JawaPos.com - Rasa nyeri di dada yang muncul secara tiba-tiba seringkali membuat kita khawatir akan serangan jantung. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ini juga bisa disebabkan oleh Precordial catch syndrome.
Precordial catch syndrome adalah serangan nyeri di dada yang terjadi akibat saraf di dada terhimpit atau terstimulasi. Ini bukan kondisi darurat medis dan lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Nyeri ini biasanya akan hilang seiring bertambahnya usia dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Dilansir dari laman phcm.co.id, gejala dari Precordial catch syndrome antara lain:
- Nyeri yang dideskripsikan seperti tertusuk, berdenyut
- Rasa nyeri hanya muncul di salah satu area dada
- Nyeri mungkin memburuk saat menarik napas dalam
- Nyeri hanya muncul selama beberapa menit, kemudian menghilang
Nyeri dada yang ditimbulkan precordial catch umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi tidak menutup kemungkinan gejala yang dirasakan mengarah ke penyakit lain seperti penyakit jantung koroner, infark miokard, pneumothorax, gastritis.
Penyebab sindrom precordial catch tidak terlalu jelas, dan kondisi ini bukan karena penyakit jantung atau paru-paru. Dokter mempertimbangkan beberapa pemicu, seperti iritasi pada saraf dinding paru-paru akibat postur buruk, cedera, atau benturan. Selain itu, nyeri pada tulang rusuk atau tulang lunak di dada serta fase pertumbuhan juga dapat menjadi penyebab.
Sindrom ini umumnya tidak menyebabkan komplikasi, tetapi nyeri berulang dapat menimbulkan kecemasan. Jika nyeri berulang terjadi, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Dilansir dari laman alodokter.com, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala Precordial catch syndrome, antara lain:
- Atur pola nafas
- Jangan panik, karena akan membuat kita menarik nafas dengan cepat dan dalam yang akan menambah nyeri dada
- Atur posisi tubuh secara perlahan, seperti duduk
- Ciptakan suasana yang rileks
Editor : Candra Mega Sari