JawaPos.com — Tahukah anda kalau setiap bunga yang muncul dalam serial anime Sousou no Frieren ini menggambarkan setiap tokoh di dalamnya beserta hubungan di antara mereka? Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang hanakotoba dari bunga-bunga itu? Yuk, simak artikel berikut membahas makna di baliknya satu per satu.
Blue-Moon Weed: Hargai Indahnya Momen Nostalgia dalam Ketabahan Cinta yang Fana
Blue-Moon Weed atau Sō gesso (蒼月草) adalah bunga fiktif yang eksis di alam semesta serial Sousou no Frieren. Bunga ini digambarkan memiliki kepala sari berwarna biru, filamen berwarna kuning, serta lima kelopak berwarna biru tua di ujungnya dan biru muda di bagian tengahnya. Bunga yang merupakan tanaman endemik di kota kelahiran sang Pahlawan ini menjadi bunga resmi dari Frieren dan Himmel serta diasosiasikan dengan hubungan di antara keduanya.
Meskipun Blue-Moon Weed bersifat fiktif, bunga ini tampaknya terinspirasi oleh beberapa tanaman yang eksis di dunia nyata, di antaranya, yaitu Baby Blue Eyes (Nemophila sp.), Asiatic Dayflower (Commelina communis), dan Morning Glory (Ipomoea tricolor).
Berikut hanakotoba dari bunga-bunga yang (bisa jadi) menjadi inspirasi dari bunga Blue-Moon Weed:
- Baby Blue Eyes
Bunga yang disebut Rurikarakusa (ルリカラクサ) ini melambangkan kesuksesan di mana-mana, kelembutan, dan pengampunan; dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan kemenangan, kepekaan, harmoni, dan kepercayaan. Makna simbolis ini berkaitan erat dengan kepribadian serta prestasi Himmel sang Pahlawan.
Nemophila juga melambangkan sifat fana dari keindahan dalam hidup, mendorong siapapun untuk menghargai setiap momen dan menghargai kesederhanaan yang mana merupakan tema inti dalam serial ini.
Pun, nama ilmiah untuk bunga ini, Nemophila, berasal dari bahasa Yunani yang secara literal berarti "menyukai hutan kecil," yang mana diambil dari kecenderungan tanaman ini untuk tumbuh di sekitar tepi hutan yang mengingatkan pada pertemuan pertama Himmel dan Frieren di hutan di saat dirinya tersesat. Setelah mengarahkannya ke arah yang benar, Frieren mengucapkan mantra untuk membuat hamparan bunga yang meninggalkan kesan yang abadi pada Himmel.
- Asiatic Dayflower
Bunga ini disebut dengan tsuyukusa (露草), yang berarti rumput embun; atau tsukikusa (月草) yang berarti rumput bulan. Meski tanaman ini memiliki bunga berwarna biru dan bentuk daun yang mirip dengan Blue-Moon Weed. Namun, cara daun rumput embun menempel pada batangnya berbeda, begitu pula bentuk bunganya.
Dalam hanakotoba, Asiatic Dayflower melambangkan hubungan nostalgia, cinta rahasia, kefanaan, dan perubahan hati dalam cinta; sedangkan, menurut floriografi Barat, bunga ini melambangkan harmoni, pertumbuhan, kemakmuran, dan kelimpahan.
Asosiasi simbolis ini—terutama terkait hubungan nostalgia, pertumbuhan, dan perubahan hati dalam cinta—sangat merepresentasikan hubungan Frieren dengan Himmel. Sementara simbolisme bunga ini tentang cinta rahasia dan kefanaan beresonansi dengan perasaan Himmel terhadap Frieren.
