JawaPos.com — Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam setiap karyanya, Naoko Yamada selalu menggunakan hanakotoba untuk mengungkap emosi serta pesan yang tak tersampaikan oleh bahasa verbal. Pun, dalam serial anime fiksi-historis berjudul Heike Monogatari, sang sutradara asal Kyoto ini juga menggunakan seni bahasa bunga yang semakin memperdalam makna dari adaptasi epos tersebut. Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang hadir dalam serial Heike Monogatari yang sangat indah ini.
Shaga: Simbol Perubahan dan Awal yang Baru
Bunga iris tidak hanya cantik, tetapi juga dikaitkan dengan makna dan simbolisme yang kuat. Meskipun makna pastinya bervariasi, tapi bunga ini dikaitkan dengan banyak arti positif.
Ada dua jenis bunga iris yang muncul dalam serial anime Heike Monogatari, yang pertama adalah varietas hanashobu (ハナショウブ) atau Iris ensata yang berwarna biru-ungu, dan yang kedua adalah shaga (シャガ) atau Iris japonica yang berwarna putih.
Bunga yang biasa disebut iris berjumbai atau iris kupu-kupu ini adalah tanaman hijau sepanjang tahun yang berasal dari Tiongkok dan Jepang. Di Jepang, tanaman ini berhabitat di Honshu, Shikoku, dan Kyushu yang tingginya rendah. Di musim semi, bunganya berwarna putih atau biru pucat dan mekar di bawah naungan tepian sungai.
Bunga ini, sebagaimana halnya bunga iris, juga miliki hanakotoba yang bermakna kepercayaan, kebijaksanaan, dan awal yang baru. Dalam beberapa kepercayaan, bunga iris dianggap menyimbolkan perubahan, kesuburan, kekuatan, dan perlindungan. Selain itu, warnanya yang putih melambangkan kemurnian dan kasih sayang. Bunga iris putih, umumnya, sering dipakai sebagai bunga pengantin dan juga digunakan saat suasana berkabung; tetapi, ada juga yang menggunakan bunga ini sebagai ungkapan selamat dan menyambut kelahiran bayi.
Deijī: Lambang Kemurnian, Kedamaian, dan Harapan
Bunga daisy (Bellis perennis) atau sendurat inggris ini telah lama dijadikan representasi dari kemurnian dan kepolosan, kelopak bunganya yang putih bersih telah menjadi simbol keindahan dan kesederhanaan yang murni. Dalam floriografi Barat, bunga ini dipercaya menjadi simbol dari cinta yang tulus, kasih sayang, dan awal yang baru. Sementara itu dalam beberapa kepercayaan, bunga ini dianggap merepresentasikan pertumbuhan dan menjadi lambang perjalanan pendewasaan manusia; dalam tradisi Seltik, dipercaya bahwa tiap kali ada seorang bayi yang meninggal, maka Dewa akan menurunkan bunga ini ke bumi sebagai penyembuh duka-lara para orang tua. Pun, bunga yang dikenal sebagai Deijī (デイジー) di Jepang ini, miliki hanakotoba yang menyimbolkan kecantikan, keindahan, kedamaian, dan harapan.
Makna-makna di atas mungkin cukup kontras bila dihadapkan pada adegan kemunculan bunga ini dalam serial Heike Monogatari yang mana terkesan surealis dan cenderung menyeramkan. Namun, di sinilah letak kreativitas Naoko Yamada ketika mengemas pesan-pesan sublim dalam karya-karyanya.
Tsubaki: Kemurnian, Kekaguman, dan Penghormatan
Bunga kamelia, yang dikenal sebagai tsubaki (椿) dalam bahasa Jepang, adalah bunga yang telah disukai orang Jepang sejak zaman dahulu. Kamelia memiliki banyak arti tergantung pada warnanya. Dan, dalam serial Heike Monogatari, terdapat dua varian warna kamelia yang muncul, yaitu merah dan putih. Kamelia merah bermakna hasrat, kasih sayang, jatuh cinta, serta kematian nan anggun; sedangkan, kamelia putih menjadi representasi dari kepolosan, kemurnian, kekaguman, penghormatan, serta sering kali dikaitkan dengan kematian.
Hasu: Kesakralan, Hati yang Murni, dan Pencerahan Akal Budi
Di Jepang, bunga teratai disebut sebagai hasu (はす) dan memiliki arti yang penting dalam beberapa agama serta kepercayaan. Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan kefasihan, kesakralan, kegigihan, cinta yang tulus, cinta yang terasing, mengatasi kesulitan, serta hati yang murni. Simbolisme hati yang murni berasal dari bagaimana bunga ini mekar dengan indah meskipun muncul dari air berlumpur. Makna simbolis tersebut beresonansi dengan diri Shigemori dan beberapa anggota trah Heike yang berhati murni sampai akhir.
