Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tujuh Cara Ampuh Hindari Penipuan saat Perjalanan Internasional agar Liburan Tetap Aman dan Nyaman

Nurul Fitriyah • Rabu, 4 Desember 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi modus menawarkan bantuan untuk mengambil foto wisatawan
Ilustrasi modus menawarkan bantuan untuk mengambil foto wisatawan

JawaPos.com – Perjalanan ke luar negeri dapat memberikan pengalaman berharga jika dijalani dengan bijak. Namun, risiko penipuan kerap menghantui, mulai dari tiket palsu hingga biaya tersembunyi.

Penipuan adalah tindakan penipuan atau kecurangan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak sah. Dalam konteks perjalanan, penipuan bisa berupa praktik manipulatif yang memanfaatkan ketidaktahuan atau kelalaian wisatawan.

Memahami berbagai modus penipuan sangat penting untuk melindungi diri selama bepergian. Informasi ini membantu mengambil langkah pencegahan yang tepat agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan.

Berikut tujuh cara ampuh hindari penipuan saat perjalanan internasional agar liburan tetap aman dan nyaman dilansir dari laman Budgetair oleh JawaPos.com, Rabu (4/12):

1. Tiket Palsu Sering Ditemukan

Penawaran tiket palsu sering terjadi di tempat wisata terkenal. Penipu menawarkan tiket dengan harga miring atau akses eksklusif untuk menarik wisatawan.

Tiket ini bisa berupa tiket masuk atraksi, konser, hingga transportasi umum. Wisatawan sering tertipu karena tidak tahu perbedaan antara tiket asli dan palsu.

Memesan tiket melalui situs resmi atau agen terpercaya sangat disarankan. Periksa selalu detail tiket, seperti barcode dan logo perusahaan.

2. Taksi Sering Gunakan Rute Memutar

Pengemudi taksi tertentu memanfaatkan wisatawan yang tidak mengenal rute lokal. Mereka mengambil jalan memutar untuk meningkatkan tarif.

Beberapa juga tidak menggunakan argometer, membuat penumpang membayar lebih dari tarif wajar. Menggunakan aplikasi peta untuk memantau rute sangat membantu.

Alternatifnya, pilih layanan transportasi berbasis aplikasi dengan tarif transparan. Selalu pastikan argo menyala sebelum perjalanan dimulai.

3. Pengalihan Perhatian Mencuri Perhatian

Baca Juga: Krisis Iklim Global, Vanuatu dan Negara-Negara Kecil Gugat Negara Besar di Sidang Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag

Penjahat sering menggunakan trik ini di area ramai. Misalnya, seseorang mendekati wisatawan dengan permintaan bantuan.

Sementara itu, rekan mereka mencuri barang berharga seperti dompet atau ponsel. Mengamankan barang di tempat tersembunyi menjadi langkah pencegahan efektif.

Hindari interaksi yang tidak perlu dengan orang asing di area rawan. Tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

4. Fotografer Sering Mencuri Kamera

Beberapa orang berpura-pura menawarkan bantuan untuk mengambil foto wisatawan. Setelah menerima kamera atau ponsel, mereka melarikan diri.

Situasi ini sering terjadi di tempat wisata yang ramai. Menggunakan selfie stick adalah solusi terbaik bagi wisatawan solo.

Jika memerlukan bantuan, pilih orang yang terlihat terpercaya atau petugas keamanan. Lokasi yang ramai dengan pengawasan CCTV juga lebih aman.

5. Hadiah Palsu Sering Menipu Wisatawan

Anak-anak mendekati wisatawan dengan bunga atau gelang, yang diikuti permintaan uang oleh orang dewasa. Wisatawan sering merasa terjebak dalam situasi ini.

Menolak secara sopan tetapi tegas dapat mencegah interaksi lebih lanjut. Jangan menerima barang dari orang asing tanpa alasan jelas.

Jika hadiah sudah diberikan, kembalikan segera dan tinggalkan lokasi. Tetaplah waspada terhadap pendekatan mendadak.

6. Properti Liburan Palsu Merugikan Finansial

Penawaran properti liburan palsu sering muncul di platform online. Penipu menawarkan villa atau apartemen dengan harga jauh lebih rendah dari pasaran.

Setelah pembayaran dilakukan, properti tersebut ternyata tidak ada atau sudah ditempati. Memesan melalui platform terpercaya dengan ulasan positif sangat dianjurkan.

Baca Juga: Empat Pilihan Pusat Perbelanjaan dan Hiburan di Kawasan BSD City Tangerang, Ada AEON Mall BSD, Grand Lucki Superstore BSD, Ararasa, dan QBig BSD

Periksa selalu detail properti dan keaslian penyedia layanan. Jangan pernah mentransfer dana langsung ke rekening pribadi tanpa jaminan keamanan.

7. Klaim Kerusakan Mobil Sewaan Merugikan

Beberapa perusahaan sewa mobil menagih biaya atas kerusakan yang tidak pernah terjadi. Situasi ini bisa diketahui setelah perjalanan selesai, melalui tagihan kartu kredit.

Wisatawan sering tidak memiliki bukti bahwa kerusakan tersebut tidak terjadi selama penyewaan. Dokumentasikan kondisi mobil dengan foto sebelum dan sesudah penggunaan.

Periksa bersama staf sewa mobil untuk memastikan kondisi mobil saat pengembalian. Simpan bukti serah terima sebagai langkah pencegahan.

Mengetahui berbagai modus penipuan di atas membantu wisatawan lebih waspada. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan menjadi lebih aman dan bebas dari stres.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#cara ampuh #luar negeri #penipuan #perjalanan #internasional