Gotei 13 atau Goteijuusantai, organisasi protagonis dalam serial anime ini merupakan kekuatan militer utama di Soul Society; yang, sesuai dengan namanya, terdiri dari 13 divisi dengan berbagai tupoksinya masing-masing, mulai dari membawahi urusan birokrasi, intelijensi, sampai dengan riset dan pengembangan. Namun, tahukah anda kalau setiap divisi di Gotei 13 memiliki bunga insignia-nya masing-masing?
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bunga memiliki makna, pun setiap jenis bunga dan warnanya memiliki maksud yang seringkali lebih berdampak daripada sekadar kata-kata. Orang Jepang ahli dalam komunikasi secara tak langsung ini dan menemukan bentuk ekspresi terbesarnya dalam seni hanakotoba. Dan, Tite Kubo adalah salah satu mangaka yang berhasil memanfaatkan seni bahasa bunga ini menjadi satu elemen penting dalam manganya.
Anda penggemar serial Bleach dan ingin mengetahui lebih dalam tentang hanakotoba dari insignia ketiga belas divisi penjaga keadilan ini? Yuk, simak makna di balik bebungaan yang melambangkan setiap divisi di Gotei 13.
Divisi 1: Bunga Krisan yang Jadi Contoh Kebajikan dan Kesucian Sikap Sang Pemimpin
Divisi yang membawahi kedua belas divisi lain dalam Gotei 13 ini dulunya selama seribu tahun lebih dipimpin oleh Genryuusai Shigekuni Yamamoto, sebelum kemudian jubah kepemimpinan itu dikenakan oleh muridnya, Kyōraku no Jirō Sakuranosuke Shunsui, setelah invasi pertama Quincy ke Soul Society.
Seperti yang diketahui, bahwa bunga krisan merupakan lambang kekaisaran Jepang dengan mana hanakotoba dari bunga ini, kebenaran dan kesucian, sangat masuk akal untuk menjelaskan peran Divisi 1 sebagai pemimpin kedua belas divisi lain. Makna lain bunga ini dalam hanakotoba meliputi kemuliaan, kebajikan, kesempurnaan, peremajaan, umur panjang dan keberuntungan, dengan mana juga secara tepat merepresentasikan divisi ini.
Sejauh menyangkut perannya yang berada di puncak hierarki Gotei 13, Divisi 1 menetapkan standar bagi semua orang, dan selalu dikagumi oleh divisi-divisi lainnya. Jadi, memiliki bunga krisan sebagai lambang mereka lebih menunjukkan status kepemimpinan mereka di Gotei 13.
Divisi 2: Bunga Pasque yang Berdiri di Antara Kemuliaan Diri dan Ketiadaan Hasrat Pribadi
Divisi yang sejak Yoruichi Shihōin menjadi kaptennya ini telah dikaitkan dengan satuan Onmitsukidō yang melakukan ragam operasi bawah tanah, yang awalnya merupakan badan penegakan hukum otonom yang secara tradisional dipimpin oleh anggota keluarga bangsawan Shihōin.
Simbol divisi yang saat ini dipimpin oleh Soi-fon adalah bunga pasque, meskipun dalam hanakotoba bunga ini diasosiasikan dengan ide kelahiran kembali, martabat, kemuliaan, dan keanggunan, tapi oleh Tite Kubo bunga ini dimaknai dengan ketiadaan hasrat.
Meski demikian, kesemua makna bunga ini masih sejalan dengan motto Divisi 2, yaitu "Jangan mencari kejayaan dalam pertempuran; serang dari belakang dan pastikan musuh kalah dalam satu serangan." Sangat cocok untuk operasi khusus dan sayap eksekusi organisasi militer, bukan?
Divisi 3: Bunga Marigold yang Putus Asa Setelah Kehilangan Orang yang Dicinta
Divisi yang telah berganti-ganti kapten beberapa kali ini bertugas untuk melalukan patroli rutin di penjuru Seireitei atau Soul Society. Memiliki insignia bunga Marigold, yang menurut penuturan sang Wakil Kapten, Izuru Kira, melambangkan keputus-asaan.
