Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Kusuriya no Hitorigoto (Bagian Dua): Lima Bunga Cantik dan Menawan Ini Jadi Simbol Para Selir Kesayangan Paduka Kaisar

Erie Dewangga • Sabtu, 16 November 2024 | 09:30 WIB

Para selir utama di Istana Harem Paduka Kaisar dalam serial anime Kusuriya no Hitorigoto miliki gelar serta bunga lambang sendiri yang representasikan karakter masing-masing.
Para selir utama di Istana Harem Paduka Kaisar dalam serial anime Kusuriya no Hitorigoto miliki gelar serta bunga lambang sendiri yang representasikan karakter masing-masing.

JawaPos.com — Bunga menjadi elemen yang tidak bisa dipisahkan dari serial Kusuriya no Hitorigoto atau The Apothecary Diaries. Selain dikarenakan plotnya yang menampilkan kehidupan di dalam istana harem milik Paduka Kaisar yang dipenuhi dengan wangi kembang setaman, bunga yang memang kerap diasosiasikan dengan perempuan ini juga memiliki beragam fungsi, mulai dari jadi hiasan yang memperindah ruangan, sebagai obat yang menyembuhkan, sampai racun yang mematikan.

Tahukah anda, kalau setiap bunga yang muncul dalam adaptasi anime dari novel ringan karangan Natsu Hyuga ini menggambarkan setiap tokoh, suasana, serta peristiwa yang datang dan terjadi silih berganti? Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang bebungaan beserta hanakotoba-nya? Yuk, simak beberapa bunga yang menyimbolkan para selir kesayangan Paduka Kaisar dalam serial anime Kusuriya no Hitorigoto ini satu per satu.

Ah-Duo: Sang Ratu Anggrek Cattleya, Sosok Ideal Ibu Negara yang Anggun dan Mempesona

Bunga cattleya (Cattleya sp.) yang berjuluk "Ratu Anggrek" ini muncul dalam episode 5 dan 11 anime Kusuriya no Hitorigoto, dan secara kanonik dikaitkan dengan Pure Consort atau Selir Murni, Ah-Duo.

Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan rayuan, pesona wanita dewasa yang matang, dan wanita yang anggun. Sementara, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan pesona yang matang, vitalitas, kesuburan, kreativitas, keanggunan, kemewahan, dan kehalusan. Bunga ini juga melambangkan wanita serta bagian dari ekspresi keindahan, keanggunan, cinta, romansa, gairah, dan kekuatan.

Makna-makna di atas sangat berasosiasi dengan karakter Ah-Duo sebagai seorang selir yang anggun dan menawan, pun sekaligus sebagai ibu negara yang senantiasa menguatkan Paduka Kaisar.

Loulan: Kehati-hatian Datura yang Beracun dan Bikin Mabuk Kepayang

Bunga Thornapple (Datura sp.) atau disebut mandarake (曼荼羅華) ini umumnya dikenal sebagai Bunga Bulan dan terompet Setan, dan muncul pada lagu pembuka kedua serta episode 20 dari anime Kusuriya no Hitorigoto. Bunga ini bisa jadi berasosiasi dengan Loulan, Pure Consort atau Selir Murni yang menggantikan posisi Ah-Duo yang telah kehilangan rahimnya.

Bunga ini memiliki hanakotoba yang melambangkan pesona, kepalsuan, mimpi, keracunan, dan mabuk kepayang. Representasi pesonanya diduga berasal dari bentuk bunganya yang seperti terompet, sementara simbolisme pesona palsu dan keracunannya berasal dari kandungan racunnya yang berbahaya di balik penampilannya yang menawan. Sedangkan, dalam floriografi Barat, Thornapple melambangkan kekuatan, kehati-hatian, transformasi, dan transisi. Thornapples juga dikatakan mewakili siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali.

Semua spesies tanaman ini sangatlah beracun dan psikoaktif, terutama biji dan bunganya, yang dapat menyebabkan depresi pernapasan, aritmia, demam, delirium, halusinasi, sindrom antikolinergik, psikosis, dan kematian jika tertelan.

Pemilihan Thornapple atau Datura sebagai bunga yang melambangkan Loulan, sangatlah tepat. Hal ini dikarenakan selir baru dari Trah Shi ini miliki pesona misterius yang bisa jadi menyimpan racun mematikan.

