Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Urban Misteri: Pengalaman KKN Mahasiswa di Desa Klaten, Ditemani Sosok Kakek Tak Kasatmata di Rumah yang Kosong 20 Tahun

Sholeh Hilmi Qosim • Minggu, 1 Desember 2024 | 12:30 WIB

 

Urban Misteri: Pengalaman KKN Mahasiswa di Desa Klaten, Ditemani Sosok Kakek Tak Kasatmata di Rumah yang Kosong 20 Tahun
Urban Misteri: Pengalaman KKN Mahasiswa di Desa Klaten, Ditemani Sosok Kakek Tak Kasatmata di Rumah yang Kosong 20 Tahun

JawaPos.com - KKN merupakan salah satu kegiatan yang memberikan banyak kenangan saat kuliah. Namun, bagaimana jika KKN di rumah yang sudah kosong selama 20 tahun? Bayangan untuk menikmati masa pengabdian pada masyarakat malah justru berubah jadi pengalaman menyeramkan.

Panggil saja namanya Sembul. Mahasiswa salah satu kampus swasta di Jogja. Saat itu waktu KKN pun tiba. Sembul bersama Zul mendapat tugas survei lokasi di salah satu desa di Kabupaten Klaten.

Setelah melalui perjalanan sekitar dua jam, akhirnya sampai di rumah Pak RT. Mereka pun langsung diajak ke rumah yang akan ditempati. Saat itu tidak ada pikiran buruk di benak mereka. Apalagi Pak RT bilang jika rumah tersebut akan ditinggal pemiliknya tiga bulan.

Rumah itu memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan aula. Tapi, dua kamar tidur dan aula tidak boleh ditempati. Tidak boleh juga masuk ke dalamnya.

Akhirnya, KKN dimulai. Hari pertama, anggota kelompok pun berebut tempat tidur. Akhirnya diputuskan, laki-laki di ruang samping aula dan perempuan di ruang tamu.

Kegiatan-kegiatan KKN mereka lalui. Suatu ketika, saat mahasiswa perempuan sedang makan angkringan tepat di belakang posko, para mahasiswa laki-laki makan di bawah pohon mangga. ’’Awalnya, aku nggak mau makan di sana karena aku diperingatkan Zul tidak boleh keluar. Tapi, aku memutuskan ikutan saja,” ucapnya.

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman Pertama Mendaki Merbabu Jalur Selo, Duduk Bersama Sosok Menyerupai Teman di Jalur Pendakian

Singkat cerita, makanan Sembul pun datang. Tiba-tiba dia merinding dan jatuh daun mangga tepat di atas kepalanya. Tak lama setelah itu, dia mendengar bisikan-bisikan di telinganya. ’’Sontak tercium aroma bunga sangat wangi. Tapi, aku bertanya ke teman-teman, tidak ada yang mencium apa-apa,” katanya.

Hari-hari berikutnya, Sembul menjadi paranoid. Suatu malam, dia dibangunkan Tiara. Meminta ditemani memasak mi di dapur. Tiara memasak mi, Sembul membuat kopi. Tapi saat kompor dinyalakan, tiba-tiba lampu di dapur redup, lalu mati. ’’Akhirnya nggak jadi masak,” ujarnya.

Keesokannya Sembul dan Tiara penasaran. Mereka menyalakan lampu yang semalam mati. Tapi, ternyata lampu itu masih menyala terang.

Kejadian itu pun Sembul ceritakan kepada Zul. Di waktu yang sama, Zul melihat ada kakek-kakek duduk di teras rumah. Namun saat keduanya asyik bercerita, tiba-tiba ada yang melempar batu, lalu angin bertiup kencang. Zul pun sadar bahwa mereka sedang diikuti.

Suatu ketika ada rapat dusun, bertepatan tugas harus segera diselesaikan. Yang ditinggal di posko diputuskan Sembul dan Dea.

Malam itu tidak seperti biasanya. Biasanya, banyak orang lalu-lalang di sekitar posko. Tapi, malam itu sepi. Sembari menyelesaikan tugas, terlihat Pak RT jalan di depan posko. ’’Kok berdua saja, Mbak,” kata Sembul menirukan sapaan Pak RT.

Tanpa berhenti Pak RT langsung pergi begitu saja. Padahal, biasanya Pak RT mampir untuk mengecek keadaan para mahasiswa.

Tak berselang lama, handphone Dea berbunyi. Ada pesan masuk dari Pak RT. Beliau mengirimkan foto. Betapa terkejutnya mereka berdua. Ternyata, foto yang dikirim Pak RT itu ada kepulan asap di belakang Sembul dan Dea yang sedang duduk.

Hari pun berganti. Singkat cerita, Sembul hendak mandi. Lokasi kamar mandi bersebelahan dengan aula. Hanya dibatasi pembatas bambu. Namun, saat itu pembatasnya terbuka. Sembul pun memanggil Zul untuk minta tolong memperbaiki.

Setelah Sembul selesai mandi, Zul bilang, ’’Besok mandinya di kamar mandi depan saja. Kamar mandi warga.” Sembul pun bertanya kenapa?

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman Kos saat Magang di Rumah Bekas Gantung Diri, Sosok Nenek dan Perempuan Kerap Muncul dari Kamar Terlarang

Ternyata, saat Zul memperbaiki pembatas itu, tanah di dalam aula berbeda. Dan ketika Zul melihat sekeliling, ada sosok kakek-kakek yang dulu dia lihat.

Waktu KKN pun mendekati selesai. Rasa penasaran mahasiswa mulai memuncak. Ternyata, salah seorang teman Sembul nekat tidur di kamar terlarang. Begitu pula seorang teman perempuan yang nekat masuk ke aula.

Anehnya, dua hari setelah itu, teman laki-laki Sembul yang nekat tidur di kamar terlarang, saat dia sedang tidur di ruang tidur biasanya, tiba-tiba badannya seperti ditarik masuk ke kamar terlarang. Namun, sosok yang menariknya tidak terlihat.

Setelah kejadian itu, Zul bercerita kepada Sembul bahwa posko KKN yang mereka tempati sebetulnya diapit dua tanah suci, makam.

’’Saya sempat bertanya ke tetangga. Dan benar, rumah yang kami tempati ternyata sudah kosong selama 20 tahun. Dan kakek itu masih di sana,” kata Sembul tercengang. (leh/c6/son)

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman Dokter Indigo saat Koas di RS Surabaya, Ketukan Besi dan Suara Tangisan dari Dalam Keranda yang Diantar ke Ruang Jenazah

Editor : Hendra
#kakek #urban misteri #rumah kosong #klaten