Hanakotoba bunga ini terdengar suram, dengan mana marigold juga melambangkan perasaan seperti kecemburuan, kesedihan, serta ekspresi perasaan serta gairah yang mendalam, kehilangan orang yang dicintai, baik karena kematian atau hubungan yang putus. Bunga ini juga bisa menjadi simbol penolakan dari orang yang dicintai. Pun, marigold juga digunakan untuk mengenang orang yang telah meninggal.
Bila dibandingkan dengan divisi lain, hanakotoba bunga yang menjadi insignia Divisi 3 tidaklah terkait dengan motto divisi ini secara positif, tapi lebih pada tiap individunya yang begitu lekat dengan keputus-asaan. Sebut saja Izuru Kira, sang Wakil Kapten, dengan zanpakutou-nya, Wabisuke, yang sangat mempersonifikasikan makna bunga Divisi 3.
Divisi 4: Bunga Lonceng, Wujud dari Kasih Sayang serta Dukungan bagi Mereka yang Berduka
Lambang bunga dari divisi ke-4 adalah bunga lonceng (Campanula sp.) atau dikenal dengan otome kikyo di Jepang. Bunga ini menandakan bahwa "mereka yang berduka, dicintai."
Maknanya dalam hanakotoba meliputi rasa terima kasih, ketulusan, dan obrolan yang menyenangkan. Bunga lonceng adalah simbol rasa terima kasih, keteguhan, romansa, dan dukungan dalam floriografi Barat. Selain itu, bunga lonceng dapat melambangkan kasih sayang, kelembutan, kerendahan hati, dan cinta abadi. Secara khusus, bunga lonceng biru melambangkan kedamaian, penyembuhan, keterbukaan, ketenangan, dan persahabatan, di sisi lain, bunga lonceng krem melambangkan perhatian, keanggunan, kedamaian, dan harapan. Mengingat bentuk bunga lonceng menyerupai lonceng gereja, diyakini bahwa makna simbolis bunga itu berupa rasa syukur dan ketulusan berasal dari ajaran gereja.
Pemakaian bunga lonceng sebagai lambang divisi medis ini sangatlah cocok, dengan mana mereka merawat yang terluka, jadi masuk akal jika "mereka yang berduka" (alias pasien mereka dan mungkin kerabat mereka) "akan dicintai" (oleh mereka).
Divisi 5: Bunga Lily of the Valley yang Temukan Lagi Kebahagiaannya dengan Berendah Hati
Insignia dari Divisi 5 adalah bunga Lily of the Valley (Convallaria majalis) yang melambangkan pengorbanan, bahaya, cinta murni, kerendahan hati, sikap manis, kemurnian, kesucian, kemudaan, kebijaksanaan, dan menemukan kebahagiaan kembali.
Dengan aromanya yang harum-manis, sulit dipercaya bahwa bunga yang tampak indah seperti itu bisa berbahaya dan sangat beracun yang, jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian. Sungguh ironis, mengingat tanaman ini dikaitkan dengan keberuntungan, kemurnian, kegembiraan, dan rasa manis.
Bunga yang juga dikenal sebagai "Air Mata Bunda Maria" ini menyiratkan tingkat penderitaan dan keputusasaan tertentu yang harus dilalui seseorang dalam hidup. Yang juga mencolok tentang ini adalah bagaimana kerendahan hati juga berperan, seolah-olah penderitaan manusia membuat anda semakin rendah hati seiring bertambahnya usia.
Dan makna tersirat tersebut tampak pada diri Momo Hinamori, sang Wakil Kapten Divisi 5 yang telah melalui banyak dukalara dalam seri ini karena sosok Sousuke Aizen, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu tokoh yang paling menderita. Namun, dia tetap sangat rendah hati serta masih bisa menjadi murni dan juga manis meskipun mengalami berbagai trauma karena orang yang dikaguminya. Pun juga terkait hanakotoba "menemukan kebahagiaan kembali," ini terlihat melalui kembalinya Shinji Hirako ke divisi lamanya dan menghadirkan lagi suasana cerah-ceria di sana.