Lishu: Lily Lembah yang Rendah Hati Meski Diterpa Derita, Yakini Kebahagiaan Pasti Akan Datang

Bunga Lily of the Valley, atau Lili Lembah (Convallaria majalis), atau suzuran (鈴蘭), ini muncul dalam episode 5 dan secara kanonik dikaitkan dengan sang Virtuous Consort atau Selir Berbudi Luhur, Lishu.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Kusuriya no Hitorigoto (Bagian Satu): Ketujuh Bunga Ini Memang Cantik tapi Ada yang Punya Racun Mematikan

Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan pengorbanan, bahaya, cinta murni, kerendahan hati, sikap manis, kemurnian, kesucian, kemudaan, kebijaksanaan, dan menemukan kebahagiaan kembali. Bunga yang juga dikenal sebagai "Air Mata Bunda Maria" ini menyiratkan tingkat penderitaan dan keputusasaan tertentu yang harus dilalui seseorang dalam hidup, dan satu hal yang juga mencolok tentang makna adalah bagaimana kerendahan hati juga berperan di dalamnya, seolah-olah penderitaan manusia membuat anda semakin rendah hati seiring bertambahnya usia.

Dengan aromanya yang harum-manis, sulit dipercaya bahwa bunga yang tampak indah seperti itu bisa berbahaya dan sangat beracun yang, jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian. Sungguh ironis, mengingat tanaman ini dikaitkan dengan keberuntungan, kemurnian, kegembiraan, dan rasa manis.

Makna yang dimiliki oleh bunga ini sangat menggambarkan kehidupan selir Lishu sebagai selir termuda sekaligus yang paling menderita dalam serial Kusuriya no Hitorigoto dengan mana dirinya telah dua kali menjadi selir, yaitu pada era Kaisar sebelumnya dan Kaisar saat ini; pun gadis remaja ini diketahui hanya dijadikan alat oleh sang Ayah agar posisinya sebagai bangsawan tinggi tetap aman di sisi Paduka Kaisar.

Lihua: Ketulusan Cinta Bunga Lonceng Cina kepada Kaisar dan Rakyatnya yang Tiada Berujung

Bunga Lonceng Cina (Platycodon grandiflorus), atau disebut juga dengan kikyo (桔梗) ini muncul dalam episode 1, 4, dan 5, serta secara kanonik dikaitkan dengan Wise Consort atau Selir Bijak, Lihua.

Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan cinta abadi, ketulusan, kepatuhan, keanggunan, dan kerapian. Sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga ini melambangkan cinta yang tak berujung, kejujuran, kepatuhan, dan keinginan untuk kembalinya seorang teman.

Bahasa bunga yang dimiliki oleh bunga ini, secara tepat menggambarkan sosok Lihua sebagai selir yang anggun dan patuh sebab berasal dari keluarga bangsawan tinggi yang terpejalar; pun makna ‘ketulusan’ dan ‘cinta yang tak berujung’, sangat menggambarkan dedikasinya, tak hanya sebagai selir, tapi juga sebagai Ibu Negara yang mencintai rakyatnya.

Gyokuyou: Kasih Sayang Peony yang Dibangun Begitu Megah oleh Paduka Kaisar

Bunga peony merah muda (Paeonia sp.), atau yang disebut dengan botan (牡丹) ini muncul dalam episode 1 dan 5, dan secara kanonik dikaitkan dengan Precious Consort atau Selir Berharga, Gyokuyou.

Bunga ini miliki hanakotoba yang melambangkan keberanian, kekayaan, kemakmuran, rasa malu, dan kemegahan dengan mana makna tersebut berasal dari kelopaknya yang rimbun. Sedangkan, dalam floriografi Barat, bunga peony melambangkan sifat malu-malu dan kasih sayang. Bunga peony merah muda khususnya dikaitkan dengan cinta.

Makna yang terkandung dalam bunga ini begitu cocok menggambarkan pribadi Gyokuyou sebagai selir kesayangan Paduka Kaisar. Selir muda yang miliki darah negeri Barat itu diceritakan sebagai seorang yang pemberani dan selalu penasaran dengan hal-hal baru di sekitarnya.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Kusuriya no Hitorigoto #The Apothecary Diaries #anime #bunga