JawaPos.com - Naoko Yamada telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mempopulerkan penggunaan hanakotoba dalam industri anime. Hal ini membuat komunitas penggemar anime kagum dan memberikan apresiasi. Bahkan, dalam serial anime Wonder Egg Priority karya Shin Wakabayashi, bahasa bunga menjadi pusat perhatian sejak episode pertamanya. Artikel ini akan membahas hanakotoba dari beberapa bunga yang menggambarkan karakter Ai Ohto dan Neiru Aonuma.
Ai Ohto: Himawari, Anemone, Tsukimisō, dan Tsubaki
Himawari (ひまわり) menjadi bunga utama yang berasosiasi dengan karakter Ai Ohto, tokoh utama serial Wonder Egg Priority. Bunga matahari, dalam hanakotoba, melambangkan cahaya atau kecemerlangan, cinta yang penuh gairah, kesetiaan, pemujaan, dan rasa hormat; dan, dalam floriografi Barat, himawari dapat berarti kebahagiaan yang langgeng, kepositifan, kekuatan, dan umur panjang.
Pengasosiasian bunga ini dengan Ai Ohto menjadi menarik saat melihat konteks karakterisasi si gadis yang mana melihat dirinya sendiri sebagai sesuatu yang jauh dari berbagai makna positif bunga matahari. Hal ini dapat menjadi komentar tentang bagaimana orang lain melihatnya meskipun ia tampak muram.
Pada episode 2, ketika Ai berbicara dengan Neiru, ia ditampilkan dengan latar belakang grafiti bunga matahari, tetapi hampir selalu dalam bayangan. Sementara orang lain, mungkin, pernah melihat Ai sebagai bunga matahari, tetapi itu bukanlah cara ia melihat dirinya sendiri. Inilah sebabnya bunga matahari pada hoodie dan interaksinya dengan bunga matahari bahkan sebagai latar belakang yang dicat dibayangi atau diputarbalikkan. Hal ini diperjelas melalui gambar close-up yang menampilkan luka yang diderita oleh Ai di Dunia Mimpi; gambar bunga matahari yang ternoda oleh darah itu seolah memberi tahu penonton bahwa si gadis heterokromia mungkin pernah menjadi pribadi yang lebih positif, tetapi kini tidak lagi demikian sebab bagian dirinya "terluka" oleh berbagai keadaan.
Selain himawari, Ai juga diasosiasikan dengan bunga anemone (Anemone canadensis), yaitu ketika Ai pertama kali tiba di Dunia Mimpi milik Rika, ladang yang semula dipenuhi dengan bunga lili berubah menjadi hanabatake berwarna ungu.
Bunga anemone (アネモネ) sendiri memiliki beragam makna. Dalam banyak budaya Timur, bahkan dalam hanakotoba, bunga anemon berarti kabar, nasib, atau pertanda buruk. Namun, pada era Victoria, membawa bunga ini dianggap dapat mencegah penyakit. Selain itu, ada yang percaya bahwa anemon juga dapat berarti cinta atau hubungan yang ditinggalkan. Tak hanya itu, bunga anemon juga bisa dimaknai sebagai pengingat untuk tidak meninggalkan orang yang anda sayangi sekaligus membawa pesan antisipasi untuk masa depan.
Anemon putih, khususnya, dapat bermakna ketulusan dan kedamaian; sedangkan anemone ungu, seperti yang diduga hadir dalam serial ini, bermakna antisipasi serta perlindungan dari segala hal-hal buruk atau kejahatan.
Bunga berikutnya yang merepresentasikan Ai Ohto adalah evening-primrose atau tsukimisō (月見草). Jika hanabatake yang muncul pada adegan ketika si gadis heterokromia ini masuk ke Dunia Mimpi Rika Kawai adalah bunga tsukimisō, maka maknanya akan lebih masuk akal sebagai gambaran Ai di dunia si Mantan Idol. Bunga ini, dalam hanakotoba, berarti keputusasaan; sedangkan dalam floriografi era Victoria, bermakna cinta yang masih muda, mudah berubah, atau tidak konsisten. Hubungan Ai dengan dan untuk Koito masih menjadi misteri bahkan hingga episode ketujuh serial ini. Bunga-bunga tersebut menunjukkan hubungan yang tegang di antara keduanya meskipun mereka jelas-jelas bersahabat.
Dan, bunga terakhir yang menggambarkan kedirian Ai Ohto adalah camelia atau tsubaki (椿), yang secara mengesankan hadir membingkai lukisan Sawaki-sensei yang dilihat oleh si gadis di akhir Episode 10. Lukisan itu menampilkan Ai versi dewasa yang dikelilingi oleh bunga kamelia merah dan putih. Sawaki-sensei tidak pernah bersikap samar dalam mengejar Ai, meskipun tujuan akhirnya adalah menjadikan si gadis sebagai model yang polos untuk lukisannya; ia sengaja mencari Ai dan menggambarnya sambil mengomentari bagaimana ia ingin Ai untuk menerima heterokromia-nya.
Dalam hanakotoba, kamelia putih membawa pesan penantian atau keilahian; seperti banyak bunga putih lainnya, bunga ini juga dapat bermakna kemurnian dan juga memiliki simbolisme seputar cinta antara ibu dan anak. Sebaliknya, bunga kamelia merah melambangkan cinta dan hasrat yang romantis atau penuh gairah. Mengombinasikan keduanya dengan latar belakang Ai yang sudah dewasa dalam lukisan dan gaun yang dikenakan Ai pada episode sepuluh (yang menonjolkan pesona feminin-nya) mdapat dengan mudah membawa makna bahwa Sawaki-sensei sedang menunggu Ai menjadi dewasa untuk mendekatinya secara romantis. Bahkan jika Sawaki-sensei tidak menunggu Ai dengan cara seperti itu, tindakannya sebagaimana yang dibingkai oleh serial ini paling banter, sangatlah tidak pantas secara ambigu.
