JawaPos.com - Memilih karier yang sesuai adalah bagian penting dari perjalanan menuju kedewasaan, namun seringkali menjadi hal yang membingungkan. Tidak semua orang langsung menemukan jalan hidup yang tepat setelah lulus sekolah.
Ada sebagaian orang yang sudah tahu apa yang akan mereka lakukan, namun karier yang mereka pilih ternyata tidak cocok. Ada pula yang belum bisa memilih pekerjaan yang sesuai dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan minatnya.
Inilah tugas seorang pembimbing konseling, atau yang sering kita kenal sebagai guru BK. Dilansir dari All Psychology Schools, seorang guru BK memiliki banyak tugas. Salah satunya adalah membantu proses aplikasi pendidikan lanjutan, pekerjaan hingga beasiswa.
Dalam manga karya Masaki Kasahara yang berjudul "Yumenashi-sensei no Shinro Shidou" atau "Yumenashi-sensei's Guidance Counseling", kita dapat melihat betapa pentingnya peran seorang guru BK dalam menentukan karier.
Pak Guru Takanashi adalah seorang guru matematika dan guru BK di sebuah sekolah menengah atas di Jepang yang memiliki kebiasaan aneh dalam membimbing murid-muridnya. Sebelum menjadi guru, ia bekerja sebagai konsultan karier bagi pemerintahan.
Bukannya mendukung murid-muridnya dengan sepenuh hati untuk mencapai cita-cita mereka, tapi ia malah membandingkan minat murid-muridnya dengan dunia nyata. Karena gayanya ini, ia dijuluki 'perusak mimpi' (Yumenashi) oleh murid-muridnya.
Pak Guru Takanashi menasehati salah satu muridnya bahwa mimpi itu kejam dan tidak kenal ampun. Maka dari itu, kita harus hati-hati untuk mencapai cita-cita.
Mita, salah satu mantan muridnya, tidak berminat untuk berkuliah karena ia sangat ingin bergabung ke agensi dan menjadi aktor pengisi suara. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah Mita tidak realistis. Pak Takanashi terus mengingatkannya untuk tidak bermimpi terlalu tinggi.
Beliau tidak memaksa Mita untuk berkuliah, karena peluang mendapatkan pekerjaan juga belum tentu besar dengan gelar sarjananya.
Jumlah pengisi suara di Jepang terus meningkat tiap tahunnya. Dengan begitu persaingan untuk mendapatkan peran di sebuah proyek makin menurun.
Akan tetapi Mita tidak mendengarkannya, dan memutuskan untuk bergabung dengan akademi pelatihan pengisi suara serta mengikuti audisi.
Tak disangka-sangka, apa yang diprediksi oleh Pak Takanashi benar-benar terjadi. Mita beberapa kali terpaksa untuk menjual tubuhnya hanya untuk mendapatkan beberapa baris dialog.
Usahanya menjual tubuh juga tidak menguntungkan dirinya dan Mita terpaksa dikeluarkan dari agensi. Kemudian ia bekerja di Maid Cafe dengan membagi-bagikan selebaran iklan di jalanan, dimana ia bertemu kembali dengan Pak Takanashi.
Dalam perbincangannya dengan guru BK lamanya, ia diajarkan bagaimana cara untuk menyerah dan berdamai dengan diri sendiri.
Sama seperti Pak Takanashi, ia dulu menyerah untuk mencapai cita-citanya.
Masih ada kisah-kisah lain dari murid-murid yang berada di bawah bimbingan Pak Takanashi, dan mereka memiliki cita-cita pula.
Manga ini baru saja dipublikasikan pada April 2023 lalu oleh Big Comic Spirits. Walaupun manga ini sangat bagus untuk para murid sekolah menengah atas, banyaknya adegan vulgar dalam manga ini tidak disarankan untuk pembaca di bawah umur 21 tahun.
Editor : Candra Mega Sari