JawaPos.com - Bagi Hae-jo, hidup adalah kutukan. Tak ada yang berjalan baik. Puncaknya, Hae-jo didiagnosis mengalami anomali sel otak, yang membuat usianya tinggal hitungan bulan. Meski pahit, vonis itu justru membuat hidupnya lebih berwarna.
Hae-jo (Woo Do-hwan) merasa dirinya bak plankton: berkelana tak jelas tanpa tujuan pasti di lautan. Kelahirannya tak diinginkan. Dia dibuang oleh orang tuanya. Hae-jo tinggal bersama induk semangnya di daerah kumuh. Untuk memenuhi kebutuhan, Hae-jo menjadi pria bayaran untuk pekerjaan kotor. Mulai menguntit pelaku perundungan hingga menculik pengantin.
Di tengah hidup yang sudah kelabu, muncul vonis mengejutkan: dia mengalami malaformasi sel otak karena keturunan. Dokter mengibaratkan, Hae-jo hidup dengan bom waktu di kepalanya. Hal itu membuat perasaannya campur aduk.
Belum sempat ’’menelan” emosinya, Hae-jo bertemu dengan Jo Jae-mi (Lee Yu-mi). Sama sepertinya, Jae-mi juga baru saja menerima vonis pahit. Dia mengalami menopause dini, yang membuatnya mustahil hamil. Padahal, Jae-mi akan segera menikah dengan Eo Heung (Oh Jung-se), anak tunggal dari keluarga pebisnis makanan Bum Ho-ja (Kim Hae-sook).
Ho-ja, awalnya, tak merestui hubungan tersebut. Tapi, Eo Heung kadung berdalih Jae-mi mengandung sehingga pernikahan itu mau tak mau harus terlaksana. Khawatir kebohongan tersebut terbongkar, Jae-mi pun melarikan diri dengan bantuan Hae-jo. Dia meninggalkan Eo Heung yang tulus mencintainya, apa pun keadaannya.
Mr Plankton menampilkan kisah romansa komedi yang seru, tapi juga serius dan berbobot. Inti cerita tentang dua orang yang terluka, menyembuhkan diri, dan memaafkan segala hal-hal buruk yang menimpa mereka membuat kisah itu mudah menarik penonton. Apalagi, chemistry antara Hae-jo dan Jae-mi memikat sehingga sulit untuk tidak terbawa perasaan.
Meski demikian, serial Netflix itu punya penulisan karakter laki-laki yang buruk. Di Mr Plankton, Eo Heung yang memenuhi kriteria green flag justru tertutup oleh Jae-ho yang sebenarnya sangat sulit disukai. Cukup disayangkan, serial tersebut menampilkan maskulinitas yang negatif: alih-alih berdamai atau menjalani terapi psikologi, rasa sakit Jae-ho justru diekspresikan dan dieksplorasi lewat tindak abusif.
Penulis naskah Jo Yong mengungkapkan, ide Mr Plankton lahir dari perenungannya. Dia kerap mempertanyakan makna keberadaannya dalam hidup. ’’Aku ingin menyampaikan, setelah jalan berliku dan tempaan hidup yang keras, setiap orang terlahir dengan tujuan hidup masing-masing. Mungkin, kehadiran seseorang yang tak bermakna sepertiku bisa membuat orang lain di sekitarku lebih bahagia,” ujarnya dalam konferensi pers dua pekan lalu.
Dia menyatakan, perspektif itu pulalah yang membuat Mr Plankton dibuat dengan akhir open ended. ’’Memori oleh orang yang meninggal dan ditinggalkan akan selalu berkelindan dan ada. Jadi, tidak ada akhir yang benar-benar final,” tegas Jo Yong. Sementara itu, sutradara Hong Jong-chan menilai, titel serial itu memiliki pemaknaan yang cukup dalam.
’’Meski plankton adalah hewan renik dan nyaris tak terlihat, mereka punya peran vital dalam memproduksi oksigen di lautan, juga mendukung keberlanjutan kehidupan di bumi,” imbuhnya. Lewat judul Mr Plankton, Jong-chan ingin menyampaikan, seseorang punya peran penting meski mereka merasa kecil sekalipun. (fam/c6/len)
Mr Plankton
- Sutradara: Hong Jong-chan
- Penulis naskah: Jo Yong
- Penayangan: Netflix
- Episode: 10 (telah tayang seluruhnya per 8 November)
- Pemeran: Woo Do-hwan, Lee Yu-mi, Oh Jung-se, Kim Hae-sook
Trivia
- Do-hwan mengakui, pendalaman karakter Hae-jo cukup sulit karena dirinya merasa hidupnya selalu tertata dari sekolah, wajib militer, hingga bekerja.
- Untuk peran Hae-jo, Do-hwan menurunkan berat badan hingga 7 kg.
- Yu-mi menceritakan, para cast dan kru menonton Mr Plankton dua kali. Selain versi final cut, mereka juga menyaksikan versi tanpa musik dan bagian ending.
- Untuk peran Eo Heung, Jung-se menyiapkan dengan detail ekspresi hingga variasi ad lib.
- Selama syuting adegan perjalanan, sutradara Jong-chan hanya meletakkan kamera di mobil dan tidak memberikan instruksi spesifik terkait dialog atau mimik.
Editor : Hendra