Divisi 6: Bunga Kamelia dan Nalar Bangsawan dalam Menegakkan Peraturan
Divisi yang bertugas untuk menegakkan hukum di Seireitei ini dikepalai oleh satu dari empat trah bangsawan, Byakuya Kuchiki. Divisi ini dipandang sebagai teladan oleh semua shinigami dan dikenal karena kebijakannya yang ketat dalam mematuhi aturan.
Lambang dari dvisi ini adalah bunga kamelia (Camellia japonica) atau tsubaki, yang melambangkan akal budi yang mulia, kebaikan hati, kebanggaan yang sederhana, pengabdian, hasrat dan gairah yang kuat, kasih sayang, kehalusan, kesempurnaan, kesetiaan, kekaguman yang tak tergoyahkan, kesempurnaan, serta cinta yang murni, tanpa syarat, dan tidak pernah pudar.
Pemakaian bunga ini sebagai insignia sangatlah cocok dengan diri Byakuya Kuchiki yang seorang bangsawan, yang mana harus selalu mematuhi aturan. Dia adalah definisi dari "bangsawan" itu sendiri, yang tidak akan bertindak tanpa didasari alasan yang kuat. Nalar bangsawan mungkin mewakili kemampuan Byakuya Kuchiki dan para anggota divisinya untuk berjuang melindungi hal-hal yang penting bagi mereka dengan mana Divisi Enam bersetia pada hasrat atau hati terdalam mereka.
Divisi 7: Bunga Iris Simbol Ikatan Persahabatan dan Keberanian Pria Sejati di Medan Pertempuran
Lambang bunga dari divisi ke-7 adalah iris (Iris japonica) atau dalam bahasa Jepang disebut ayame. Dalam hanakotoba, bunga ini bermakna keberanian, kabar gembira, kesetiaan, pesan, harapan, keanggunan, kebaikan hati, keyakinan, persahabatan, dan kebijaksanaan.
Tite Kubo menunjukkan bahwa bunga iris memiliki makna yang sangat cocok dengan divisi yang bertugas untuk menjalankan sensus penduduk di Rukongai serta bertanggung jawab pada urusan surat-menyurat ini. Divisi yang diisi oleh orang-orang yang tulus dan bersahaja yang menjalani hidup dengan penuh semangat dan memberi penghargaan kepada mereka yang bersikap layaknya pria sejati ini digambarkan sebagai skuad yang memiliki rasa tanggung jawab yang kuat dan menghargai kehormatan di atas segalanya. Baik Komamura maupun Iba sangat percaya pada kewajiban moral dan kasih sayang. Etos ini telah diwariskan kepada seluruh jajaran Divisi Tujuh dari masa ke masa.
Sajin Komamura menonjolkan makna keberanian dengan mana ia berdiri dengan bangga sebagai pelopor tunggal, tidak pernah mundur atau menunjukkan rasa takut dalam pertempuran. Sedangkan Tetsuzaemon Iba juga mempersonifikasikan motto divisi ini dengan caranya sendiri, ketika ia memberi Ikkaku Madarame ceramah tentang apa artinya menjadi seorang pria dan prajurit Gotei 13. Ia juga sangat setia dan bersedia mengambil risiko kehilangan muka di Divisi 11, jika pemindahan adalah satu-satunya cara untuk memajukan kariernya.
Divisi 8: Bunga Bangau yang Terbang Bebas Setelah Peroleh Segala Sesuatunya
Divisi yang dulunya dikepalai oleh Shunsui Kyouraku ini diserahi tanggung jawab untuk menjaga kepustakaan di Soul Society. Dengan insignia-nya adalah bunga Bangau (Strelitzia sp.) yang melambangkan segala sesuatu telah diperoleh, memiliki kegembiraan dalam menghadapi tantangan, kemegahan, keunggulan, kesuksesan, kesetiaan, perhatian, keabadian, cinta, optimisme serta kebebasan karena kemiripan bunga tersebut dengan burung yang sedang terbang.
