Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Awas Bau Badan! Kenali 6 Jenis Kain yang Tidak Menyerap Keringat dan Bikin Tidak Nyaman Ini

Zulfa Putri Hardiyati • Minggu, 19 Januari 2025 | 08:00 WIB

Ilustrasi seorang wanita mengenakan kaos jersey berbahan polyester
Ilustrasi seorang wanita mengenakan kaos jersey berbahan polyester
JawaPos.com - Memilih pakaian yang tepat untuk aktivitas sehari-hari bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kenyamanan. Salah satu faktor yang sering terlupakan adalah jenis kain yang digunakan pada pakaian. Terutama saat cuaca panas atau saat beraktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, jenis kain yang tidak menyerap keringat bisa sangat mengganggu kenyamanan anda.

Kain yang tidak menyerap keringat cenderung membuat tubuh merasa lembap, yang dapat memicu rasa tidak nyaman, iritasi kulit, dan bahkan bau badan. Bahan sintetis seperti nylon adalah contoh jenis kain yang tidak memiliki kemampuan untuk menyerap kelembaban, sehingga keringat hanya terjebak di permukaan kulit.

Keringat yang menempel pada kulit dan pakaian dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri penyebab bau badan, terutama di iklim tropis yang cenderung lebih lembab, memicu produksi keringat yang lebih banyak. 

Untuk itu, penting mengetahui jenis kain yang perlu anda hindari agar tetap merasa segar sepanjang hari. Melansir dari Liberty Society, berikut adalah 6 jenis kain yang tidak menyerap keringat.

1. Nylon

Nylon adalah serat sintetis tanpa serat alami yang menyerap keringat. Meskipun ideal untuk pakaian renang karena tidak menyerap air dan tetap ringan di dalam air, kain ini cenderung terasa panas saat dikenakan, sehingga meningkatkan produksi keringat dan berpotensi menyebabkan bau badan.

2. Fleece

Fleece adalah bahan lembut yang dibuat untuk menggantikan wol domba, namun kini sebagian besar terbuat dari polyester. Dengan serat yang padat, fleece menghambat penyerapan keringat dan cenderung membuat tubuh terasa lebih panas, yang dapat menyebabkan peningkatan keringat dan bau badan.

3. Polyester

Polyester, bahan yang sering digunakan untuk pakaian olahraga dan kaos jersey, tidak efektif menyerap keringat. Meskipun ringan dan elastis, kelembaban sulit menguap dari kain ini, menciptakan sensasi lengket yang bisa menyebabkan bau badan.

4. Teteron Cotton

Teteron adalah campuran antara cotton combed dan polyester, yang memiliki daya serap keringat rendah. Kain ini terasa cukup panas dan kaku, sering digunakan dalam celana dan sprei, namun kurang ideal untuk cuaca panas atau aktivitas fisik.

5. Satin Clarissa

Satin dikenal dengan tekstur lembut dan lenturnya, namun Satin Clarissa cenderung tidak menyerap keringat dengan baik. Bahan ini digunakan dalam pembuatan rok atau dekorasi ruangan, tetapi tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari karena dapat menyebabkan penumpukan keringat.

6. Sifon Hycon

Meskipun terlihat mirip dengan sifon, kain hycon lebih kasar dan lebih panas meskipun lebih tipis dan licin. Kain ini tidak menyerap keringat dengan baik, membuatnya terasa tidak nyaman saat dikenakan dalam cuaca panas.

Dengan mengetahui jenis-jenis kain yang tidak menyerap keringat, anda bisa lebih bijak dalam memilih pakaian yang tepat untuk kenyamanan tubuh. Memilih bahan kain yang dapat menyerap keringat dengan baik sangat penting, terutama untuk menghindari rasa tidak nyaman dan bau badan.

Selalu pastikan untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan yang sesuai dengan kebutuhan, terutama dalam iklim tropis yang panas dan lembap. Dengan memperhatikan jenis kain yang anda pilih, anda dapat tetap merasa segar dan nyaman sepanjang hari. 

Editor : Candra Mega Sari
#Jenis Kain #tidak menyerap keringat #bau badan #pakaian