Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Koe no Katachi (Bagian Dua): Dari Azalea sebagai Peringatan hingga Clover yang Jadi Simbol Keberuntungan

Erie Dewangga • Kamis, 12 Desember 2024 | 08:00 WIB

Naoko Yamada selalu hadirkan elemen bunga serta hanakotoba dalam setiap film dan serial animasi garapannya
Naoko Yamada selalu hadirkan elemen bunga serta hanakotoba dalam setiap film dan serial animasi garapannya
JawaPos.com - Naoko Yamada percaya bahwa orang yang memahami bahasa bunga bisa menangkap perasaan dan pesan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. Oleh karena itu, dalam karya-karyanya, ia sengaja menggunakan simbolisme bunga secara mendalam. 

Meskipun penonton mungkin tidak mengerti arti spesifik dari setiap bunga, mereka tetap bisa merasakan emosi dan makna yang terkandung di dalamnya melalui cara pengambilan gambar, gerakan halus, atau warna warni bunga. Sutradara dengan gaya yang unik ini sengaja memberi ruang bagi penonton untuk menafsirkan sendiri karya-karyanya.

Mari simak artikel berikut yang akan membahas hanakotoba dari bebungaan yang muncul dalam film Koe no Katachi. 

Azalea: Peringatan untuk Menahan Diri agar Tak Lampaui Batas

Azalea muncul di mulut Shōya dan teman masa kecilnya, Kazuki Shimada selama montase kilas balik kejenakaan mereka di sekolah dasar.

Meskipun azalea memiliki hanakotoba yang lebih menyanjung, seperti penghormatan terhadap perempuan, keanggunan, kelembutan, harmoni, dan waktu yang berlalu, tetapi mereka juga mengirimkan pesan pemantangan atau peringatan kepada mereka yang bertindak berlebihan. Shōya adalah satu-satunya yang disalahkan karena menindas Shōko, meskipun ada keterlibatan teman-temannya, dan Shimada sering kali menghasutnya.

Azalea di mulut Shōya dan teman-temannya dapat dimaknai sebagai desakan agar mereka menahan diri, meskipun faktanya mereka malah semakin meningkatkan perilaku penindasan mereka terhadap Shōko.

Dan bila melihat warna azalea di mulut Shōya dan Shimada, yaitu putih dan merah, ternyata bunga ini miliki makna yang berbeda; azalea putih menyimbolkan kesucian dan kepolosan, sedangkan azalea merah memiliki makna gairah dan keinginan yang kuat.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Liz to Aoi Tori: Bahasa Bunga, Gaya Khas Naoko Yamada Ungkap Emosi Para Tokoh yang Tak Terucap oleh Kata

Hibiscus: Cinta, Gairah, dan Kecantikan Menawan yang Tak Kekal

Saat masih kecil, Naoka Ueno sering mengenakan baju dengan motif dua bunga hibiscus atau kembang sepatu; paling sering adalah yang berwarna merah yang bermakna cinta dan gairah. Kembang sepatu sering digunakan untuk melambangkan kecantikan yang luar biasa pada seorang wanita muda. Kecantikan yang direpresentasikan ialah yang menyilaukan, tetapi berumur pendek dan tidak kekal; jadi bunga hibiscus juga mengingatkan penerimanya bahwa kecantikan itu cepat berlalu dan harus dinikmati selagi masih ada.

Ueno adalah tokoh yang menarik dalam adaptasi film animasi Koe no Katachi. Meskipun Miki Kawai berposisi sebagai ketua kelas, tapi Ueno-lah yang bertindak selayaknya pemimpin bagi para gadis di kelas mereka. Dia bersikap arogan dan kasar kepada orang-orang yang tidak disukainya, terutama pada Shōko. Pun, kedatangan Shōko juga akhirnya menghancurkan kendali Ueno atas kelasnya dan Shōya.

Dirinya di masa lalu juga agresif dan jahat, tetapi dia memiliki aura kehilangan yang nyata. Ueno berusaha keras untuk menyatukan kembali mantan teman-temannya, mengabaikan Shōko sebisa mungkin, dan butuh beberapa saat baginya untuk menyadari bahwa yang dilakukannya adalah mustahil. Persahabatan mereka saat itu telah hilang sepenuhnya, dan sekarang dia harus menjalin ikatan baru termasuk dengan Shōko jika dia ingin berhubungan kembali dengan Shōya.