Makna-makna hanakotoba di atas sangatlah sesuai dengan Divisi Delapan yang dulunya dipimpin oleh Shunsui Kyoraku yang memang seorang pencinta wanita. Pun wakilnya, Nanao Ise, yang selalu membawa buku dan unggul dalam hal kidou.
Divisi 9: Bunga Poppy Putih Membersamai Mereka Melawan Lupa walau Dihantui Rasa Takut
Lambang bunga dari divisi yang mengurusi seni dan budaya sekaligus menjadi pusat informasi di Soul Society ini adalah bunga poppy putih (Arctomecon merriamii), yang melambangkan kelupaan, tidur nyenyak, mimpi indah, istirahat yang damai, kemurnian, pembaruan, serta kehampaan atau kekosongan. Selain itu, bunga ini juga dikaitkan dengan keyakinan dan konsep tentang kehidupan abadi jiwa, dan juga berfungsi sebagai simbol kenangan bagi orang terkasih yang telah meninggal. Selain itu, ketakutan akan kehampaan dan kegelapan dalam pertempuran adalah apa yang dapat dilambangkan oleh bunga ini.
Tite Kubo memaknai bunga ini dengan "oblivion," yang berarti dilupakan, dan ini sangat berkaitan erat dengan Shuuhei Hisagi dengan mana dia merasa bahwa mantan Kaptennya, Kaname Tousen, dan teman-teman sekelasnya yang telah tiada "akan dilupakan," kecuali mereka tetap hidup melalui dirinya. Jadi, dia berjuang untuk kenangan mereka agar mereka tidak dilupakan. Pun makna ketakutan serta keabadian jiwa, keduanya masih sangat terikat dengan wujud asli dari zanpakutou milik Shuuhei Hisagi, Kazeshini, yang menjadi representasi dari shinigami itu sendiri.
Divisi 10: Bunga Daffodil yang Egois Berusaha Menguak Segala Potensi yang Masih Misteri
Lambang bunga dari divisi yang bertugas untuk melakukan operasi-operasi investigasi dan intelijensi ini adalah bunga Daffodil (Narcissus sp.) yang melambangkan misteri, egoisme, cinta diri sendiri, harga diri, dan rasa hormat. Selain itu dalam hanakotoba, bunga ini juga melambangkan kekuatan, usaha mengatasi kesulitan, datangnya kesuksesan, kekayaan, dan awal yang baru. Daffodil putih biasanya melambangkan kemurnian juga keinginan untuk transformasi.
Hanakotoba dari bunga ini, sebagian besar, dapat diterapkan pada sosok Toshiro Hitsugaya, sang Kapten, dengan mana pada diri si pemuda berambut putih-jabrik ini sendiri diselimuti misteri: tak ada yang tahu siapa orang tuanya, pun tak seorang pun yang tahu kalau kakak sambung dari Momo Hinamori ini adalah seorang jenius sejak lahir. Pada dirinya melekat keinginan untuk menjadi lebih kuat di antara banyaknya kesulitan yang menghadang. Pun sepanjang seri, kekuatan pada diri kapten termuda di Gotei 13 ini terus bertransformasi sebab potensi pada dirinya memang masih belum banyak yang terungkap dikarenakan usianya yang cukup belia untuk seorang dewa kematian.
Sebab segala anugrah yang didapatnya, maka tak heran kalau sikap arogan dan egois jadi melekat pada diri Toshiro Hitsugaya. Namun, egoisme yang ada pada dirinya adalah egoisme etis, yaitu posisi etika normatif bahwa agen moral harus melakukan apa yang menjadi kepentingan pribadi mereka sebab keadaan memang berkata harus demikian adanya.
Divisi 11: Daun Seribu Sang Pelindung Para Prajurit Terkuat yang Bertarung di Garis Depan
Lambang bunga dari divisi yang menjadi ujung tombak dari Gotei 13 ini adalah Yarrow (Achillea alpina) atau nokogiri, yang disebut juga sebagai daun seribu. Bunga ini melambangkan pertarungan, keberanian, dan penyembuhan.
