JawaPos.com – Perayaan Tahun Baru Imlek pada 29 Januari 2025 merupakan momen istimewa dan penuh makna yang dihiasi oleh berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang harapan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.
Sebagai bagian dari perayaan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, Imlek penuh dengan ritual dan kebiasaan yang mengingatkan kita akan pentingnya keberuntungan dan kebersamaan.
Dilansir dari laman Badan Informasi Geospasial RI, berikut ini 8 tradisi perayaan Tahun Baru Imlek yang perlu anda ketahui.
1. Bersih-bersih Rumah
Sehari sebelum perayaan Imlek, tradisi bersih-bersih rumah dilakukan oleh banyak keluarga Tionghoa. Tujuannya adalah membersihkan sisa-sisa keberuntungan yang buruk dan memberi ruang bagi keberuntungan yang baru. Rumah yang bersih juga diyakini akan membawa energi positif dan memastikan Imlek dirayakan dalam suasana yang penuh harapan.
2. Dekorasi Rumah
Tradisi imlek selanjutnya adalah menghiasi rumah dengan ornamen seperti lampion merah, kertas bertuliskan harapan baik, dan berbagai dekorasi lainnya. Pengecatan ulang rumah pun sering dilakukan agar suasana lebih segar dan penuh keberuntungan. Warna merah, yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, menjadi warna dominan dalam setiap dekorasi perayaan Imlek.
3. Menghidangkan Makanan Khas
Makanan khas Imlek lebih dari sekadar sajian lezat, tetapi juga memiliki makna simbolis. Hidangan seperti ayam utuh melambangkan kemakmuran keluarga, mie panjang simbol panjang umur, dan kue lapis legit melambangkan rezeki yang berlipat. Imlek juga dikenal dengan hidangan 12 jenis makanan yang melambangkan 12 shio, sebagai tanda harapan untuk tahun yang penuh berkat.
4. Petasan dan Kembang Api
Petasan dan kembang api selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Tradisi ini bermula dari legenda Nian, makhluk jahat yang mengganggu penduduk desa. Masyarakat mengusirnya dengan suara keras petasan dan cahaya kembang api, yang kini menjadi simbol untuk mengusir nasib buruk dan menyambut tahun baru dengan semangat yang baru.
5. Bagi-bagi Angpao
Salah satu tradisi yang paling dinanti saat perayaan Imlek adalah berbagi angpao, atau amplop merah berisi uang, yang diberikan kepada anak-anak atau orang yang belum menikah. Masyarakat Tionghoa menghindari angka empat dalam angpao, karena dianggap membawa sial, dan lebih memilih angka yang baik sebagai tanda keberuntungan.
6. Mengunjungi Sanak Saudara
Selain berkumpul dengan keluarga inti, tradisi mengunjungi sanak saudara juga menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Banyak yang mudik untuk merayakan bersama keluarga besar, berbagi angpao, dan menikmati hidangan lezat di malam hari.
7. Sembahyang Leluhur
Sebelum perayaan Imlek dimulai, banyak keluarga Tionghoa melaksanakan sembahyang leluhur di rumah dengan menyalakan dupa, lilin, dan menyajikan makanan sebagai persembahan. Mereka menghormati leluhur dan mendoakan agar mereka diberkahi di tahun yang baru. Tradisi ini menunjukkan rasa hormat dan menjaga hubungan spiritual dengan generasi sebelumnya.
8. Pertunjukan Barongsai
Tidak lengkap rasanya jika perayaan Imlek tanpa pertunjukan barongsai. Liong dan barongsai bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Pertunjukan ini juga dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa kemakmuran di tahun yang baru.
Editor : Candra Mega Sari