Marigold: Keputus-asaan dan Rasa Sakit atas Perlakuan Buruk Orang yang Dicinta

Ketika Shōya melempar buku catatan komunikasi Shōko setelah babak perundungan berikutnya, si gadis tuli berlutut dan mengarungi kolam untuk menemukannya. Di latar depan, di luar fokus, terdapat hamparan bunga marigold (dari spesies Calendula officinalis) dan bebunga biru kecil yang tampak seperti veronica (Veronica fruticans).

Walau miliki bentuk dan warna secerah mentari, tapi marigold memang identik dengan makna keputus-asaan, dan sering kali menjadi bunganya orang mati, bahkan digunakan secara mencolok dalam upacara keagamaan dan Hari Orang Mati di Meksiko.

Meskipun penampilannya ceria, bunga ini juga dikaitkan dengan rasa sakit atas perlakuan buruk terhadap orang yang dicintai bersama dengan perasaan cemburu atau bersalah. Pada saat itu, Shōya belum memahami permusuhan batinnya terhadap Shōko, dan penempatan bunga marigold di kakinya mencerminkan hal ini.

Veronica: Dukungan dan Awal yang Baru

Bunga biru kecil ini hadir berbarengan dengan bunga marigold ketika Shōko mencari buku catatan-nya yang dilempar oleh Shōya ke kolam air mancur. Bunga ini memiliki hanakotoba yang berarti perlindungan, dukungan, kesetiaan, kesucian, kepolosan, dan awal yang baru.

Anemone: Cinta yang Ditinggalkan dan Antisipasi Masa Depan

Adegan setelahnya kemudian beralih pada Shōya yang juga ada di kolam, di waktu yang lain, yang kini diganggu oleh mantan teman-temannya. Bunga marigold berganti jadi bunga anemon putih.

Anemon (Anemone canadensis) memiliki beragam makna. Anemon putih, khususnya, dapat menjadi pertanda nasib buruk atau kematian. Anemon juga dapat berarti cinta atau hubungan yang ditinggalkan.

Pada momen ini, Shōya menemukan buku catatan komunikasi lama milik Shōko—yang kemudian dikembalikan kepadanya setelah ia sedikit lebih dewasa—yang mencerminkan ketulusannya, makna lain dari anemon.

Tak hanya itu, bunga anemon juga bisa dimaknai sebagai pengingat terus-menerus untuk tidak meninggalkan orang yang anda sayangi sekaligus membawa pesan antisipasi untuk masa depan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Violet Evergarden (Bagian Satu): Tokoh-Tokoh Ini Punya Nama dengan Unsur Bunga yang Miliki Makna Menawan

Blue Rose: Misteri dan Keindahan yang Tak Tergapai

Karangan bunga mawar biru merupakan dekorasi utama di atas meja makan keluarga Ishida. Bunga ini merupakan salah satu dari sedikit bunga yang tampak seperti buatan, yang mungkin mencerminkan fakta bahwa karangan bunga ini hanya eksis sebagai hiasan, atau merujuk pada fakta bahwa mawar biru itu sendiri adalah buatan. Sebab, mawar tidak dapat tumbuh secara alami dalam warna biru, yang paling mendekati warna ini di alam adalah ungu, dan telah menjadi cerminan misteri atau keindahan yang tidak dapat dicapai.

Karangan bunga ini merupakan pilihan yang menarik untuk rumah keluarga Shōya, dan maknanya tentang kerinduan untuk mendapatkan apa yang mustahil agak mencerminkan perasaan Shōya terhadap Shōko serta berbagai upaya sang ibu untuk membuatnya lebih terbuka selama bertahun-tahun.

Baby Blue Eyes: Kelembutan Ampunan dan Keindahan Fana dalam Hidup

Di Jepang, bunga nemophila kecil dapat mengubah lereng bukit menjadi lautan biru. Bunga biru kecil yang disebut juga dengan Rurikarakusa (ルリカラクサ) ini miliki hanakotoba yang bermakna kesuksesan di mana-mana, kelembutan, dan pengampunan; dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan kemenangan, kepekaan, harmoni, dan kepercayaan. Selain itu, nemophila juga melambangkan sifat fana dari keindahan dalam hidup, mendorong siapapun untuk menghargai setiap momen sesederhana apapun itu.

Bunga ini muncul setelah Shōya mengalami kesalahpahaman lagi dengan teman-teman sekelasnya, yang kini lebih tua. Kawai menegurnya karena menindas Shōko di depan seluruh kelasnya, termasuk dua teman barunya. Shōya kabur, hampir muntah, dan mengendarai sepedanya pulang. Dalam adegan ini, kamera beralih pada serumpun bunga nemophila liar.