Neiru Aonuma: Deijī, Hanabi, Rairaku, dan Suzuran
Neiru adalah teman pertama Ai dalam kegiatan membeli telur gachapon. Mereka bertemu di akhir episode pertama setelah Ai mendapatkan "satu kesempatan gratis" dan Ai segera mencoba menghubunginya dengan niat untuk berteman. Neiru menjadi gadis yang paling dekat dengan Ai seiring berjalannya seri. Meskipun karakternya disajikan sebagai seseorang yang jarang membiarkan orang lain memengaruhinya secara emosional, tetapi kehadiran Neiru memungkinkan Ai untuk melihat lebih banyak tentangnya daripada kepribadian Neiru yang awalnya ditunjukkan, mencerminkan kesepian mereka berdua.
Bunga pertama yang berasosiasi dengan Neiru adalah daisy atau Deijī (デイジー), yang hadis saat Neiru pertama kali bertemu Ai; yaitu, ketika dia sedang mengumpulkan beberapa telur dari gachapon di taman dan memasukkannya ke dalam koper beroda miliknya.
Sebagai contoh bunga yang digunakan untuk memperkenalkan dan membingkai keempat gadis petarung di serial Wonder Egg Priority, bunga daisy memiliki hanakotoba yang berarti kecantikan, kedamaian, serta harapan; tetapi, dalam floriografi era Victoria, bunga ini berarti harapan, pembaruan, atau kemampuan untuk menyimpan rahasia. Bunga sendurat inggris ini juga kerap kali diasosiasikan dengan kepolosan, kesucian, awal yang baru, cinta sejati, serta ungkapan selamat tinggal yang mengiringi keberangkatan seseorang.
Bunga berikutnya adalah kembang api atau hanabi (花火), yang muncul dalam episode kelima Wonder Egg Priority yang menyoroti karakter Neiru. Episode ini bisa jadi adalah referensi visual dari Shin Wakabayashi terhadap gaya penyutradaraan Naoko Yamada, dengan mana ia menggunakan kembang api secara menonjol di dunia mimpi Neiru. Bagi Neiru, kembang api akan menyala setiap kali ia mengalahkan para Wonder Killer dan menerangi hamparan bunga pemakaman di depan patung di tepian jembatan dalam latar dunia lain yang juga menjadi tempat saudarinya bunuh diri.
Kembang api memang memiliki makna tersendiri dalam tradisi estetika Jepang, yang menggambarkan ketidak-kekalan dan keindahan yang sementara; suatu momen dalam waktu yang tidak akan pernah terulang lagi.
Bunga berikutnya adalah lilac (Syringa vulgaris) atau rairaku (ハシドイ), yang muncul di belakang kaki Neiru (yang juga ditunjukkan di ladang bunga bersama saudarinya) saat ia menjelaskan mengapa ia tidak dapat memilih keluar dari sistem gachapon yang dibuat oleh Aca dan Ura-Aca kepada gadis-gadis lain. Seperti banyak bunga putih lain, lilac juga melambangkan kemurnian atau kepolosan, tetapi khususnya berkaitan dengan masa kanak-kanak. Dalam floriografi era Victoria, lilac dimaknai sebagai pengingat untuk cinta di masa lalu; sedangkan, dalam hanakotoba, secara umum, bunga ini berarti harga diri, kepercayaan diri, dan keanggunan. Meski demikian, makna bunga ini bisa berubah-ubah tergantung warnanya, seperti putih yang melambangkan kemudaan serta kepolosan; ungu bermakna cinta pertama; dan biru merepresentasikan ketenangan.
Bunga terakhir yang merepresentasikan Neiru adalah lily of the valley (Convallaria majalis) atau suzuran (鈴蘭), yang dalam hanakotoba bermakna sifat manis atau janji kebahagiaan. Selain itu, bunga ini juga melambangkan pengorbanan, bahaya, cinta murni, kerendahan hati, sikap manis, kemurnian, kesucian, kebijaksanaan, dan menemukan kebahagiaan kembali.
Uniknya, bunga yang juga dikenal sebagai "Air Mata Bunda Maria" ini menyiratkan tingkat penderitaan dan keputus-asaan tertentu yang harus dilalui seseorang dalam hidup, dan satu hal yang juga mencolok tentang makna adalah bagaimana kerendahan hati juga berperan di dalamnya.
Karena sifatnya yang beracun (dan digunakan sebagai racun yang sebenarnya), bunga ini juga dapat berarti kesedihan, rasa sakit, atau kehilangan setelah kematian dalam floriografi Barat.
Makna-makna ini sangat merepresentasikan tokoh Neiru Aonuma, dengan mana ia menderita dan mengalami keputus-asaan sebab kehilangan saudarinya yang mati bunuh diri yang membuatnya meneguk janji kebahagiaan dari sistem yang dibuat oleh Aca dan Ura-Aca seperti halnya gadis-gadis lainnya.
Pun, terkait sifat bunga ini yang beracun meskipun beraroma manis, juga sesuai dengan kepribadian Neiru, karena setelah percakapan berat mereka di taman, si gadis mendapati dirinya berpisah jalan dari ketiga gadis lainnya. Neiru mungkin merasakan kehilangan persahabatan mereka (terutama persahabatan Ai) dengan sepenuh hati, tetapi ini juga dapat dilihat sebagai janji bahwa ikatan mereka akan diperbaiki pada akhirnya.
Editor : Candra Mega Sari