Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

7 Cara Mengatasi Pola Tidur yang Berubah Seiring Penuaan demi Menjaga Kesehatan dan Kenyamanan Hidup Maksimal

Nurul Fitriyah • Selasa, 14 Januari 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi seorang lansia sedang tidur
Ilustrasi seorang lansia sedang tidur

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, pola tidur cenderung berubah. Banyak yang mulai merasakan perbedaan, mulai dari sulit tidur nyenyak hingga sering terbangun di malam hari.

Pola tidur mengacu pada kebiasaan dan durasi seseorang dalam beristirahat setiap malam. Perubahan dalam pola ini sering terjadi seiring bertambahnya usia akibat berbagai faktor fisik dan psikologis.

Memahami pola tidur yang berubah seiring bertambahnya usia membantu menjaga kesehatan tubuh. Langkah ini memungkinkan seseorang mengidentifikasi kebiasaan yang perlu ditingkatkan demi kualitas istirahat yang lebih baik.

Berikut adalah 7 cara mengatasi pola tidur yang berubah seiring penuaan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan hidup maksimal, dilansir dari laman Webmd, Senin (13/1).

1. Tidur Berubah Seiring Bertambahnya Usia

Saat usia bertambah, perubahan pola tidur terjadi secara alami. Lansia cenderung tidur lebih singkat dan sering terbangun di malam hari.

Fase tidur nyenyak dan Rapid Eye Movement (REM), yang penting untuk pemulihan tubuh, juga berkurang. Perubahan ini dipengaruhi oleh ritme sirkadian yang melemah seiring waktu.

Penurunan hormon tertentu, seperti melatonin, turut mempengaruhi kualitas istirahat malam. Meski begitu, menjaga pola tidur teratur dapat membantu meminimalkan dampaknya.

2. Kebiasaan Kurang Sehat Mempengaruhi Tidur

Tidur yang terganggu seringkali dipicu oleh kebiasaan tertentu. Misalnya, konsumsi kafein atau alkohol di malam hari dapat mengganggu rasa kantuk alami.

Tidur siang yang terlalu lama membuat tubuh sulit tidur pada malam hari. Selain itu, tidur di lingkungan yang terlalu bising atau terang juga menghambat kualitas istirahat.

Kebiasaan seperti begadang atau tidak memiliki jadwal tidur yang konsisten memperparah kondisi. Dengan mengelola kebiasaan tidur yang baik, kualitas istirahat bisa ditingkatkan.

3. Gangguan Medis Sebagai Penyebab

Masalah medis sering menjadi alasan utama gangguan tidur. Apnea tidur, misalnya, menyebabkan henti nafas sementara yang mengurangi kadar oksigen.

Gangguan lain seperti sindrom kaki gelisah membuat seseorang merasa tidak nyaman saat tidur. Kondisi ini sering kali tidak terdiagnosis sehingga mempengaruhi kualitas hidup.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengelola masalah ini. Berkonsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk memastikan penanganan yang efektif.
 
Baca Juga: 7 Waktu Terbaik Minum Air untuk Kesehatan Tubuh dan Manfaatnya yang Jarang Diketahui

4. Aktivitas Rendah Mempengaruhi Kualitas Tidur

Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tidur menjadi kurang berkualitas. Tubuh membutuhkan rasa lelah alami agar bisa tidur nyenyak di malam hari.

Ketika seseorang tidak banyak bergerak, rasa kantuk cenderung sulit datang. Aktivitas seperti berjalan kaki atau berolahraga ringan membantu mengatur ritme tubuh.

Kegiatan sosial yang melibatkan interaksi dengan orang lain juga meningkatkan suasana hati dan kualitas istirahat. Lansia disarankan untuk tetap aktif meski di usia senja.

5. Stres Menyebabkan Tidur Terganggu

Stres emosional seringkali berdampak langsung pada pola tidur. Kehilangan orang terdekat atau perubahan besar dalam hidup dapat memicu kecemasan.

Kondisi ini membuat tubuh sulit merasa rileks, bahkan saat waktu tidur tiba. Pikiran yang terus-menerus aktif menghambat produksi hormon yang memicu rasa kantuk.

Relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau membaca buku ringan, membantu mengatasi stres. Menciptakan rutinitas yang menenangkan juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur.

6. Cara Praktis Meningkatkan Tidur

Cara praktis meningkatkan tidur meliputi menetapkan jadwal tidur yang konsisten agar tubuh terbiasa dengan waktu istirahat. Hindari konsumsi makanan berat, kafein, atau alkohol sebelum tidur untuk menjaga kualitas istirahat.

Pastikan kamar tidur nyaman dengan suhu yang pas dan pencahayaan redup. Jauhkan perangkat elektronik seperti ponsel untuk mengurangi paparan cahaya biru yang dapat mengganggu tidur.

Rutinitas santai sebelum tidur, seperti membaca atau mendengarkan musik lembut, juga membantu tubuh lebih rileks. Langkah-langkah sederhana ini dapat memberikan dampak besar pada kualitas tidur seseorang.

7. Pentingnya Konsultasi Profesional

Ketika gangguan tidur terus terjadi, diperlukan penanganan lebih lanjut. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab spesifik dan memberikan saran atau pengobatan.

Beberapa gangguan, seperti apnea tidur, membutuhkan alat bantu atau terapi khusus. Konseling juga bermanfaat untuk mengatasi stres emosional yang mempengaruhi pola tidur.

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi potensi gangguan sebelum semakin parah. Mendapatkan bantuan dari ahli adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pola tidur yang berubah seiring bertambahnya usia bukan hal yang tidak dapat diatasi. Dengan langkah sederhana dan dukungan profesional, kualitas tidur tetap bisa dijaga untuk mendukung kesehatan secara optimal.
Editor : Candra Mega Sari
#kualitas tidur #menjaga kesehatan #tips #pola tidur