Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tetap Berhati-hati, Ini 7 Cara Membedakan Lowongan atau Perusahaan Palsu Ketika Melamar Kerja!

Trinaifa Ardianti • Kamis, 9 Januari 2025 | 09:00 WIB

Ilustrasi melamar kerja
Ilustrasi melamar kerja
JawaPos.com - Sebagai pencari kerja, kamu mungkin mengirimkan ratusan bahkan ribuan lamaran dalam beberapa bulan. Dalam sehari, kamu bisa saja mengirimkan sekitar lima sampai belasan lamaran.

Hal ini bisa jadi dilakukan apabila seseorang sudah lama menganggur atau ingin cepat-cepat bekerja dan mencari uang untuk pendapatan. Alhasil, kamu bisa melamar ke berbagai tempat yang tidak kredibel.

Di zaman sekarang ini, tidak hanya barang atau uang palsu yang ada di masyarakat namun juga perusahaan atau lowongan palsu. Pencari kerja yang dipancing untuk datang wawancara bisa jadi terjebak dalam sebuah skema berbahaya.

Mulai dari menjadi nasabah, sampai menjadi korban eksploitasi pekerjaan yang tidak sesuai. Hal ini bisa dihindari apabila kamu memiliki kemampuan untuk membedakan lowongan atau perusahaan palsu dengan yang asli.

Ada beberapa hal yang bisa dilihat ketika kamu mendapati sebuah lowongan kerja. Dilansir dari Topresume.com dan Indeed.com, berikut adalah 7 cara membedakan lowongan atau perusahaan palsu ketika kamu melamar kerja.

Baca Juga: Unduh Sekarang! Tujuh Aplikasi Lowongan Kerja yang Terpercaya dan Paling Sering Digunakan

1. Kompensasi Sangat Tinggi

Poin pertama yang bisa menjadi cara membedakan perusahaan atau lowongan palsu adalah adanya kompensasi yang sangat tinggi. Yang dimaksud dengan kompensasi tentunya adalah gaji yang sangat berlebihan.

Kamu bisa melihat sebuah lowongan dengan level rendah namun dengan gaji fantastis yang biasanya diberikan pada level senior atau manajer. Lebih jauh, ketika wawancara kamu mungkin akan diberitahu bahwa perusahaan akan menggaji kamu dengan fantastis.

2. Tidak Ada Jejak di Internet

Poin kedua yang bisa jadi hal yang membedakan perusahaan atau lowongan palsu adalah tidak adanya jejak perusahaan di internet. Dalam postingan lowongan, kamu mungkin mendapati informasi kontak yang tidak jelas.

Ketika menyusuri dunia maya, kamu jua tidak bisa menemukan hal penting seperti lokasi kantor, dokumentasi perusahaan, bahkan sesederhana website perusahaan. Hal ini bisa jadi perusahaan yang membuka lowongan bahkan tidak eksis di kehidupan.

3. Lowongan Tidak Jelas

Poin ketiga yang bisa jadi penanda bahwa lowongan atau perusahaan yang kamu lamar itu palsu adalah lowongan tidak jelas. Sebuah lowongan seharusnya memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas dan mudah dipahami.

Namun, untuk lowongan palsu, kamu akan melihat deskripsi pekerjaan tidak jelas dan tidak terfokus pada satu bidang. Bahkan ada beberapa poin yang sangat melenceng dari posisi yang seharusnya. 

4. Tidak Ada Email Perusahaan

Poin keempat yang bisa kamu lihat untuk membedakan perusahaan atua lowongan palsu adalah tidak adanya email perusahaan. Sebuah perusahaan biasanya memiliki email khusus dengan domain nama perusahaan di belakangnya.

Selain itu, dalam email yang dikirimkan kepada kamu mungkin memiliki gaya bahasa yang aneh atau terkesan tidak profesional. Hal ini bisa jadi pertanda antara perusahaan tidak profesional atau tidak eksis di dunia nyata.

5. Tawaran Kerja Terlalu Cepat

Poin kelima yang bisa kamu teliti untuk membedakan perusahaan atau lowongan palsu adalah tawaran kerja datang terlalu cepat. Kamu mungkin tidak melamar namun ditawarkan pekerjaan oleh perusahan yang kamu tidak tahu namanya.

Kamu mungkin juga direkrut selang beberapa saat segera setelah kamu melamar. Proses tawaran kerja dan rekrutmen yang sangat cepat bisa jadi tanda bahwa itu lowongan palsu atau perusahaan sebenarnya tidak ada atau tidak kredibel.

6. Meminta Informasi Personal

Poin keenam yang bisa jadi pembeda lowongan atau perusahaan palsu adalah mereka meminta informasi personal. yang dimaksud dengan informasi personal adalah tanggal lahir, KTP, KK dan masih banyak lagi dokumen penting lainnya.

Perusahaan biasanya tidak akan meminta dokumen penting kecuali kamu sudah menjadi karyawan mereka dan dokumen tersebut dibutuhkan untuk mengurus sesuatu, misalnya BPJS. Untuk informasi personal ketika baru di tahap lowongan sebaiknya kamu hindari untuk menghindar dari kejadian tidak diinginkan di masa depan.

7. Meminta Iuran atau Bayaran

Poin terakhir yang mungkin jadi hal yang membuatmu sadar bahwa perusahaan atau lowongan palsu adalah perusahaan meminta iuran atau bayaran dari kamu. Hal ini dilakukan bahkan sebelum kamu resmi tercatat sebagai karyawan mereka.

Beberapa perusahaan baik bahkan memberikan calon karyawannya ongkos atau makan siang. Namun untuk perusahaan atau karyawan palsu mungkin menginginkan sejumlah uang untuk bisa masuk ke perusahaan. Ingat untuk tidak gegabah memberikan uang terutama ketika kamu tidak yakin akan diterima di perusahaan tersebut.

Ketujuh poin di atas merupakan sederet hal yang menjadi cara membedakan perusahaan atau lowongan palsu. Sebagai seorang pencari kerja, meski sedang mepet dan melakukan berbagai usaha demi bisa bekerja harus tetap teliti dan kritis demi terhindar dari terjebak di lowangan atau perusahaan palsu.

Baca Juga: Shortcut Keyboard yang Wajib Diketahui Pengguna Laptop Windows dan MacBook, Kerja Jadi Serba Cepat dan Mudah!

Editor : Candra Mega Sari
#lowongan kerja #melamar kerja #lowongan palsu #cara membedakan