Tanaman ini telah lama dikaitkan dengan keberanian dan keteguhan hati. Pada zaman dahulu, diyakini bahwa para prajurit akan membawa daun seribu untuk melindungi diri mereka dalam pertempuran. Keterkaitannya dengan keberanian diperkirakan berasal dari tradisi masa perang, sehingga memberikannya kehadiran simbolis yang kuat dalam ranah makna bunga. Dalam cerita-cerita rakyat, sering kali menyebutkan bahwa daun ini digunakan dalam ritual untuk mengusir roh jahat dan memberikan perlindungan. Keajaiban yang dikaitkan dengan bunga ini telah membuatnya masuk dalam banyak legenda, yang semakin meningkatkan daya tarik dan mistiknya.
Dikarenakan makna daun seribu yang lekat dengan budaya para prajurit, maka masuk akal kalau divisi yang dipimpin oleh shinigami terkuat bergelar "Kenpachi" ini memakai tanaman yang konon katanya magis itu sebagai lambangnya. Pun divisi ini selalu diisi dengan anggota-anggota yang lebih suka bertarung dan menyabung nyawa daripada berdiplomasi dengan lawan-lawan Soul Society.
Divisi 12: Waga-waga Berduri Tajam, Wujud dari Balas Dendam dan Kegilaan Si Ilmuwan
Lambang bunga dari divisi 12 yang menjadi pelopor dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi ini adalah thistle (Cirsium sp.), atau dikenal sebagai rumput duri atau waga-waga. Dalam hanakotoba, bunga ini melambangkan pembalasan dendam, ketegasan, dan kemandirian, kesederhanaan, keluhuran karakter, kebencian terhadap manusia. Di era Victoria, pemberian bunga ini berfungsi sebagai peringatan terhadap campur tangan yang tidak diinginkan. Sebagai bunga nasional Skotlandia, thistle melambangkan keberanian, keberuntungan, dan kekuatan. Bunga berduri ini disebut sebagai "bunga matahari" dan "ramuan para penyihir" di wilayah Basque di Prancis. Konon katanya tumbuhan ini memberikan perlindungan dari orang yang berbuat jahat dan ilmu sihir karena para penyihir konon tidak dapat melihat matahari secara langsung.
Hanakotoba dari tumbuhan ini sangatlah merepresentasikan Mayuri Kurotsuchi, sang Kapten, dengan mana dia adalah sosok yang mandiri, penuh dendam, dan tidak suka bila ada yang mencampuri penelitiannya; pun kapten nyentrik ini digambarkan sebagai sosok ilmuwan gila dengan mana ia sangat gandrung pada hal-hal baru dan yang belum terdefinisikan.
Divisi 13: Bunga Tetes Salju untuk Mereka yang Berusaha Bangkit dan Mencari Harapan
Lambang bunga dari divisi terakhir dari Gotei 13 yang bertugas untuk melakukan ritual konsou terhadap roh-roh di dunia manusia ini adalah bunga snowdrop atau tetes salju (Galanthus nivalis). Bunga ini melambangkan harapan, penghiburan, kemurnian, kelahiran kembali, musim semi, simpati, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup.
Bunga ini mekar dari pertengahan hingga akhir Januari saat musim dingin perlahan mulai berakhir sehingga mengingatkan siapa saja bahwa ada cahaya di ujung terowongan. Snowdrop mengingatkan pada siapapun bahwa jika mereka berusaha, maka mereka dapat mencapai hal-hal besar dalam hidupnya. Selain itu, bunga ini juga berfungsi sebagai pengingat tentang perubahan dan melambangkan keinginan seseorang untuk berkembang. Oleh karena itu, bunga tetes salju sering diberikan kepada mereka yang mencoba untuk bangkit dari kesedihan dan keterpurukan.
Hanakotoba dari bunga ini sangatlah cocok dengan orang-orang yang menjadi anggota Divisi 13, seperti Juushirou Ukitake, Kaien Shiba, dan Rukia Kuchiki. Kesemuanya adalah orang-orang yang memandang hidup secara positif dan penuh harapan. Pun makna dari bunga ini sejalan dengan tugas mereka untuk memandu para roh ke Soul Society.
Editor : Candra Mega Sari