Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Heike Monogatari (Bagian Dua): Mulai Tsuwabuki sampai Hiiragi, dari Ungkapan Agar Jangan Menyerah hingga Penolak Kutukan

Erie Dewangga • Rabu, 18 Desember 2024 | 20:00 WIB

Naoko Yamada selalu hadirkan elemen bunga serta hanakotoba dalam setiap film dan serial animasi garapannya untuk sampaikan pesan yang tak terungkapkan oleh kata-kata.
Naoko Yamada selalu hadirkan elemen bunga serta hanakotoba dalam setiap film dan serial animasi garapannya untuk sampaikan pesan yang tak terungkapkan oleh kata-kata.

JawaPos.com — Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap karya Naoko Yamada selalu menggunakan hanakotoba sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan nan sublim di dalamnya. Pun, dalam serial anime fiksi-historis berjudul Heike Monogatari, sang sutradara asal Kyoto ini juga menggunakan seni bahasa bunga yang semakin memperdalam makna cerita epos tersebut. Yuk, simak artikel yang membahas hanakotoba dari bebungaan yang hadir dalam serial Heike Monogatari yang sangat indah ini.

Tsuwabuki: Ungkapan Agar Tetap Optimis dan Jangan Menyerah

Tanaman berbunga kuning dan berdaun lebar bernama latin Farfugium japonicum ini muncul beberapa kali di sepanjang serial, dan membawa hanakotoba yang berarti: jangan menyerah pada kesulitan dan kemampuan untuk melihat ke depan.

Dalam beberapa budaya, tanaman ini dipercaya sebagai lambang kemakmuran dan keberuntungan. Selain itu, bunga tsuwabuki (ツワブキ) dikatakan juga menjadi simbol dari kerendahan hati, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi yang tinggi dikarenakan sifatnya yang bisa tumbuh subur di manapun.

Hanashobu: Pembawa Berita Gembira dan Kabar Baik

Bunga iris tidak hanya cantik, tetapi juga dikaitkan dengan makna dan simbolisme yang kuat. Meskipun makna pastinya bervariasi tergantung pada habitat dan warnanya, tapi bunga ini dikaitkan dengan banyak perasaan positif. Bunga berwarna-warni ini memiliki nama yang sama dengan dewi Yunani, Iris, yang bertindak sebagai pembawa pesan antara dewa dan manusia. Dapat dikatakan bahwa dia seperti pelangi yang membangun jembatan antara surga dan bumi.

Dan, bunga iris yang muncul dalam serial anime Heike Monogatari adalah bunga iris Jepang; ada empat varietas utama bunga iris di Jepang, yang secara kolektif disebut sebagai "Iris Jepang,” yaitu Iris ensata (hanashobu), Iris sanguinea (ayame), Iris laevigata (kakitsubata), dan Iris japonica (shaga). Dari keempatnya, varietas Iris Ensata atau hanashobu-lah yang paling sering disebut sebagai 'Iris Jepang' di luar Negeri Matahari Terbit ini, walaupun ada Iris japonica yang secara literal berarti Iris dari Jepang.

Namun, yang muncul dalam serial anime Heike Monogatari, yang utama, adalah varietas hanashobu (ハナショウブ) atau Iris ensata. Bunga ini termasuk bunga iris yang menyukai air; kelopak bunga bagian bawah lebih besar dari bunga iris ayame dan hadir dalam berbagai warna ungu, termasuk ungu kemerahan, dengan "arteri" atau urat yang sangat jelas pada kelopaknya. Ciri yang paling mencolok adalah garis kuning di bagian tengah bunga. Hanashobu mekar dari awal hingga akhir Juni. Dalam hanakotoba, bunga iris ini berarti berita gembira atau hati yang lembut. Selain itu, bunga iris ini juga dikatakan melambangkan kebangsawanan atau keningratan, keanggunan, dan kebijaksanaan.

