JawaPos.com - Batuk seringkali dialami oleh banyak orang dari berbagai kalangan usia. Masalah kesehatan satu ini merupakan respons alami dari tubuh untuk membersihkan atau mengeluarkan benda asing yang bersifat iritatif dari penasaran. Biasanya terjadi karena iritasi akibat polusi, infeksi virus, alergi, atau kondisi kesehatan tertentu.
Batuk dapat diatasi dengan berbagai cara yang bisa anda lakukan sendiri di rumah. Meskipun tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, batuk yang semakin parah atau tidak kunjung sembuh bisa saja menjadi pertanda tubuh mengalami penyakit yang lebih serius. Jika mengalami kondisi tersebut, diharapkan untuk segera pergi berkonsultasi dengan dokter.
Melansir dari situs layanan kesehatan alodokter.com dan halodoc.com, berikut ini adalah delapan cara mengatasi batuk dengan efektif dan mudah.
1. Mencukupi Kebutuhan Air Putih
Air putih tidak hanya mampu mencegah dehidrasi, tetapi juga mengurangi batuk. Seperti yang diketahui, orang dewasa memerlukan sekitar dua liter air putih atau delapan gelas dalam sehari. Dengan minum air putih, iritasi pada tenggorokan akan berkurang dan dahak menjadi lebih encer. Oleh karena itu, batuk dapat mereda lebih cepat.
Baca Juga: Ingin Belajar Bahasa Isyarat? Ada Enam Tips untuk Pemula, Mulai dari Ekspresi Dasar hingga Bergabung dengan Komunitas
2. Mengonsumsi Madu
Mengonsumsi madu sebanyak satu sampai dua sendok sebelum tidur diyakini mampu mengurangi batuk. Hal itu karena madu berfungsi sebagai dekstrometorfan yang sampai seperti di dalam obat batuk.
Madu dapat melapisi dan menenangkan selaput lendir yang iritasi di tenggorokan. Selain itu, madu juga menekan produksi dahak sehingga ampuh untuk mengatasi batuk kering atau berdahak.
3. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur dengan air garam tidak hanya mengatasi masalah sakit tenggorokan, tetapi juga batuk. Kandungan air garam dapat mencairkan dahak sekaligus mengurangi iritasi di area tenggorokan.
Cara ini juga terbilang cukup mudah, yaitu mencampurkan satu gelas air dengan ½ sendok teh garam. Setelah itu, aduk sampai garam di dalamnya larut dan gunakan untuk berkumur. Pastikan untuk menahan air garam yang berada di tenggorokan beberapa menit sebelum dikeluarkan dari mulut.
4. Mengonsumsi Air Jahe
Jahe dapat dimanfaatkan sebagai obat batuk alami karena mempunyai sifat antiradang dan antitusif alami untuk mengurangi rangsangan batuk. Jahe juga mampu mencairkan lendir atau dahak yang berada di dalam tenggorokan dan paru-paru sehingga dapat meredakan batuk.
Cara mendapatkan manfaat tersebut dengan merebus tiga cangkir air bersama dengan satu ruas jahe, lalu tuangkan air jahe ke dalam cangkir dan konsumsi dalam keadaan hangat.
5. Mengonsumsi Probiotik
Meskipun dianggap tidak mampu mengurangi batuk secara langsung, mengonsumsi probiotik dapat menjaga keseimbangan bakteri baik atau flora gastrointestinal yang hidup di dalam usus manusia. Cobalah untuk mengonsumsi beberapa makanan fermentasi yang mengandung probiotik, seperti tempe, kimchi, kefir, dan yoghurt untuk meredakan batuk.
6. Menggunakan Air Purifier
Menggunakan air purifier di dalam ruangan dapat mengurangi intensitas kabut karena alat ini mampu menjaga kualitas udara agar tetap baik. Saat udara bersih dari berbagai gangguan, maka dapat menenangkan saluran pernapasan dan menghilangkan batuk dengan cepat.
Perlu diingat bahwa penting sekali untuk selalu menjaga kebersihan air purifier agar tidak menjadi sarang jamur berkembang biak. Jika tidak dibersihkan, air purifer justru dapat mengakibatkan batuk yang semakin parah.
7. Mandi dengan Air Hangat
Mandi menggunakan air hangat atau menghirup uap air hangat dapat mengurangi batuk yang dibarengi dengan flu. Hal itu karena uap panas yang berasal dari air hangat dapat mencairkan dahak dan menjaga kelembaban saluran pernapasan.
8. Mengonsumsi Obat Batuk
Cobalah untuk mengonsumsi obat batuk yang terjual di apotek terdekat. Anda bisa memilih obat batuk yang mengandung bahan aktif guaifenesin dan dekstrometorfan.
Kandungan guaifenesin mampu meringankan lendir yang berada di dalam pernapasan sehingga dapat keluar dengan mudah. Sementara itu, kandungan dekstrometorfan berfungsi sebagai agen antitusif untuk meredakan refleks batuk di otak. Biasanya obat-obatan yang mengandung kedua bahan aktif tersebut berbentuk sirup batuk.
Baca Juga: Tujuh Tips Bepergian untuk Penderita Asma dan Alergi Agar Perjalanan Nyaman Tanpa Gangguan Kesehatan
Editor : Candra Mega Sari