JawaPos.com - Kos di tengah-tengah kota bukan berarti dekat dengan keramaian, jauh dari hal mistis. Rocky dan dua teman kuliahnya kebetulan sedang magang di Kabupaten Gresik. Rumah yang mereka pilih untuk tinggal ternyata bekas orang gantung diri. Gangguan gaib pun kerap menghantui mereka.
Waktu magang pun tiba. Rocky bersama dua temannya memilih salah satu perusahaan di Gresik sebagai tempat menambah ilmu.
Saat itu mereka memutuskan berangkat dari Malang ke Gresik menggunakan sepeda motor. Berangkat pukul 19.00, lalu sampai tujuan pukul 22.00. Langsung mencari kos-kosan saat itu juga.
Aneh memang malam-malam mencari kos-kosan. Tapi, mereka nekat karena tidak ada pilihan lain untuk tempat tinggal. Apalagi, harga yang ditawarkan murah.
Dapatlah kos-kosan di dekat perusahaan tempat magang. Lokasinya di tengah-tengah kota. Tempatnya pun tidaklah sepi. Ada warung di depan kos-kosan yang cukup ramai dibuat nongkrong warga setempat.
Saat baru masuk rumah kos, Rocky tertarik dengan lukisan yang ada di depan kamar. Namun, entah kenapa bulu kuduknya malah berdiri. ”Perhatian saya gak tahu kenapa tertuju di situ,” katanya.
Saat menuju kamar yang akan ditempati Rocky, bapak kos sempat memberikan peringatan agar tidak boleh masuk ke salah satu kamar apa pun alasannya.
Hanya ada empat orang yang kos di tempat itu. Rocky, dua temannya, serta mas-mas pekerja yang kamarnya dekat kamar terlarang itu.
Singkat cerita, tugas magang membuat mereka sering lembur di kos-kosan. Saat itu sekitar pukul 23.00, di tengah mengerjakan tugas, Rocky kebelet. ”Sebenarnya malas ke toilet jam segitu. Karena letak kamar mandi di depan kamar terlarang itu,” katanya.
Namun, dia memberanikan diri buang air kecil. Karena sedikit peka dengan hal gaib, Rocky merasakan ada orang di kamar terlarang itu. ”Refleks saya bilang pas melintas itu, maaf saya kos di sini gak ganggu kok,” ucapnya.
Esoknya, saat di kantor, Rocky pun iseng bertanya ke temannya. Ternyata temannya pernah mengalami didatangi anak kecil saat bermimpi.
Kejadian-kejadian aneh pun sering mereka rasakan. Suatu hari, setelah pulang magang, Rocky memilih mengerjakan tugas. Namun, di tengah fokusnya terhadap tugas, sosok hitam melintas di depan kamarnya. ”Takut, saya memilih langsung tidur,” ujarnya.
Namun, saat tertidur pun tak membuat gangguan itu berhenti. Rocky bermimpi ada seorang perempuan berambut acak-acakan dan seorang nenek sedang memandang lukisan di depan kamar terlarang itu. Nenek tersebut berkata ”bagus ya, Nak, lukisan saya.”
Namun, gangguan paling mencekam dialami Rocky saat dirinya sendirian di kos-kosan. Dua temannya sedang pergi ke Surabaya. Lalu, mas-mas pekerja pulang pukul 12 malam.
Untuk menghilangkan rasa takut, Rocky memilih keluar. Bermaksud ngopi di warung depan. Tapi ternyata sepi. ”Orang-orang pada futsal. Terus yang jaga ronda juga izin sakit. Lha kok bisa pas gini,” keluhnya.
Mau tidak mau Rocky memberanikan diri pulang ke kos-kosan. Laptop dia nyalakan dan memutar film. Agar cepat ngantuk, lalu tidur.
Udara kos-kosan malam itu Rocky rasakan berbeda. Dingin. Padahal biasanya panas meski malam hari.
Saat asyik nonton film, pandangan Rocky dialihkan oleh sosok hitam yang melintas di depan jendela. Awalnya masih berpikir positif.
Tidak berselang lama, terdengar suara perempuan di dalam kos-kosan. Padahal tidak ada penghuni perempuan di rumah kos tersebut. Rasa penasaran membuat Rocky mengikuti sumber suara. Kagetnya, suara itu berasal dari kamar terlarang. ”Saya pun langsung lari ke kamar dan ngunci kamar,” katanya.
Tidak terasa pukul 12 malam tiba. Di benak Rocky, mas-mas pekerja waktunya pulang. Tak lama suara motor pun datang disertai langkah kaki. Lega sudah ada teman.
Untuk mencairkan suasana, Rocky pun menyapa tetangga kamar kos itu. ”Mas, sini merokok sambil ngopi.” Tapi tidak ada balasan.
Rocky pun berjalan ke parkiran, tapi anehnya tidak ada motor yang masuk. Sontak dia bergegas ke kamar.
Suasana mencekam semakin menjadi-jadi. Tak lama suara langkah kaki terdengar di telinga Rocky. Sosok itu pun duduk di depan kamar kos dan berucap ”sini, Mas, ngopi.”
Bukan hanya itu, pintu kamar Rocky digedor. Seolah memaksa ajakan ngopi.
Anehnya, di balik jendela kamarnya, sosok nenek sedang melihat lukisan dan di sampingnya ada orang duduk sambil tersenyum. ”Langsung saya matikan lampu kamar dan maksain tidur sambil muter musik kencang,” katanya.
Perasaan Rocky sudah sedikit tenang. Namun, Rocky salah. Di tengah-tengah lagu, terdengar suara tali yang sedang diikat erat. Kreeekk. Dari dalam selimutnya Rocky pun memberanikan diri mengintip.
Badan Rocky gemetar. Kedua matanya melihat kaki yang menggelantung. Lantunan-lantunan doa pun sontak terucap dari mulutnya. Namun, sosok tubuh menggantung itu tidak hanya menampakkan diri, tapi juga menangis, lalu mendekat ke Rocky.
Tidak ada pilihan lain, Rocky memaksa matanya terpejam. Mencoba sekuat tenaga agar tertidur. Hingga akhirnya suara motor pun datang. Teman-temannya sudah kembali ke kos-kosan.
Paginya, dia menceritakan kejadian yang dialami malam itu. Mendengar itu, teman-temannya pun terdiam. ”Karena mereka masing-masing punya pengalaman yang sama,” ungkapnya. (yog/c19/son)