Ajisai: Penyesalan, Rasa Syukur, dan Perhatian

Hydrangea atau ajisai (紫陽花) atau bokor merupakan kumpulan bunga yang mekar dalam berbagai warna, mulai dari biru, merah muda, ungu, sampai putih, yang mana warnanya bergantung pada pH tanahnya.

Hydrangea mencakup spektrum makna yang luas, mulai dari kelimpahan, emosi yang tulus, rasa syukur, sampai kesombongan; tergantung warna bunganya. Dalam serial Heike Monogatari, terdapat tiga warna ajisai, yaitu biru, ungu, dan merah muda.

Ajisai biru membawa hanakotoba sebagai permintaan maaf dan penyesalan; saat ini, kehadiran warna biru yang elegan dengan anggun menandakan ketenangan dan rasa syukur. Hydrangea ungu melambangkan harga diri, keningratan, rasa syukur, dan tenggang rasa; warnanya yang mewah membawa kesan kedudukan yang tinggi. Sedangkan kembang bokor merah muda melambangkan perhatian, keanggunan, dan cinta; warnanya yang anggun sangat ideal untuk mengungkapkan kasih sayang dan kekaguman kepada seseorang.

Fuji: Harapan Agar Memperoleh Keberuntungan

Baca Juga: Netizen Sebut HP Keluarga yang Bunuh Diri di Ciputat Tangsel di-Restart dan SIM Card Dibuang, Polisi Libatkan Ahli Forensik

Wisteria atau fuji (藤) adalah tanaman merambat, yang umumnya berbunga ungu, yang menghiasi Jepang dari pertengahan April hingga Mei, menciptakan dinding berwarna-warni dan kanopi yang menggelembung di seluruh negeri. Di Jepang, bunga ini membawa hanakotoba yang mewakili keberuntungan, kebaikan, dan umur panjang berkat cara tumbuhnya yang merambat. Bunga-bunga yang cantik ini juga diyakini memiliki konotasi romantis. Selain itu, bunga ini juga biasa dipakai sebagai ungkapan harapan agar mendapat keberuntungan, menyambut seseorang di kota atau rumah baru, merayakan masa muda, mengekspresikan kasih sayang anda setelah bertemu seseorang yang spesial untuk pertama kalinya, pengabdian yang serius, serta kelahiran baru dan ulang tahun musim semi.

Botan: Simbol Kasih-Sayang yang Lembut

Peony (Paeonia suffructicosa) atau botan (牡丹) dikenal sebagai "Raja Bunga." Ada banyak variasi dalam warna dan bentuk bunga; mulai dari putih, merah, frambose, magenta, dan bahkan kuning, semua eksis; mulai dari yang memiliki kelopak tunggal atau ganda, pun ada.

Bunga peony adalah pusat perhatian, dan sering digambarkan dalam lukisan, kimono, serta gulungan gantung. Namun, lebih dari sekadar terlihat luar biasa dan tahan lama, botan juga kaya makna. Dahulu, di Jepang, peony merupakan simbol kaum bangsawan dan kelas atas. Walaupun makna tersebut tidak luntur hingga kini, tapi sekarang bunga botan miliki hanakotoba yang melambangkan cinta, kehormatan, kebahagiaan, kekayaan, romansa, dan keindahan; maknanya berubah tergantung warnanya. Dan bunga peony yang hadir pada serial anime Heike Monogatari ini adalah botan merah muda lembut.

Botan dengan warna merah muda adalah simbol cinta yang halus, kasih-sayang yang lembut, keberuntungan, serta kemakmuran.

Hibiscus: Kecantikan yang Rapuh dan Kejayaan Fana

Bunga yang dalam bahasa Jepang disebut dengan haibisukasu (ハイビスカス) ini telah dikagumi selama berabad-abad karena keindahan dan warnanya yang semarak. Dengan berbagai warna, bentuk, dan ukuran, bunga sepatu telah menjadi simbol budaya Jepang yang dicintai dan dapat ditemukan di mana-mana.

