Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

10 Rekomendasi Manga yang Bisa Menambah Wawasan tentang Dunia Medis, Mulai dari Ilmu Farmasi sampai Forensik

Erie Dewangga • Selasa, 26 November 2024 | 20:00 WIB
Manga yang menampilkan dunia medis
Manga yang menampilkan dunia medis

JawaPos.com - Beberapa manga ada yang menampilkan keseharian para profesional medis seperti dokter, ahli bedah, apoteker, sampai dengan ahli forensik, saat mereka menjalankan tugas medis mereka di rumah sakit, klinik, atau lokasi lainnya.

Jika anda penasaran serta ingin menambah wawasan tentang dunia medis beserta suka-duka para tenaga kesehatan yang setiap hari berjibaku demi memberikan kesembuhan kepada para pasien, artikel ini cocok untuk anda. Yuk, simak artikel rekomendasi manga yang dirangkum dari situs MyAnimeList berikut ini!

1. Black Jack

Manga shounen karangan Osamu Tezuka yang terbit di majalah Weekly Shōnen Champion (Akita Shoten) ini bercerita tentang Black Jack, seorang dokter tidak terdaftar dengan masa lalu yang suram dan misterius. Namun, ia seorang jenius dan dapat menyelamatkan hampir semua nyawa pasiennya (selama mereka punya uang untuk itu). Ia dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia, terutama mereka yang berkecimpung di bidang kedokteran dan sains. Ia bekerja dengan asisten kecilnya Pinoko menangani kasus-kasus medis yang tidak begitu dikenal, yang bisa jadi aneh dan berbahaya.

Dramanya cukup kaya dan mencakup berbagai jenis emosi, dari komedi hingga tragedi. Dalam setiap pertemuan baru antara sang dokter dengan pasien serta keluarga, teman, atau rekan mereka, anda akan dibuat bertanya-tanya, Sisi mana dari wajahnya yang akan Black Jack tunjukkan? Apakah dia akan bersikap dingin dan tanpa ekspresi, lalu tanpa ampun menuntut 30 juta Yen? Apakah dia akan menangani kasus itu secara cuma-cuma, atau akankah dia melakukannya demi imbalan yang aneh?

2. Dr. Kumahige

Manga seinen yang ditulis oleh Buronson serta diilustrasikan oleh Takumi Nagayasu ini terbit di majalah Weekly Young Magazine (Kodansha) dan bercerita tentang Saburo, seorang dokter baru, yang bertemu dengan seorang pria di pusat kota Susukino, Sapporo. Saburo melihat kehidupan seorang dokter yang tangguh dalam diri Tetsuro Kokubu, yang tiba-tiba menghilang setelah menunjukkan masa depan yang menjanjikan berkat kompetensinya di sebuah rumah sakit universitas.

Manga bertema medis ini cukup realistis dan karakternya sering bereaksi secara alamiah, bukan sekadar membuat penonton meringis. Dr. Kumahige adalah seri yang tidak mementingkan akhir; yang terpenting adalah perjalanannya.

3. Radiation House

Manga seinen yang ditulis oleh Taishi Mori serta diilustrasikan oleh Tomohiro Yokomaku ini terbit di majalah Grand Jump (Shueisha) dan bercerita tentang Iori Igarashi, seorang teknisi radiologi berbakat yang telah dengan sabar menunggu kesempatannya untuk bekerja dengan An Amakasu, teman masa kecilnya. Setelah dipekerjakan di rumah sakit keluarga An, ia bertekad untuk memenuhi janjinya. Sayang, karena sudah bertahun-tahun tidak berhubungan, An tidak mengenalinya. Dan, lebih parahnya lagi, An juga tidak menyukai cara Igarashi saat bertugas.

Namun, ketika berbagai macam kasus datang ke departemennya, An harus mengakui keterampilan Igarashi dan belajar untuk bekerja sama sehingga pasien dapat menerima perawatan terbaik. Sementara mereka berdua beradaptasi satu sama lain, akankah An mengenali teman masa kecilnya, yang telah bekerja dengannya selama ini?

Manga ini memiliki plot yang solid dengan sinopsis klise tentang teman masa kecil yang menemukan kembali kebersamaan dan semacamnya. Namun, ceritanya dibawakan dengan tempo yang bagus, menyisakan ruang untuk hal-hal dan informasi medis yang akan disampaikan kepada pembaca. Pun, anda dapat melihat upaya yang dilakukan oleh para mangaka seri ini dalam meneliti proyek tentang subjek yang sangat khusus, dan membuat sejumlah besar informasi menjadi mudah dicerna bahkan untuk para pembaca yang awam dengan dunia medis sekalipun.