Bunga teratai juga secara global dikaitkan dengan kemurnian, kelahiran kembali, transformasi, dan pencerahan. Representasi simbolis bunga teratai tentang pencerahan dan transformasi dalam serial ini hadir melalui kesetiaan Biwa mengikuti klan Heike sampai akhir mereka yang pahit demi meneruskan kisah tersebut sebagai pembelajaran kepada orang-orang
Selain itu, makna bunga teratai juga bisa berbeda, tergantung warnanya: putih, melambangkan keindahan, keanggunan, kemurnian, dan kemakmuran; merah muda, menjadi simbol dari pencerahan akal budi, kelahiran kembali, serta keindahan; merah, mewakili ungkapan kegigihan dalam mengatasi berbagai kesulitan, hasrat, serta emosi yang mendalam.
Tanpopo: Lambang Keceriaan, Harapan, dan Kebahagiaan di Saat Tergelap
Bunga dandelion (Taraxacum officinale) atau tanpopo (タンポポ), yang sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu, ternyata memiliki makna yang lebih dalam yang melampaui penampilannya yang berwarna kuning cerah. Bunga yang kuat ini telah memikat orang selama berabad-abad dengan representasi simbolisnya akan harapan, ketekunan, dan transformasi. Dalam berbagai budaya, bunga randa tapak ini dikaitkan dengan keajaiban, harapan, dan terkabulnya keinginan.
Hanakotoba dari bunga dandelion adalah keceriaan dan pemenuhan keinginan. Setelah bunga dandelion mekar, ia akan meninggalkan biji putihnya yang mengembang, dan konon meniup semua biji dari batangnya akan mengabulkan keinginan. Kepercayaan ini yang menjadikan bunga dandelion sebagai simbol harapan dan kekuatan untuk mewujudkan keinginan terdalam siapa saja.
Selain itu, bunga dandelion juga memiliki makna mendoakan orang yang sakit agar lekas sembuh, atau kebahagiaan di saat-saat tergelap dalam kehidupan. Pun, disebutkan bahwa teh dandelion memiliki beberapa manfaat pengobatan serta kesehatan.
Higanbana: Penanda dari Akhir Sebuah Babak dan Awal yang Baru dalam Hidup
Berasal dari Jepang dan Cina, bunga lili laba-laba atau higanbana (彼岸花) yang menawan ini, khususnya yang berwarna merah, begitu terkenal sebab dalam beberapa anime dan manga dijadikan sebagai pertanda buruk dengan mana akan ada tokoh yang akan mati.
Namun, meskipun dianggap sebagai bunga yang menyambut orang mati di jalan mereka menuju akhirat, higanbana putih dengan hanakotoba yang melambangkan kesucian, kemurnian, dan awal yang baru adalah bunga yang dianggap menandai akhir dari sebuah babak penting dalam kehidupan. Meskipun tidak selalu digunakan untuk menandai kematian, bunga ini sering dikirim dipakai untuk mengungkapkan kata selamat tinggal terakhir dan digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang menerima kehidupan sebagaimana adanya terlepas dari apa yang sedang mereka alami saat itu, sehingga bunga ini juga menjadi simbol untuk melangkah maju.
Tachiaoi: Harga Diri, Ambisi, dan Kebermanfaatan
Bunga Hollyhock, yang juga dikenal sebagai mawar tongkat (Alcea rosa) atau tachiaoi (立葵) ini, merupakan bunga yang membuat takjub siapa saja di setiap tahun dengan kepala bunganya yang mengembang dengan kelopak indah berwarna-warni serta tingginya yang menjulang di antara semua tanaman lain yang tumbuh bersamanya.
Dalam beberapa kebudayaan, bunga ini dianggap menjadi simbol ambisi dan pertumbuhan, mimpi masa depan, perlindungan, dan keberuntungan. Pun setiap warna membawa maknanya sendiri-sendiri, mulai dari merah yang lambangkan cinta dan hasrat, sampai dengan hitam yang menyimbolkan misteri dan mistisisme. Sedangkan, dalam hanakotoba, bunga ini membawa makna yang berkaitan dengan harga diri, ambisi, keberhasilan, serta kebermanfaatan.
Merefleksikan babak akhir dari serial Heike Monogatari melalui narasi Biwa dengan makna bunga ini, penonton seolah diajak untuk kembali merenungi hikmah-hikmah dari kisah kejatuhan Heike yang tragis sebab ambisi mereka yang berlebihan; pun penonton juga diajak untuk mengambil kebermanfaatan dari kisah mereka yang diwariskan turun-temurun sampai akhir usia dunia, yaitu agar jangan sampai menjadi pribadi yang terbutakan oleh hasrat dan nafsu duniawi sebab segala hal yang makmur pasti merosot dan yang penuh pasti akan hampa.
Deskripsi: Kecenderungan Naoko Yamada untuk menggunakan bunga sebagai bahasa visual sekunder juga terlihat dalam serial Heike Monogatari. Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba dari bebungaan yang hadir dalam serial anime fiksi-historis yang kisahkan kejatuhan trah Heike ini.
Editor : Siti Nur Qasanah