa memarahi atau mempermalukan anak di depan umum.

5. Tidak Ada Ruang untuk Pendapat

Orang tua tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk membuat pilihan sendiri atau mengungkapkan pendapat. Mereka mendominasi dengan keputusan mereka dan merasa tahu apa yang terbaik bagi anak.

6. Menuntut Tanpa Penjelasan

Orang tua yang menerapkan pola asuh ini memiliki banyak aturan tetapi jarang memberikan penjelasan tentang tujuan atau pentingnya aturan tersebut. Mereka lebih mengutamakan kepatuhan pada aturan tanpa memberi penjelasan yang cukup pada anak.

Dampak Negatif Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter dapat membawa dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, di antaranya:

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#otoriter #orang tua #pola asuh #anak #Dampak negarif #ciri-ciri