Melansir dari laman hellosehat.com, untuk mendapatkan cuka apel yang dapat dikonsumsi diperlukan suatu proses. Pada tahap pertama, air sari apel yang disaring dari buah apel yang difermentasi dengan ragi menjadi alkohol. Selanjutnya, bakteri mengolah alkohol itu menjadi asam asetat, menghasilkan cuka apel yang kita kenal.
Meskipun belum ada dosis pasti yang direkomendasikan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 1-2 sendok makan cuka apel per hari dapat memberikan manfaat kesehatan.
Dikutip dari laman ciputrahospital.com, sebaiknya konsumsi cuka apel bersamaan dengan air putih atau makanan. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti:
1. Nyeri ulu hati
Sifat iritan yang dimiliki cuka apel dapat mengiritasi lambung. Hal ini dapat menimbulkan gejala nyeri pada ulu hati. Oleh karena itu, cuka apel dapat memperburuk gejala mag yang dialami seseorang.
Untuk mencegahnya, sebaiknya konsumsi cuka apel dalam kondisi perut sudah terisi makanan. Selain itu, coba kurangi jumlah cuka apel yang dikonsumsi dalam sehari.
2. Penurunan kadar mineral
Konsumsi cuka apel secara berlebihan diduga juga dapat menyebabkan penurunan kadar salah satu mineral dalam tubuh, yaitu kalium.
Meskipun penelitian mengenai hal tersebut masih minim, didapatkan sebuah kasus penurun kadar kalium darah pada seseorang yang mengonsumsi cuka apel secara rutin dalam jangka panjang.
3. Perut kembung
Konsumsi cuka apel dapat memperlambat proses pencernaan di lambung. Akibatnya, pengosongan isi lambung ke dalam usus menjadi lebih lambat. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala perut kembung, disertai rasa panas di dada dan mual. Selain itu, pencernaan yang melambat juga dapat membuat nafsu makan turun.
4. Erosi enamel gigi
Asam dalam cuka sari apel dapat merusak enamel gigi jika sering dikonsumsi. Studi laboratorium menunjukkan bahwa paparan asam asetat pada gigi menyebabkan hilangnya mineral, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kerusakan gigi.
Agar aman, sebaiknya cuka sari apel diencerkan dalam air dan diminum menggunakan sedotan.
5. Iritasi tenggorokan
Kandungan asam dalam cuka sari apel juga bisa menyebabkan luka bakar pada tenggorokan jika dikonsumsi berlebihan. Penelitian mengungkapkan bahwa cairan berasam seperti cuka sering kali menyebabkan iritasi dan luka bakar pada tenggorokan, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, cuka sari apel harus selalu diencerkan dan tidak boleh dikonsumsi dalam dosis tinggi.
Editor : Candra Mega Sari