- Morning Glory
Bunga ini disebut dengan asagao (朝顔) ini memiliki hanakotoba yang bermakna kecantikan dan kerapuhan, karena bunga ini hanya mekar sebentar saja; ketabahan dan kegigihan, karena meskipun fana, morning glory begitu ulet merambati pagar dan dinding; perubahan dan awal yang baru, sebab kelopaknya yang membuka di kala pagi dan menutup saat senja melambangkan siklus kelahiran kembali; serta cinta dan pengabdian, sebab warna-warni cerahnya menginspirasi siapa saja untuk menjalin ikatan yang kuat dengan orang-orang tersayangnya masing-masing.
Makna-makna bahasa bunga di atas sangatlah menggambarkan perasaan Himmel kepada Frieren sekaligus kefanaan hidupnya. Pun, makna ketabahan dan kegigihan serta cinta dan pengabdian begitu tepat merepresentasikan sang Pahlawan yang tetap tabah bagaikan hujan di bulan Juni.
Mirrored Lotus: Ketulusan Murni dari Hati yang Satu Tuju dalam Keanggunan Cinta Abadi
Teratai Cermin atau kagami renge (鏡蓮華) adalah juga bunga fiktif di alam semesta Sousou no Frieren. Namun, bunga ini terinspirasi dari teratai asli (Nelumbo nucifera).
Dalam episode 14, disebutkan bahwa gelang perak yang dibeli Stark untuk ulang tahun Fern memiliki desain yang terinspirasi dari Teratai Cermin. Saat Frieren mengamati gelang tersebut, ia menyadari bahwa desainnya sama dengan cincin yang ia terima dari Himmel di masa lalu.
Momen ketika Himmel memberikan cincin kepada Frieren adalah salah satu adegan yang berkesan dalam serial ini yang menunjukkan kedalaman kasih sayang Himmel. Dalam adegan yang sarat dengan simbolisme itu, Himmel mendorong Frieren untuk memilih aksesori sebagai tanda terima kasih atas usahanya selama perjalanan mereka. Frieren, yang tampak tidak peduli, memilih cincin dengan desain bunga teratai cermin, yang kemudian diketahui bahwa bunga tersebut melambangkan cinta abadi dan menjadi salah satu simbol utama dalam anime ini.
Pun, isyarat Himmel saat berlutut untuk memasangkan cincin di jari manis kiri Frieren menambah bobot emosional pada adegan tersebut, sekaligus menangkap esensi dari sebuah lamaran dan sumpah cintanya yang tak lekang.
Di Jepang, bunga teratai disebut sebagai ren (蓮) atau hasu (はす), dan memiliki hanakotoba yang melambangkan kefasihan, kesakralan, cinta yang tulus, serta hati yang murni. Simbolisme hati yang murni berasal dari bagaimana bunga ini mekar dengan indah meskipun muncul dari air berlumpur. Makna simbolis tersebut beresonansi dengan karakter Himmel, khususnya prestasinya yang luar biasa meskipun latar belakangnya sederhana.
Bunga teratai juga secara global dikaitkan dengan kemurnian, kelahiran kembali, transformasi, dan pencerahan. Representasi simbolis bunga teratai tentang pencerahan dan transformasi dalam serial ini hadir melalui perjalanan Frieren untuk belajar memahami manusia dengan lebih baik untuk meringankan penyesalannya karena tidak mengenal Himmel secara intim.
Dalam floriografi Timur, dua bunga teratai yang mekar dari satu batang melambangkan keinginan untuk harmoni dan hati yang sama; sementara dalam floriografi Barat, bunga teratai kembar melambangkan keanggunan dan cinta yang terasing.
Kontras tajam antara simbolisme romantis bunga teratai di Timur dan Barat ini berkorelasi dengan perbedaan dinamika antara dua pasangan utama dalam serial ini dan kesimpulan naratifnya.
Meskipun perasaan Himmel tidak diketahui oleh Frieren, tapi dia selalu tabah untuk mencintainya meskipun sang pujaan hati tidak pernah menyadarinya, bahkan sampai jasad sang Pahlawan dipeluk bumi. Manis sekaligus menyebalkan, bahwa sang Penyihir Elf baru mulai menyadari cinta sang Pahlawan padanya hampir tiga dekade setelah kematiannya.
