JawaPos.com - Membaca buku fiksi merupakan salah satu kegiatan seru yang disukai oleh banyak orang. Kegiatan ini termasuk aktivitas santai untuk mengisi waktu luang. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, memasuki dunia fiksi dapat menjadi sebuah pelarian yang nyaman dan memberikan kesempatan untuk beristirahat atau berimajinasi.
Sayangnya, saat ini mempunyai hobi membaca buku fiksi seringkali dianggap remeh atau dipandang sebelah mata. Membaca fiksi juga dinilai sebagai sesuatu yang tidak penting, bahkan membuang-buang waktu. Namun, siapa sangka ternyata membaca buku fiksi mempunyai manfaat kesehatan dan fisik bagi pembacanya.
Melansir dari hellosehat.com, berikut tujuh manfaat kesehatan dari membaca buku fiksi yang jarang diketahui banyak orang.
1. Meningkatkan Kemampuan Otak
Buku fiksi seringkali mempunyai jalan cerita yang cukup kompleks, karakter yang mendalam, dan alur cerita yang cukup rumit. Membaca buku dengan genre tersebut, akan menstimulasi kemampuan berpikir kritis pada otak sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Dengan begitu, dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan otak secara lebih lanjut.
Selain itu, terdapat sebuah hasil MRI otak yang membuktikan bahwa membaca fiksi dapat memperkokoh koneksi saraf pada korteks somatosensori, yaitu area otak yang merespons gerakan dan rasa sakit.
2. Mengurangi Stres
Membaca buku fiksi juga diyakini dapat mengurangi stres seseorang. Maka dari itu, tidak heran jika terdapat anggapan bahwa orang yang suka baca buku akan bahagia hidupnya.
Terhanyut dalam sebuah alur cerita dapat mengalihkan pikiran seseorang dari rasa cemas sehari-hari. Dengan begitu, membuat otak lebih santai dan mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh (kortisol).
3. Membantu Tidur Lebih Cepat
Membaca merupakan salah satu obat alami bagi seseorang yang kesulitan tidur pada malam hari atau insomnia. Jika anda termasuk orang yang sulit tidur, cobalah untuk berbaring sekitar 20 menit di tempat tidur, lalu lakukan aktivitas yang menenangkan pikiran, seperti mendengarkan musik klasik atau membaca buku. Setelah dirasa lelah, kembali ke tempat tidur dan pejamkan mata untuk mulai beristirahat.
Baca Juga: Resensi Buku: Mengurai Makna Kehidupan dalam “Hujan” Karya Tere Liye
4. Menumbuhkan Empati
Ketika membaca buku, kita akan merasa terlibat dengan kehidupan karakter fiksi di dalamnya. Dengan begitu, akan membantu dalam menumbuhkan empati seseorang yang lebih kuat.
Di kehidupan nyata, manfaat yang dapat dirasakan dari membaca buku fiksi adalah memahami dan membantu pembaca buku dalam mengetahui perasaan, pikiran, dan pengalaman orang lain.
5. Memperbanyak Kosakata
Dengan membaca buku, kita akan memperbanyak kosakata atau perbendaharaan kata baru yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya. Tidak hanya untuk orang dewasa, ternyata hal ini juga berlaku untuk anak-anak.
Anak-anak dengan kosakata yang lebih banyak dikatakan dapat mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil ujian yang memuaskan dan peluang kerja yang lebih baik di masa depan.
Baca Juga: Resensi Buku: 6000 Tahun Sang Merah Putih, Menilik Seluk Beluk Bendera Negara Indonesia
6. Memperpanjang Umur
Seseorang yang rutin membaca buku fiksi dikatakan dapat berumur panjang dibandingkan dengan orang yang tidak membaca sama sekali.
Hal ini menjadi sebuah penelitian oleh sekelompok peneliti dari Yale School of Public Health, mereka menemukan fakta bahwa orang-orang yang secara teratur atau rutin membaca buku mempunyai risiko kematian 20% lebih rendah dalam kurun waktu 12 tahun ke depan dibandingkan orang yang membaca majalah atau tidak membaca buku sama sekali.
7. Mengurangi Rasa Nyeri
Tentunya tidak ada yang akan menyangka bahwa rasa nyeri dapat dihilangkan dengan membaca buku fiksi. Terdapat sebuah penelitian yang termuat pada jurnal Medical Humanities (2017), mengatakan bahwa dengan membaca buku dapat meredakan gejala penderita penyakit kronis.
Selain itu, perpaduan antara membaca buku fiksi dengan terapi perilaku kognitif (CBT) membantu dalam menaikkan suasana hati dan ketentraman mental seseorang.
Editor : Hendra