4. Team Medical Dragon

Manga seinen yang ditulis oleh Akira Nagai serta diilustrasikan oleh Tarou Nogizaka ini terbit di majalah Big Comic Superior (Shogakugan) dan bercerita tentang Dr. Akira Katou yang memutuskan untuk fokus pada makalah penelitian terbarunya tentang prosedur bedah tersulit di dunia, Batista, demi mendapatkan jabatan sebagai profesor di Meishin University Medical Center sebagai langkah pertamanya mereformasi sistem medis di Jepang.

Batista, yang juga dikenal sebagai reduksi ventrikuloplasti kiri, hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki tingkat keterampilan tertinggi. Dikarenakan prosedur ini belum pernah dilakukan di Jepang, keberhasilan Batista akan menjadi kunci untuk mengamankan pencalonan Katou sebagai profesor. Namun, ia akan membutuhkan tim yang luar biasa untuk melakukannya. Dan, ia merekrut seorang dokter bedah jenius, Dr. Ryutaro Asada, sebagai rekan pertamanya.

Setelah menyaksikan keterampilan bedah Asada yang luar biasa secara langsung, Katou yakin bahwa ia akan menjadi rekan setim yang berharga. Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana, karena Asada dengan cepat membuat masalah di rumah sakit dengan terus-menerus menentang sistem yang berlaku. Dengan kariernya yang dipertaruhkan, Katou harus menemukan cara untuk mengendalikan dokter bedah lainnya sebelum mereka menggagalkan tujuannya. Namun, jika menghentikan anggota tim-nya, itu berarti ia menyesuaikan diri dengan sistem yang ingin dihancurkannya, apakah yang demikian benar-benar sepadan?

5. Lucifer no Migite

Manga seinen karangan Naoki Serizawa yang terbit di majalah Morning (Kodansha) ini bercerita tentang Katsumi Yu yang tiga tahun lalu berangkat ke Afrika untuk menjadi dokter sukarelawan. Namun, tak lama kemudian, perang saudara meletus dan ia pun ditangkap oleh kelompok gerilya yang sangat membutuhkan dokter untuk merawat korban terluka. Ia terus melakukan apa yang ingin ia lakukan, yaitu membantu orang yang membutuhkan, dan ia melakukannya selama beberapa tahun. Namun, seiring dengan perubahan rezim di sana, kelompok gerilya itu diburu. Di tengah situasi kritis, Yu dipaksa untuk membunuh atau dibunuh, dan ia pun berhenti menjadi dokter tak lama kemudian serta membuat tato Lucifer di lengan kanannya sebagai memento.

Meskipun Yu kembali ke Jepang, ia menghabiskan hari-harinya dengan minum-minum. Setelah semalaman berkelahi karena mabuk, ia terbangun di sebuah klinik yang dikelola oleh Dr. Minatono. Klinik yang tampak mencurigakan ini menerima semua pasien, bahkan mereka yang tidak memiliki asuransi atau bahkan tidak mampu membayar, tetapi tetap menggunakan peralatan canggih. Ternyata Dr. Minatono berurusan dengan klien, seperti mafia, yang tidak dapat pergi ke rumah sakit biasa karena alasan hukum dan sebagai gantinya menerima sejumlah besar uang untuk membantu klinik tetap beroperasi. Awalnya, Yu menolak tawaran pekerjaan dari Dr. Minatono, tetapi situasi gawat terus bermunculan dan membuatnya terus sibuk di ruang operasi!

6. Kusuriya no Hitorigoto

Manga seinen karangan Natsu Hyuuga ini memiliki dua adaptasi manga yang terbit di dua majalah yang berbeda, yang pertama diilustrasikan oleh Nekokurage dan terbit di majalah Big Gangan (Square Enix), sedangkan yang kedua diilustrasikan oleh Minoji Kurata yang terbit di majalah Sunday Gene-X (Shogakugan).

Bercerita tentang belahan Maomao, seorang gadis sederhana yang dibesarkan di kota sederhana oleh ayahnya yang seorang apoteker, tidak pernah membayangkan istana belakang akan ada hubungannya dengan dirinya—sampai dia diculik dan dijual untuk bekerja di sana.

Meskipun penampilannya biasa saja, Maomao memiliki kecerdasan yang mumpuni untuk menjadi seorang apoteker hebat dengan ketajaman pikirannya dan pengetahuan yang luas tentang obat-obatan serta racun. Itulah rahasianya, sampai dia bertemu dengan seorang penghuni istana yang setidaknya sama jeli dengannya, kepala kasim, Jinshi. Dia menembus kedok Maomao dan menjadikannya dayang bagi selir kesayangan Kaisar, Gyokuyou, dan memperkerjakannya sebagai gadis pencicip racun.