Daisy: Cinta Abadi dalam Lembut Sukacita dan Hangatnya Persahabatan
Bunga yang Frieren ciptakan untuk menghibur Himmel kecil adalah bunga aster (Bellis perennis). Bunga ini memang ada di manga, tetapi tidak ada warna spesifik yang disebutkan. Pun, dalam adaptasi anime, bunga-bunga ini muncul dalam warna-warni yang menyihir mata Himmel kecil. Dan, faktanya, makna bunga ini berbeda-beda tergantung warnanya. Namun, bunga ini umumnya dimaknai sebagai simbol kemurnian dan kepolosan, awal yang baru, dan cinta sejati.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah bunga aster putih, yang memiliki hanakotoba cinta rahasia, kemurnian, kepercayaan, kejujuran, dan kepolosan. Selain itu, ada: aster kuning, yang berarti optimisme, sukacita, dan persahabatan; aster merah muda: kelembutan, romansa, dan cinta; aster jingga: kebahagiaan dan kehangatan; aster biru: loyalitas tanpa syarat dan batas.
Makna-makna bunga ini juga mengasosiasikan hubungan di antara Frieren dan Himmel, yang lekat dengan kepercayaan, kemurnian, persahabatan, loyalitas, cinta sejati, serta awal yang baru.
Lupine: Imajinasi Kreatif dan Kebahagiaan Utuh dari Seorang Penyihir
Bunga ungu yang Serie lihat ketika Kanne masuk untuk menjalani sesi wawancara dengan-nya ini, dan bunga yang ia sentuh ketika berbicara dengan Fern adalah bunga lupine (Lupinus polyphyllus) atau nobori fuji (昇藤 のぼりふじ). Bunga ini miliki hanakotoba yang bermakna imajinasi, kreativitas, kekaguman, pertumbuhan, kebahagiaan utuh, ketenangan, keanggunan, ketekunan, dan kerakusan.
Bunga ini menjadi satu dari sekian banyak bunga yang ada di taman pribadi Serie, sang Mage Tertua, yang merupakan perwujudan dari sihir kesukaan muridnya, Flamme sang Penyihir Terhebat, yaitu sihir untuk membuat taman bunga.
Makna-makna yang berkaitan dengan imajinasi, kreativitas, ketekunan, dan kekaguman, berasosiasi dengan diri para penyihir dalam serial ini, yang mana harus memiliki kualitas-kualitas tersebut; sedangkan makna kebahagiaan utuh, bisa jadi menggambarkan kebahagiaan Serie karena memiliki murid sehebat Flamme yang pergi mendahuluinya.
Star of Bethlehem: Kepolosan dan Kejujuran Sang Penyihir Berbakat yang Bawa Perubahan
Bunga yang Serie lihat ketika mengenang Flamme, adalah bunga Bintang Betlehem (Ornithogalum sp.), yang miliki hanakotoba kemurnian, kepolosan, kejujuran, rekonsiliasi, dan bakat.
Faktanya, dalam kilas balik antara Frieren dan Serie saat berbicara tentang Flamme di EP 25, hamparan bunga tempat Flamme kecil diperlihatkan juga merupakan ladang Ornithogalum. Jadi, pada dasarnya ini adalah bunga yang mereka ambil untuk melambangkan Flamme.
Meskipun dalam manga bunga yang digunakan adalah bunga lili, tapi dalam adegan ini diubah menjadi Ornithogalum. Kiranya dapat dimengerti, alasan diubahnya bunga pilihan Serie untuk mengingat Flamme, sebab satu-satunya perbedaan dalam floriografi dari kedua bunga ini adalah makna bakat yang mana menggambarkan seberapa hebat muridnya sebagai seorang penyihir yang membawa era perubahan dalam dunia sihir.
Editor : Hendra