Nemophila, seperti diketahui, membawa pesan pengampunan. Memberi seseorang nemophila memberi tahu mereka bahwa anda mendukung mereka dalam menghadapi kesulitan atau memaafkan mereka atas kesalahan masa lalu. Makna tersebut sangatlah sesuai di sini, di mana Shōya sekali lagi dihadapkan dengan betapa buruknya dia di masa lalu. Shōko memaafkannya dan, setelah mereka akhirnya membicarakan semuanya, begitu pula teman-temannya, baik yang lama maupun yang baru.

Sunflower: Keceriaan dan Ikatan yang Kuat

Bunga matahari (Helianthus annuus) terkenal dengan pesannya yang cerah dan ceria. Bunga matahari memiliki hanakotoba yang melambangkan kepositifan, umur panjang, dan kebahagiaan.

Dalam Koe no Katachi, bunga matahari muncul saat Shōya dan Shōko pergi berlibur di musim panas. Dalam perjalanan itu, Shōko memberi tahu Shōya bahwa dia tidak akan pernah bahagia bersamanya, sementara si pemuda masih menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu mereka. Bunga matahari terkadang tampak memaksakan keceriaan, tetapi juga menunjukkan ikatan yang kuat antara Shōya dan Shōko, meskipun ada berbagai kesalahpahaman dan rasa sakit.

Begonia: Cinta yang Tak Berbalas, Kehati-hatian, dan Komunikasi yang Baik

Ketika Shōya pulang dari rumah sakit, ia mendapati Maria sedang menyiram tanaman yang tampak seperti begonia merah di luar rumah mereka. Begonia memiliki hanakotoba menarik yang mencakup rasa lelah atau persiapan untuk hal-hal yang akan datang. Dalam floriografi, begonia melambangkan kehati-hatian dan pertimbangan, serta komunikasi yang baik antara berbagai pihak.

Pun, begonia biasanya diberikan sebagai hadiah saat membalas budi. Sebagai hadiah, begonia dimaksudkan untuk membalas budi kepada penerimanya atau memperkuat hubungan di antara keduanya. Sepanjang film, Shōya menjaga jarak dengan keluarganya, tetapi mereka selalu mengawasinya, terutama Miyako.

Selain itu, Ueno merawat Shōya selama ia berada di rumah sakit dan terlihat dalam adegan ini memata-matai kepulangan si pemuda sebelum dia melarikan diri. Meskipun kepribadiannya pemarah, Ueno berusaha sebaik mungkin untuk mengawasi Shōya saat ia terluka. Diisyaratkan juga bahwa ia mungkin memiliki perasaan yang tak terbalas terhadap si lelaki, yang juga diwakili oleh tanaman begonia merah.

Clover: Simbol Keberuntungan yang Populer

Yuzuru Nishimiya mengambil banyak foto di sepanjang durasi film Koe no Katachi. Setelah saudara perempuannya mencoba bunuh diri, Yuzuru mengakui bahwa ia mengambil foto-foto benda mati untuk membantu menginspirasi Shōko agar tetap hidup. Yuzuru adalah seseorang yang telah mengorbankan dirinya hampir sepenuhnya untuk Shōko. Di akhir film, penonton melihat Yuzuru yang kembali bersekolah dan berhasil dalam usahanya di bidang seni. Ia tidak lagi memotret sesuatu hanya untuk menyelamatkan sang kakak.

Foto yang Yuzuru pamerkan kepada Shōya adalah foto bunga semanggi yang sedang berbunga. Bunga semanggi memiliki pesan keberuntungan yang populer, tetapi bunga tersebut memiliki makna tambahan, "Pikirkan aku."

Bunga semanggi juga dapat melambangkan balas dendam atas janji yang diingkari, terutama jika sasaran kasih sayang seseorang yang diungkapkan melalui bunga semanggi tersebut menolaknya. Dalam kasus Yuzuru, dapat dikatakan bahwa keberuntungan untuk masa depan adalah makna yang paling mungkin.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Violet Evergarden (Bagian Tiga): Tokoh-Tokoh Ini Punya Nama Berunsur Bunga yang Cantik dan Makna Menawan

Editor : Candra Mega Sari
#Naoko Yamada #anime #hanakotoba #Koe no Katachi