Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Menghadapi Perilaku Menantang Anak Usia 3 Tahun: Fase Threenager, Beri Opsi saat Anak Terus Berkata Tidak

Lailatul Fitriani • Minggu, 15 Desember 2024 | 16:00 WIB

 

Pada usia 3 tahun, anak kerap menunjukkan keinginan kuat, mood swing, dan menguji batas aturan. Foto diperagakan Bibni Shalih dan Windy. 
Pada usia 3 tahun, anak kerap menunjukkan keinginan kuat, mood swing, dan menguji batas aturan. Foto diperagakan Bibni Shalih dan Windy. 

 

 

JawaPos.com - Ada masa di mana anak usia 3 tahun bertingkah layaknya remaja yang ogah diatur. Mereka ingin menegaskan kemandirian dan menunjukkan bahwa dirinya bukan anak kecil lagi. Bagaimana menghadapi perilaku menantang ”threenager”?

Memasuki usia 3 tahun, anak mulai mengeksplorasi kemandirian, menunjukkan keinginan kuat, serta menguji batas aturan yang diberikan ortu. Perilakunya mirip remaja. Itu kenapa muncul istilah threenager.

”Fase threenager ini sering kali dianggap menantang karena anak kerap mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba atau mood swing, kesulitan memahami dan mengungkapkan emosinya, serta sering berkata tidak sebagai bagian dari proses mencari otonomi,” jelas Ni Made Karinadevi Permata Jati MPsi Psikolog.

Merespons Tantrum yang Biasa Muncul

Secara emosional, anak masih dalam tahap belajar mengenali, mengungkapkan, dan mengatur perasaannya. Kemampuan yang masih terbatas membuat anak mudah frustrasi dan marah.

Ketika anak tantrum, sebaiknya ortu tidak merespons dengan kemarahan. Hal itu hanya akan memperburuk situasi. ”Validasi emosinya, misal dengan berkata, ’mama tahu kamu sedang marah’,” ujar psikolog anak dan remaja di Caterpillar Children Clinic Surabaya itu.

Tunggu emosinya mereda atau jika memungkinkan, alihkan fokus anak pada aktivitas lain yang menarik. Jika tantrum terjadi karena anak ingin melanggar aturan, ortu jangan menyerah hanya untuk menghentikan tantrum.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Catat! Ini Tujuh Panduan Lengkap Perjalanan Anak Tanpa Pendamping untuk Penerbangan Aman dan Nyaman

Ketika Anak Terus Berkata Tidak

Perilaku membantah pada anak usia 3 tahun adalah hal yang umum terjadi. Anak mulai menyadari diri mereka sebagai individu. Mereka akan lebih sering menolak dan menentang ortu dengan berkata tidak. Sebab, anak ingin mengambil kendali atas kehidupan mereka sendiri.

”Ketika anak mulai senang berkata tidak, ortu bisa memberikan pilihan yang terstruktur. Alihkan ’tidak’ menjadi ’ini atau itu’. Misalnya, ’kamu mau pakai kaus biru atau merah?’,” ujar Karina mencontohkan.

Pilihan yang dibuat anak bisa jadi belum tepat. Misalnya, baju yang dipilih tidak matching antara atasan dan bawahan. Sebaiknya hindari beradu argumen. Cukup jelaskan dengan nada lembut. Jika si kecil tetap keukeuh dengan pilihannya, biarkan. ”Namun, ajarkan konsekuensi misal, anak mungkin akan dilihatin banyak orang karena bajunya tidak matching,” sambungnya.

Anak juga perlu tahu bahwa ada aturan tertentu yang tidak dapat dinegosiasikan. Ortu perlu menetapkan batas yang jelas di sini.

Mengembangkan Kemandirian Anak

Fase threenager dapat menjadi kesempatan emas bagi ortu untuk mendorong anak mengembangkan kemandirian. Caranya, berikan tugas sederhana seperti meminta anak memasukkan pakaian kotor ke keranjang. Alih-alih mengontrol, beri anak kesempatan mencoba sendiri. Tetap beri panduan jika diperlukan.

Anak mungkin butuh waktu lama untuk menyelesaikan tugas. Tidak perlu diburu-buru. ”Jangan lupa untuk mengapresiasi usaha anak bahkan jika hasilnya tidak sempurna,” imbuh Karina.

Komunikasi Efektif

Memasuki usia 3 tahun, anak sudah memahami arahan singkat dan spesifik. Maka, ortu dapat menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Cobalah memahami sudut pandang anak dengan menunjukkan gestur pendengar yang baik ketika anak bercerita atau menyampaikan pendapat. ”Fase ini adalah bagian normal dari perkembangan anak sehingga kesabaran sangat diperlukan,” tandas Karina. (lai/c7/nor)

 

Ni Made Karinadevi Permata Jati MPsi Psikolog, psikolog anak dan remaja

Baca Juga: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Ubah Konsep Hari Ibu, 22 Desember Bukan Hanya untuk Para Ibu

 

Editor : Hendra
#menantang #perilaku #anak