Di Jepang, hibiscus terkadang digunakan untuk menyambut tamu. Sebagian orang percaya bahwa bunga ini menunjukkan kebaikan hati dan kelembutan tuan rumah. Bunga ini adalah bunga “satu hari,” yang mekar di pagi hari dan biasanya gugur keesokan harinya. Karena alasan inilah, hibiscus juga dikaitkan dengan keindahan yang cepat memudar dan kerapuhan hidup dalam budaya Jepang.

Dalam hanakotoba, bunga ini, khususnya yang berwarna merah, membawa makna kecantikan yang rapuh, cinta yang baru, kejayaan yang fana, dan keterhubungan dengan alam setelah mati.

Swan River Daisy: Pertumbuhan, Keharmonisan, Kemakmuran, dan Keanggunan

Bunga bernama ilmiah Brachyscome iberidifolia ini adalah tanaman tahunan yang berwarna-warni dan semarak yang mudah tumbuh di hampir semua lingkungan. Tanaman yang dikenal sebagai burakikamu (ブラキカム) ini memberikan semburat warna spektakuler sepanjang musim semi, dan menarik perhatian lebah dan kupu-kupu. Bunga yang masih satu suku dengan aster ini miliki hanakotoba yang bermakna pertumbuhan dan perkembangan, keharmonisan dan fleksibilitas, kegembiraan dan kemakmuran, serta keindahan dan keanggunan.

Shirayuri: Komitmen untuk Bersama Berdasar Kekaguman

Dikenal juga dengan bunga bakung atau lili putih, shirayuri (白百合) ini miliki hanakotoba yang berarti kelahiran kembali, awal yang baru, kesucian, dan kepolosan. Selain itu, bunga yang identik dengan suasana duka ini juga dapat dimaknai sebagai ungkapan komitmen, kebersamaan, kekaguman, keindahan, dan kecantikan.

Nadeshiko: Representasi Perempuan Ideal dan Anak yang Butuh Naungan

Baca Juga: Yuk Cek Tiga Rekomendasi Toko Daging di Tangsel dengan Rating Google Di Atas 4,5

Disebut juga sebagai bunga dianthus, dan masih satu suku dengan anyelir, bunga nadeshiko (ナデシコ) yang muncul pada serial anime Heike Monogatari adalah varietas D. superbus longicalcynus atau yamato nadeshiko (大和撫子).

Bunga ini menjadi representasi dari wanita ideal di Jepang sekaligus simbol dari feminitas. Meskipun makna tersebut merujuk pada cita-cita Jepang tentang sosok ideal seorang perempuan, yang memiliki keanggunan dan kecantikan, tapi istilah tersebut juga menggambarkan kekuatan batin seorang wanita dengan mana menunjukkan kelembutan, rasa hormat, tekad yang tenang, bermartabat, dan sederhana. Bunga yamato nadeshiko diyakini mewujudkan karakteristik kelembutan dan kerapuhan, serta keanggunan dan kekokohan. Meskipun secara lahiriah tunduk dan patuh, tapi miliki hati yang kuat.

Selain itu, dalam teks asli Hikayat Genji (sumber adaptasi anime Heike Monogatari), bunga ini juga menjadi metafora dari seorang anak manusia yang mencari perlindungan dari badai bernama kehidupan, sehingga tak mengherankan kalau bunga ini juga menjadi lambang dari anak tersayang.

Hiiragi: Perlindungan dari Segala Tulah

Tanaman bernama ilmiah Osmanthus heterophyllus ini sering kali muncul di sekitar lingkungan griya klan Taira, dan memiliki hanakotoba yang bermakna kedamaian dan perlindungan sebab daunnya yang berduri dipercaya dapat mengusir kejahatan. Selain itu, tanaman ini juga dapat dimaknai sebagai keluarga yang baik dan kemakmuran.

Tanaman ini berulang kali muncul dalam serial Heike Monogatari dan sepertinya mencoba untuk mengungkapkan beberapa kebaikan yang ada di antara anggotanya dan menjadi penanda dari kesulitan dan kejatuhan Heike kelak.

Editor : Siti Nur Qasanah
#anime #hanakotoba #Heike Monogatari #bunga