Di balik tugasnya, Maomao mulai mempelajari segala intrik serta konflik yang terjadi di sekitar kekaisaran. Bisakah dia menjalani kehidupan yang tenang, atau akankah kemampuannya yang hebat tentang obat dan racun serta keingintahuannya yang senantiasa tak terpuaskan memberinya lebih banyak petualangan dan lebih banyak marabahaya?

7. Jin

Manga seinen karangan Mutoka Murokami yang terbit di majalah Super Jump (Shueisha) ini bercerita tentang seorang ahli bedah otak, Minakata Jin, yang tiba-tiba terlempar ke zaman Edo setelah pertemuan anehnya dengan janin karsinogenik di dalam tengkorak seorang pasien.

Sebagai seorang dokter yang tersesat ke masa lalu, ia menghadapi berbagai penyakit dan cedera fatal menggunakan pengetahuan medis modern. Sejalan dengan pertemuannya dengan orang-orang biasa di Edo serta tokoh-tokoh terkemuka, pisau bedahnya pun menulis ulang sejarah perkembangan medis di Jepang.

8. Shrink: Seishinkai Yowai

Manga seinen yang ditulis oleh Jin Nanami dan diilustrasikan oleh Tsukiko ini terbit di majalah Grand Jump (Shueisha). Bercerita tentang sepak terjang Konosuke Yowai, seorang psikiater, saat menghadapi berbagai masalah yang menghadang perawatan psikiatris Jepang.

Saat ini, Jepang disebut-sebut sebagai negara dengan penyakit mental tersembunyi di mana banyak pasien menderita penyakit mental, sebut saja gangguan panik, depresi, gangguan perkembangan, PTSD, tanpa mereka bisa berbicara dengan siapa pun. Angka bunuh diri di sana adalah salah satu yang terburuk di antara negara-negara maju. Bagaimana Jepang bisa jatuh ke dalam situasi seperti ini? Ikuti kisah si psikiater mengungkap bayang-bayang di balik pikiran orang-orang.

Manga ini adalah media yang bagus tentang bagaimana cara menangani gangguan mental dengan cara yang lebih mendidik dan mudah dipahami. Banyak sudut pandang empatik yang akan membantu pembaca untuk memahami orang lain dengan lebih baik meskipun mereka memiliki kekurangan. Shrink adalah manga yang membantu anda memahami gangguan mental dan bagaimana hal itu tidak boleh dianggap kurang penting, karena bagaimanapun masalah psikologis benar-benar memengaruhi kita yang sangat menderita dalam hidup.

9. Trace: Recollection of a Forensic Researcher

Manga seinen karangan Kei Koga yang terbit di majalah Comic Zenon (Coamix) ini bercerita tentang keseharian para peneliti di laboratorium forensik menangani berbagai kasus yang disodorkan oleh Kepolisian Metropolitan Tokyo dan berusaha untuk mengungkap kebenaran dari bukti-bukti yang tampaknya tidak penting. Kisah ini dimulai ketika Nonna Sawaguchi, seorang peneliti forensik pemula, bertemu dengan Reiji Mano, seorang forensik berbakat yang hampir tidak pernah mengambil jatah liburnya demi membawa kebenaran ke permukaan.

Reiji Mano memang peneliti forensik yang luar biasa. Namun, apa yang membuatnya jadi begitu berhasrat pada kebenaran? Ternyata, motivasinya menjadi seorang ahli forensik adalah untuk mengungkap kebenaran di balik Kasus Pembunuhan Nerima yang terjadi 25 tahun lalu yang menewaskan ayah, ibu, dan kedua kakaknya.

Bersamaan dengan tiap kasus yang datang silih berganti, Reiji Mano bekerja di bawah tekanan waktu dan teror dari berbagai pihak yang berusaha mencegahnya dari mengungkap kebenaran tragedi tersebut sebelum kasus itu ditutup dan semua barang bukti serta catatan penyelidikan yang berkaitan dengannya dimusnahkan!

10. The Isekai Doctor: Any Sufficiently Advanced Medical Science Is Indistinguishable from Magic

Manga seinen karangan Houkou Tsuda yang diilustrasikan oleh Nobuhide Takeshita ini terbit di majalah Morning Two (Kodansha). Bercerita tentang Amami, seorang dokter baik hati yang selalu mengutamakan orang lain, saat ia tersambar petir, dan kemudian terbangun di dunia paralel yang dihuni oleh para manusia-binatang. Bagaimana nasib Amami sebagai dokter yang diteleportasi ke dunia aneh di mana teknologi hampir tidak ada, dan pengobatan diperlakukan seperti sihir?

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#shounen #Seinentai #manga #medis